Sukses

4 Penyebab Payudara Tak Tumbuh

Pertumbuhan payudara dipengaruhi sejumlah faktor. Begitu pun ketika payudara berhenti atau tak tumbuh. Apa penyebabnya?

Klikdokter.com, Jakarta Pertumbuhan payudara secara umum dibagi menjadi dua, yaitu pada saat pubertas dan masa kehamilan. Pada masa pubertas, kerja hormon estrogen dan progesteron memengaruhi pertumbuhan payudara. Pada masa kehamilan, payudara akan menjadi besar karena kelenjar susu akan memproduksi ASI. Pada beberapa wanita, kadang ditemukan keadaan payudara yang tak tumbuh. Apa penyebabnya? Sebelum menjawab pertanyaan ini, mari sejenak mengetahui lebih jauh seputar pertumbuhan payudara.

Pertumbuhan payudara pada wanita

Menurut dr. Astrid Wulan Kusumoastuti, pertumbuhan payudara dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor: genetika, gizi, dan hormon. Payudara akan mulai tumbuh sejak usia 8 tahun atau pada akhir usia 13 tahun. Beberapa mungkin mengalami pertumbuhan payudara yang lambat, sementara lainnya mengalami pertumbuhan yang cepat.

Perkembangan masa pubertas yang tercakup di dalamnya adalah pertumbuhan rambut pubis dan payudara digambarkan melalui stadium Tanner. Pada usia ke-16, seharusnya payudara sudah berkembang seperti layaknya wanita dewasa. Puting sudah menonjol dengan dikelilingi oleh lingkaran hitam dengan granul yang disebut papilla mammae. Payudara yang berisikan jaringan lemak dan kelenjar sudah menonjol.

Perlu diketahui, status gizi juga sangat berpengaruh terhadap ukuran payudara. Jika Anda kurus, maka tentu saja ukuran payudara akan mengikuti tubuh Anda, begitu juga sebaliknya.

Ditambahkan oleh dr. Astrid, pertumbuhan payudara akan berhenti antara usia 17-21 tahun. Namun, ukuran dan bentuk payudara tidak pernah berhenti berkembang sepanjang hidup, yang ini pun dipengaruhi oleh hal-hal seperti kehamilan, menyusui, kenaikan dan penurunan berat badan, serta menopause.

1 dari 2 halaman

Penyebab payudara tak tumbuh

Jika selama bertahun-tahun lamanya Anda mendapati bahwa payudara Anda tak tumbuh atau berhenti tumbuh, pastinya ada rasa khawatir yang muncul, yang lalu dilanjutkan dengan pertanyaan besar: “apa yang terjadi?” Beberapa hal di bawah ini dapat menjadi penyebab.

1.    Faktor nutrisi

Pada beberapa kasus, pola makan yang buruk dapat menyebabkan pertumbuhan payudara menjadi tertunda. Jika Anda mengalami defisiensi vitamin, hormon yang bertanggung jawab terhadap perbesaran payudara tidak akan dapat dilepaskan, sehingga payudara akan berhenti tumbuh. Hal ini dapat dengan mudah diatasi dengan menerapkan pola makan sehat.

2.    Faktor keturunan

Penyebab lain payudara Anda berhenti tumbuh bisa jadi karena genetik. Faktor keturunan dapat menentukan sebesar apa payudara Anda bisa tumbuh. Coba cek ukuran payudara ibu, tante, atau nenek di dalam keluarga. Jika ukurannya serupa, jangan buang waktu dan pikiran untuk merasa frustasi atas mandeknya pertumbuhan payudara Anda.

3.    Fluktuasi hormonal

Payudara juga dapat berhenti tumbuh karena fluktuasi hormonal yang terjadi sepanjang masa hidup. Meski pertumbuhannya berhenti pada usia 18 tahun, tapi payudara bisa kembali membesar saat Anda hamil. Setelah habis masa menyusui, payudara kembali berhenti tumbuh, bahkan menyusut. Mengonsumsi pil KB juga diketahui dapat memperbesar payudara sementara waktu hingga Anda berhenti mengonsumsinya.

4.    Hipoplasia payudara

Hipoplasia payudara (hipomastia) adalah kondisi jaringan payudara yang tidak berkembang sebagaimana normalnya, dan tidak memiliki jaringan kelenjar yang memadai, melainkan hanya terdiri dari jaringan lemak saja. Hipoplasia bisa terjadi pada hampir semua bagian tubuh, mulai dari enamel gigi, testis, ovarium, rahim, usus besar, usus halus, esofagus, termasuk payudara.

Ciri-ciri payudara yang mengalami hipoplasia antara lain:

  • Bentuk payudara yang terpisah jauh satu sama lain (lebih dari 1,5 inci)
  • Adanya asimetri payudara (salah satu payudara tampak jauh lebih besar)
  • Adanya stretch mark pada payudara tanpa diikuti pembesaran payudara (baik pada saat pubertas maupun saat hamil)
  • Bentuk payudara tubular (menyerupai kantung yang kosong)
  • Areola yang berukuran besar, tapi tak proporsional
  • Pada wanita yang sudah berkeluarga, tidak adanya perubahan pada payudara baik saat hamil, setelah melahirkan, maupun keduanya

Payudara hipoplastik tidak selalu terkait dengan payudara berukuran kecil ataupun besar. Istilah hipoplastik ini sebenarnya lebih merujuk pada tidak adanya jaringan kelenjar pada payudara, sehingga hal yang lebih berpengaruh adalah bentuk, posisi, dan asimetri.

Penyebab hipoplasia pada payudara beragam: gangguan hormon, kelainan kromosom atau genetik, atau faktor lain yang belum diketahui mekanismenya seperti paparan pestisida atau zat kimia tertentu seperti dioksin.

Umumnya hipoplasia tidak memiliki penanganan khusus. Bila diketahui penyebabnya adalah gangguan hormonal dan dapat diketahui saat awal pertumbuhan payudara, terapi hormon bisa menjadi solusi. Namun, jika wanita sudah lewat masa pubertas dan payudara mengalami hipoplasia, akan sulit mengatasinya agar payudara dapat tumbuh dengan normal. Permasalahan sesungguhnya adalah pada saat seorang wanita harus menyusui, karena yang memproduksi ASI adalah kelenjar laktasi yang pada hipoplasia tidak tumbuh.

Diagnosis pasti hipoplasia payudara dapat ditegakkan dengan perabaan (palpasi) yang dilakukan oleh ahli dalam laktasi, serta adanya kegagalan dalam menyusui meski telah dilakukan persiapan secara nutrisi, serta lingkungan yang memadai. Bisa sembuh atau tidaknya tergantung dari kondisi masing-masing individu. Karena itu, jika Anda mendapati payudara tidak tumbuh atau berhenti tumbuh, lalu mendapati adanya ciri-ciri hipoplasia payudara yang disebutkan di atas, segera kunjungi dokter untuk dilakukan pemeriksaan.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar