Sukses

Keputihan Disertai Nyeri Perut, Gejala Apakah Itu?

Keputihan umum dialami oleh wanita. Namun, jika Anda mengalami keputihan yang disertai nyeri perut, maka patut waspada.

Klikdokter.com, Jakarta Saat wanita mengalami keputihan, akan keluar cairan dari vagina yang biasanya berwarna putih kekuningan dan menggumpal. Penderitanya juga dapat mengeluh adanya rasa gatal pada daerah vagina. Namun, apabila keputihan timbul disertai nyeri perut, Anda perlu waspada.

Biasanya keputihan merupakan tanda adanya infeksi dari saluran reproduksi wanita. Keputihan yang disertai dengan keluhan nyeri perut bisa jadi merupakan tanda dari Pelvic Inflammatory Disease(PID).

Apa itu PID ?

Pelvic Inflammatory Disease atau disingkat PID adalah infeksi pada sistem reproduksi wanita yang melibatkan struktur uterus, tuba falopi dan ovarium. Infeksi vagina ini dapat menyebabkan berbagai komplikasi seperti infertilitas, kehamilan ektopik dan keganasan.

Penyakit ini disebabkan oleh infeksi yang disebarkan oleh bakteri seperti Neisseria gonorrhoeae atau Chlamydia trachomatis. Kedua bakteri ini dapat dijumpai pada 75-90% kasus PID. Beberapa bakteri lain yang juga dapat menyebabkan PID adalah Prevotella bivia, Streptococcus pyogenes, Bacteroides spp, dan Escherichia coli.

Berbagai bakteri ini mendapatkan akses masuk ke organ reproduksi wanita melalui vagina. Faktor risiko terjadinya penyakit ini mirip dengan faktor risiko penyakit menular seksual yang lain, yakni hubungan seksual yang dilakukan dengan banyak orang.

Waspada gejala PID

Gejala dari PID bervariasi mulai dari gejala yang ringan sampai gejala yang berat. Umumnya, gejala PID adalah:

  • Demam
  • Nyeri serviks
  • Nyeri perut bagian bawah
  • Duh tubuh (keluarnya cairan dari vagina)
  • Nyeri saat berhubungan
  • Menstruasi yang tidak teratur

PID juga dapat menyebabkan penjalaran infeksi ke organ dalam reproduksi wanita, seperti endometrium, tuba ovarium dan daerah ovarium.

Diagnosis yang dijalani pasien

Diagnosis PID dilakukan setelah seorang pasien menjalani serangkaian pemeriksaan, berdasarkan wawancara medis dan pemeriksaan fisik yang khas. Pada wawancara medis, seorang pasien akan mengeluhkan adanya nyeri perut dengan duh tubuh berwarna putih yang menggumpal.

Pada pemeriksaan fisik akan dijumpai adanya demam, nyeri pada daerah perut bagian bawah dan nyeri pada saat permeriksaan serviks. Diagnosis juga dapat ditunjang dengan pemeriksaan duh tubuh yang keluar. Duh tubuh ini dapat diambil untuk pemeriksaan mikrobiologis.

Metode lain untuk mendiagnosis penyebab dari PID adalah dengan melakukan pemeriksaan laparoskopik untuk mengambil sampel jaringan yang terinfeksi.

Kenali terapi dan pencegahan PID

Terapi dari PID dimulai dengan pemberian antibiotik yang cukup. Apabila tidak ada perbaikan dalam dua sampai tiga hari, maka pemeriksaan lebih lanjut diperlukan. Penggunaan antibiotik oral dapat dipertimbangkan untuk kasus ringan sampai sedang. Pemilihan antibiotik yang dapat digunakan adalah golongan Klindamisin atau berbasis Eritromisin.

Pencegahan PID dapat dilakukan melalui pembatasan hubungan seksual hanya dengan satu orang saja. Banyak pasangan yang berbeda dan penggunaan kondom saat berhubungan dapat berisiko memicu PID.Selain itu, apabila seorang wanita didiagnosis dengan PID, maka pemeriksaan terhadap pasangannya juga perlu dilakukan.

PID adalah penyakit infeksi vagina yang dapat disembuhkan, namun berpotensi menyebabkan gangguan permanen. Salah satu komplikasi yang dapat terjadi adalah timbulnya jaringan parut pada tuba yang dapat menyebabkan infertilitas dan nyeri abdomen. Karena itu, penanganan PID yang tepat diperlukan.

Jadi, apakah Anda sering mengalami keputihan dan nyeri perut? Jika iya, maka kunjungilah segera dokter Anda untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. PID yang tidak ditangani dengan baik berpotensi menyebabkan komplikasi seperti infertilitas.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar