Sukses

3 Tanda Pria Sering Onani

Pria yang kecanduan melakukan onani bisa dilihat dari tanda-tanda berikut. Simak penjelasannya di bawah ini.

Klikdokter.com, Jakarta Onani atau masturbasi merupakan suatu perangsangan seksual pada alat kelamin yang sengaja dilakukan untuk mendapatkan kepuasan seksual. Survei dan studi tentang seksualitas yang dilakukan oleh Mental Help menunjukkan bahwa pria dan wanita yang melakukan onani merasa mendapatkan kegembiraan tersendiri, terlebih lagi saat orgasme tercapai. Namun, bila dilakukan terlalu sering, onani dapat menjadi gejala masalah psikologis.

Dibandingkan wanita, pria cenderung lebih sering melakukan onani. Kecenderungan ini, tentu saja akan berakibat pada kehidupan sehari-hari. Pria yang sering melakukan onani bisa diketahui dari tanda-tanda tertentu.

Bahaya onani terlalu sering

Menurut Dr. Allan Schwartz, LCSW, Ph.D, jika seseorang melakukan onani secara kompulsif, orang tersebut perlu mendapatkan peringatan.Karena bisa jadi onani yang dilakukan merupakan bentuk pelarian dari masalah tertentu.

Sedangkan dr. Tiara Rahmawati dari KlikDokter menyatakan bahwa onani dapat mengurangi kualitas sperma, sebab sperma yang dihasilkan di dalam testis yang merupakan saluran reproduksi pria. Sperma tersebut kemudian disimpan dan disalurkan ketika terjadi ejakulasi.

Sel sperma ini akan matang dalam waktu kurang dari 48 jam. Jika ejakulasi terjadi lebih dari satu kali dalam waktu tersebut saat onani, maka kualitas sperma akan berkurang, sebab sperma belum sepenuhnya matang.

1 dari 3 halaman

Tanda pria kecanduan onani

Pada umumnya, pria yang gemar melakukan onani biasanya malu untuk mengakui bahwa ia kecanduan aktivitas tersebut. Ada beberapa gejala yang bisa menjadi penanda seorang pria sering melakukan onani. Beberapa tanda tersebut antara lain:

1. Adanya cedera kelamin

Ketika seorang pria melakukan onani hingga melukai diri sendiri, kemungkinan besar ia melakukannya secara kompulsif. Lebih parah lagi jika pria tersebut melakukannya dengan menggunakan benda-benda yang tidak terjamin kebersihannya.

Dr. Tobias Köhler, seorang ahli urologi dari Southern Illinois University mengatakan bahwa cedera yang biasa terjadi adalah sekam kulit hingga Peyronie, yakni penumpukan plak di batang penis akibat dari terlalu banyak tekanan saat membelai.

2. Kualitas hubungan dengan pasangan menurun

Onani ternyata dapat mengalihkan keintiman hubungan pria dan pasangannya. Pria yang melakukan onani bisa saja banyak menggunakan rangsangan jenis tertentu, seperti video atau benda-benda tertentu.

Sehingga, pada saat akan berhubungan intim dengan pasangan tanpa menggunakan rangsangan tersebut, pria kesulitan mencapai orgasme. Lebih parah lagi, apabila pria tersebut sudah tidak tertarik pada bentuk aktivitas seksual lain, artinya pria tersebut harus dibawa ke psikiater.

3. Kegiatan sehari-hari terganggu

Terlalu sering melakukan onani dapat berdampak pada terganggunya kegiatan sehari-hari karena pria terus-menerus memikirkan kapan bisa melakukan onani hingga sering mencari tempat dan kesempatan untuk memuaskan dirinya.

Kebiasaan melakukan onani bukanlah hal positif, terlebih jika dilakukan dengan frekuensi yang sangat sering (hampir setiap hari). Jika Anda merasa tanda-tanda di atas terlihat pada pasangan, Anda perlu waspada dan mencari tahu kebenarannya.

2 dari 3 halaman

Kontrol dan obati

Saran dari dr. Tiara untuk mengalihkan keinginan onani adalah dengan melakukan hal-hal yang lebih positif, seperti berolahraga atau melakukan hobi yang digemari. “Hindarilah hal-hal yang memicu Anda untuk melakukan masturbasi, seperti melihat gambar atau membaca buku-buku yang merangsang,” ucapnya.

Jika diperlukan, pria yang sudah masuk ke dalam tahap kecanduan juga disarankan untuk mencari bantuan dari ahli terapi seks yang berkualitas untuk menjalani konseling. Cara ini dapat membantu mengembalikan perilaku menyimpang tersebut dan memungkinkan pria untuk menikmati kehidupan seks yang normal dan sehat.

Selain itu, onani memang berisiko merusak jaringan penis. Onani yang dilakukan dengan menggosok dan menarik penis dapat menyebabkan jaringan penis rentan terhadap mikroorganisme dan terjadi infeksi. Jika dibiarkan saja, kebiasaan onani dapat mengakibatkan infeksi pada kemaluan pria hingga menimbulkan masalah psikis.

Perilaku adiktif onani tidak dapat reda dengan sendirinya. Jadi, bicarakanlah dengan ahlinya untuk mengatasi perilaku seksual kompulsif ini. Jika pasangan atau orang terdekat Anda mengalami hal ini, ajaklah ia ke dokter untuk berkonsultasi dan mendapatkan penanganan yang optimal.

[RVS]

1 Komentar