Sukses

Cara Efektif Atasi Badan Lemas Akibat Diare

Badan lemas kerap terjadi setelah diare. Jangan panik, ini cara efektif untuk mengatasinya.

Klikdokter.com, Jakarta Diare merupakan gangguan saluran cerna yang ditandai dengan peningkatan frekuensi buang air besar menjadi tiga kali atau lebih dalam sehari, dengan konsistensi tinja sangat lembek atau cair. Penyakit ini sangat menganggu, karena selain harus bolak-balik ke kamar mandi, diare juga turut menyebabkan badan lemas pada penderitanya.

Ya, seseorang yang diare sangat mungkin untuk mengalami badan lemas seperti tak bertenaga. Beberapa alasan yang mendasari kondisi ini, di antaranya:

1.    Dehidrasi

Dehidrasi atau kurang cairan merupakan salah satu komplikasi tersering dari diare. Selain badan lemas, dehidrasi juga ditandai dengan:

  • Mulut dan bibir kering
  • Mata cekung
  • Kehausan
  • Buang air kecil lebih jarang
  • Air seni terlihat lebih pekat

Jika mengalami dehidrasi akibat diare, Anda dianjurkan untuk mengonsumsi oralit guna menggantikan cairan tubuh yang hilang. Larutan oralit dapat dibeli di toko atau apotek.

Anda juga dapat membuatnya sendiri dengan mencampurkan setengah sendok teh garam dan 8 sendok teh gula pasir. Lalu, tambahkan satu liter air matang dan aduk hingga merata.

Bila Anda sulit mengonsumsi oralit karena mual, kuah sup ayam juga bisa menjadi alternatif untuk menggantikan cairan yang hilang akibat diare.

2.    Hipokalemia

Saat diare, tinja keluar bersama dengan air dan elektrolitnya. Oleh karena itu, diare bisa menyebabkan gangguan elektrolit, salah satunya hipokalemia atau kadar kalium di bawah normal.

Kalium merupakan elektrolit yang berperan dalam kontraksi otot, usus, dan jantung. Jika kadarnya rendah, kontraksi organ-organ tersebut akan terganggu, hingga akhirnya menimbulkan keluhan badan lemas.

Untuk mengatasi hipokalemia, Anda dapat mengonsumsi makanan yang mengandung kalium tinggi seperti pisang, kentang, bayam, ikan, dan kacang-kacangan.

Namun demikian, bila badan lemas disertai dengan kesulitan menggerakkan tangan dan kaki, atau disertai dengan perut yang sangat kembung, sebaiknya segera kunjungi rumah sakit terdekat. Gejala-gejala tersebut merupakan gejala hipokalemia berat yang membutuhkan kalium melalui infus.

3.    Hiponatremia

Selain kalium, natrium juga merupakan salah satu jenis elektrolit yang dapat berkurang jumlahnya saat diare. Kondisi natrium di bawah nilai normal disebut hiponatremia.

Hiponatremia menimbulkan gejala berupa badan lemas dan lelah, merasa tidak punya energi untuk beraktivitas, sakit kepala dan terlihat gelisah. Bila hiponatremia yang dialami cukup berat, penderita akan mengalami penurunan kesadaran dan kejang.

Pengobatan hiponatremia dilakukan dengan memberikan natrium melalui cairan infus di rumah sakit.

Mencegah badan lemas akibat diare

Untuk mencegah terjadinya badan lemas akibat diare, berikut langkah-langkah yang perlu Anda lakukan:

  • Minum air putih setidaknya 1,5 liter per hari saat diare.
  • Mengonsumsi makanan yang “ramah untuk perut” selama diare, seperti roti tawar, crackers, pisang, apel, dan kentang.
  • Hindari minuman berkafein hingga 2 hari setelah diare hilang.
  • Konsumsi obat yang mengandung kaolin atau pectin.
  • Makanan atau minuman yang mengandung probiotik dapat dikonsumsi untuk mempercepat penyembuhan diare.
  • Jika diare disertai dengan darah dan lendir atau kram perut yang hebat, segera berobat ke dokter.

Jangan biarkan badan lemas akibat diare menganggu aktivitas atau bahkan menurunkan kualitas hidup Anda. Lakukan tindakan di atas dengan saksama. Namun, jika tindakan tersebut masih belum mampu mengatasi badan lemas akibat diare, jangan ragu untuk segera berobat ke dokter.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar