Sukses

Benarkah Konsumsi Daging Panggang Picu Darah Tinggi?

Keseringan konsumsi daging panggang dikaitkan dengan risiko darah tinggi atau hipertensi. Apa kata medis?

Klikdokter.com, Jakarta Daging panggang kerap menjadi pilihan hidangan, yang mampu menjadi pelengkap pada acara-acara tertentu. Namun, mengonsumsi daging sapi, kambing, ayam, ikan, atau lainnya yang diolah dengan cara dipanggang, konon dapat meningkatkan risiko darah tinggi atau hipertensi. Benarkah ini?

Untuk menjawab pertanyaan itu, sebuah penelitian dilakukan. Para peneliti berasal dari kalangan medis, dan dipimpin oleh Gang Liu. Bersama timnya, Liu mengutarakan hasil penelitian tersebut pada sesi pertemuan American Heart Association (AHA) di New Orleans, beberapa waktu lalu.

“Di antara individu yang mengonsumsi daging merah, ayam, atau ikan secara teratur, temuan kami menyiratkan bahwa menghindari penggunaan metode memanggang dapat membantu mengurangi risiko darah tinggi,” ujar Liu, dilansir dari Reuters.

Daging panggang dan darah tinggi

Liu dan tim peneliti lainnya menaruh fokus pada cara memasak daging yang dapat memicu risiko darah tinggi. Ia tidak terlalu melihat jenis dagingnya, terlebih saat ini banyak studi yang telah membahas perbedaan kandungan dari sumber berbeda. Meski begitu, menurut Liu, studi-studi sebelumnya tidak memperhitungkan satu faktor penting, yakni dampak dari setiap metode memasak daging yang berbeda-beda.

Bersama rekan tim penelitiannya, Liu menganalisis metode memasak serta pengembangan hipertensi pada orang dewasa yang secara teratur makan daging sapi, unggas, dan ikan yang dipanggang. Studi ini melibatkan kurang lebih 100 ribu partisipan yang berasal dari berbagai kalangan.

Para partisipan tercatat tidak memiliki darah tinggi. Hanya sekitar 37 ribu orang memiliki risiko terkena darah tinggi pada 12 atau 16 tahun mendatang, dilihat dari catatan medis tubuhnya.

“Dari hasil tersebut, para peneliti menemukan bahwa nyala api pada metode memanggang turut memengaruhi tingkat kematangan daging, dan mampu meningkatkan risiko darah tinggi," ujar Liu.

Risiko darah tinggi adalah 15% lebih besar pada mereka yang mengonsumsi olahan daging panggang dengan tingkat kematangan maksimal alias “well done”.

"Bahan kimia yang diproduksi dalam suhu tinggi mampu menginduksi stres oksidatif, peradangan dan resistensi insulin dalam daging hewan. Oleh karena itu, memasak daging dengan cara dipanggang mampu meningkatkan risiko Anda terkena darah tinggi," kata Liu, pada pernyataannya di konferensi tersebut.

Sebelumnya, ahli diet dan juru bicara American Heart Association, Linda Van Horn pernah melakukan penelitian dengan objek yang sama namun beda peruntukan. Hasil studinya mengungkapkan bahwa daging panggang memiliki hubungan potensial dengan sejumlah gangguan kesehatan, salah satunya penyakit kanker.

“Memanggang pada suhu tinggi akan memberikan respons peradangan dalam sistem darah, yang kemudian berkontribusi terhadap peningkatan risiko segala jenis penyakit kronis, bukan hanya kanker," ujarnya.

Meski daging panggang dapat meningkatkan risiko darah tinggi dan penyakit berbahaya lainnya, bukan berarti Anda dilarang untuk mengonsumsi makanan yang seperti ini. Yang wajib Anda lakukan adalah membatasi jumlahnya agar tidak berlebihan dan tidak mengonsumsinya terlalu sering. Pastikan pula Anda selalu menerapkan gaya hidup sehat, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, berolahraga secara rutin dan teratur, menjauhi rokok maupun alkohol.

[NB/ RVS]

1 Komentar