Sukses

Waspada Serangan TBC Tulang!

Ayo kenali TBC tulang lebih jauh agar Anda juga dapat lebih waspada saat mengalami gejalanya.

Klikdokter.com, Jakarta TBC atau TB, singkatan dari tuberkulosis, merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Indonesia menduduki peringkat kedua dengan penderita TBC terbanyak di dunia. Pada umumnya, TBC menyerang organ paru, tapi tahukah Anda ada pula TBC tulang?

Penyakit TBC yang menyerang organ paru biasanya dapat menimbulkan serangkaian gejala. Kondisi tersebut bisa meliputi batuk lebih dari 3 minggu, nyeri dada, batuk berdarah, keringat malam, badan terasa lemas, demam, penurunan nafsu makan, dan penurunan berat badan. Penularan TBC dapat terjadi ketika seseorang menghirup droplet atau percikan ludah yang mengandung bakteri tuberculosis yang tersebar di udara bebas saat penderita TBC batuk, bersin, atau pun berbicara.

Apa itu TBC tulang?

Meskipun umumnya menyerang organ paru, TBC dapat pula menimbulkan penyakit di bagian tubuh lainnya. Bakteri tuberculosis dapat menyebar melalui peredaran darah ke bagian tubuh lainnya yang biasanya dikenal dengan istilah TB ekstra paru.

Sedangkan bila mengenai tulang, maka disebut dengan TB tulang atau TBC tulang. Sejak 20 tahun terakhir, kasus TBC tulang terus bertambah di negara-negara berkembang, terkait dengan masalah malnutrisi. Selain itu, kasus TBC tulang juga meningkat kasusnya pada penderita HIV/AIDS.

TBC tulang juga dapat timbul akibat resistensi obat saat pengobatan TBC paru yang akhirnya terjadi penyebaran ke bagian tubuh lainnya.

Bakteri tuberculosis bisa menginfeksi tulang apapun di tubuh, tetapi paling sering menyerang tulang belakang. Kasus yang terjadi pada tulang belakang bisa mencapai 50% dari seluruh jumlah kasus TBC tulang. Penyakit TBC tulang belakang juga dikenal dengan Pott’s disease, biasanya menyerang tulang belakang yang setinggi dengan bagian dada (toraks). Selain itu, TB tulang bisa terjadi di persendian pinggul, persendian lutut, persendian pergelangan kaki, tulang area bahu, dan tulang area siku.

1 dari 2 halaman

Kenali gejala-gejalanya

Agar lebih waspada terhadap kemungkinan munculnya TBC tulang, Anda perlu mengenali gejala yang menyertainya. Gejala yang dapat timbul saat mengalami TBC tulang, yaitu:

● Nyeri

Gejala nyeri yang ditimbulkan pada TBC tulang bervariasi, bergantung dari bagian tulang yang terkena. TBC pada persendian dapat menyebabkan nyeri akut dan kekakuan pada sendi. Sedangkan, TBC tulang belakang dapat menimbulkan rasa nyeri di bagian punggung secara konstan.

● Peradangan sendi

Tuberkulosis pada sendi biasanya menyerang sendi panggul dan lutut. Kondisi ini dapat menimbulkan gejala kekakuan pada sendi hingga timbulnya abses (penumpukan nanah) di sendi.

● Kelumpuhan

Kondisi TBC tulang belakang yang tidak didiagnosis secara dini dan mendapat penanganan yang tepat, maka dapat menyerang jaringan lain di sekitar tulang belakang secara cepat, termasuk saraf yang berada di sepanjang tulang belakang. Ketika sudah mengenai saraf tersebut, maka TBC dapat menimbulkan gejala kelumpuhan.

● Tonjolan di punggung

TBC tulang belakang yang semakin hebat dapat pula terus merusak piringan tulang belakang. Pada akhirnya, keadaan tersebut menyebabkan penonjolan tulang belakang keluar. Tonjolan ini dikenal dengan istilah gibbus.

Tidak selalu diikuti gejala TBC

Penderita TBC tulang tidak selalu mengalami gejala klasik dari TBC, seperti demam, keringat malam, atau pun penurunan berat badan. Namun, 50% penderita TBC tulang juga mengalami infeksi TBC pada organ parunya.

Meskipun demikian, biasanya infeksi di paru tersebut tidak bersifat aktif atau dorman. Pada umumnya, penderita TBC tulang tidak menular karena penularan terjadi melalui droplet yang dibatukkan.

Diagnosis TBC tulang berdasarkan wawancara medis, pemeriksaan fisik, hingga pemeriksaan penunjang berupa pemeriksaan darah, tes kulit mantoux (melihat reaksi kulit yang disuntikkan dengan sedikit antigen TB), MRI atau CT Scan pada tulang, foto rontgen dada dan tulang belakang, serta biopsi  (pengambilan sebagian jaringan tulang) bila diperlukan.

Pengobatan TBC tulang dilakukan dengan pemberian antibiotik dalam jangka waktu yang ditentukan, tergantung pada keparahan penyakitnya. Ada kalanya diperlukan tindakan operasi, seperti pada TBC tulang belakang. Pengobatan juga bertujuan untuk mencegah terjadinya komplikasi seperti kecacatan.

Upaya pencegahan ini bisa Anda lakukan dengan melakukan banyak cara. Lakukan vaksinasi, kenakan masker ketika berinteraksi dengan penderita, mencuci tangan secara teratur dan menjaga kebersihan diri, serta menjaga agar ventilasi rumah dalam kondisi baik.

Kini Anda telah mengetahui bahwa TBC tidak hanya menyerang organ paru, namun beberapa bagian tubuh lainnya, termasuk tulang belakang, sehingga kemudian dikenal dengan sebutan TBC tulang. Mengingat jumlah kasus TBC masih tergolong tinggi di Indonesia, maka seyogyanya Anda lebih waspada.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar