Sukses

Mengapa Wajah Jadi Memerah Saat Malu?

Ketika merasa malu, sering kali wajah jadi memerah namun bagian lainnya tubuh lainnya tidak. Ini sebabnya!

Klikdokter.com, Jakarta Disebut sebagai reaksi manusia yang paling unik oleh Charles Darwin, wajah memerah atau bersemu merah pasti pernah dialami semua orang. Terdapat berbagai emosi yang dapat memicu timbulnya fenomena ini. Salah satunya adalah rasa malu.

Mengapa wajah bisa memerah?

Wajah yang menjadi kemerahan merupakan respons manusia terhadap atensi atau perhatian sosial. Meski setiap orang pernah mengalaminya, sebagian orang memiliki kecenderungan untuk tersipu kemerahan lebih sering.

Beberapa situasi yang dapat memicu timbulnya reaksi ini adalah bertemu seseorang yang disukai atau seseorang yang penting, mendapatkan pujian, merasa malu, atau saat merasakan emosi yang kuat di dalam situasi sosial tertentu.

Wajah tersipu kemerahan merupakan reaksi salah satu sistem saraf, yakni sistem saraf simpatetik, dan merupakan bagian dari respons tubuh terhadap suatu kejadian. Saat seseorang merasakan hal tertentu, misalnya rasa malu atau saat bertemu orang yang disukai, pelepasan hormon adrenalin pada tubuh meningkat. Hal ini mempercepat denyut jantung dan melebarkan pembuluh darah untuk meningkatkan aliran darah dan pasokan oksigen ke sel-sel tubuh.

Pada manusia, pembuluh darah vena di wajah juga menunjukkan respons terhadap adrenalin tersebut dengan mengalami pelebaran. Akibat dari hal tersebut, wajah menjadi tampak kemerahan. Namun, respons ini tidak terjadi pada bagian tubuh lainnya, yang menyebabkan tidak terlihatnya kemerahan pada bagian tubuh lain. 

Dr. Peter Drummond, seorang peneliti dari Murdoch University di Australia menyampaikan bahwa seseorang yang memiliki warna kulit lebih terang dapat mengalami tersipu yang lebih tampak dibandingkan seseorang yang berkulit gelap. Drummond juga menambahkan bahwa beberapa faktor hormonal dan anatomis yang spesifik dapat menurunkan atau meningkatkan kecenderungan seseorang untuk tersipu kemerahan.

Sedangkan Dr. Marije aan het Rot, seorang pakar perilaku dari University of Groningen di Belanda menyampaikan bahwa beberapa situasi sosial tertentu dapat meningkatkan kemungkinan seseorang untuk mengalami wajah tersipu kemerahan. Misalnya, jika seseorang sedang berkencan dan merasa lebih sadar diri, atau bila seseorang merasa tidak terlalu nyaman di lingkungan sekitarnya akibat kejadian memalukan tertentu.

Beberapa penelitian juga menyebutkan bahwa kontak mata yang cukup lama dapat membuat seseorang menjadi tersipu kemerahan.

Penyebab lain wajah memerah

Selain karena merasakan emosi tertentu, seperti malu, wajah yang kemerahan juga dapat disebabkan oleh beberapa kondisi medis maupun hal lain.

Misalnya, wajah dapat tampak kemerahan setelah mengonsumsi makanan pedas, bahkan hingga sampai ke leher dan telinga, disertai dengan adanya keringat. Hal ini disebabkan oleh suhu tubuh yang meningkat serta aliran darah ke wajah yang juga naik.

Penyebab wajah kemerahan lainnya adalah setelah terekspos sinar matahari. Seseorang yang terlalu sering atau terlalu lama berada di bawar sinar matahari dapat mengalami wajah kemerahan akibat paparan sinar ultraviolet. Selain itu, wajah juga dapat terasa hangat atau bahkan perih. Sebagai tambahan, beberapa penyakit kulit, misalnya jerawat, alergi, dan sebagainya, juga dapat menyebabkan wajah menjadi kemerahan.

Wajah memerah dapat dianggap sebagai respons tubuh yang mencerminkan rasa malu akibat kejadian tertentu, rasa senang setelah mendapatkan pujian, maupun rasa tegang saat bertemu seseorang yang disukai. Jadi, bila Anda melihat seseorang yang tersipu kemerahan, Anda dapat mencoba untuk menduga alasannya.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar