Sukses

5 Makanan Ini Sebabkan Kanker? Ini Faktanya

Benarkah makanan-makanan ini dapat menyebabkan penyakit kanker?

Klikdokter.com, Jakarta Sejumlah penelitian mengungkap bahwa beberapa makanan memiliki senyawa bermanfaat yang dapat membantu mengurangi pertumbuhan kanker. Pada satu sisi, ada pula yang percaya bahwa jenis makanan tertentu dapat mendorong Anda ke jurang kanker. Beberapa makanan yang kena tuduhan ini, antara lain lele, makanan asam, MSG, keju, dan roti.

Benarkah mereka dapat memicu pertumbuhan sel-sel kanker di dalam tubuh? Yuk, simak faktanya!

1. Lele

Mungkin Anda pernah mendengar informasi yang beredar bahwa lele memiliki 3.000 sel kanker. Jika ada yang beranggapan seperti ini, sebenarnya tak mengejutkan juga. Banyak orang menjuluki lele sebagai ikan paling jorok karena doyan melahap segala jenis limbah di perairan, termasuk kotoran manusia. 

Faktanya, lele tidak semengerikan itu. Ikan “berkumis” ini bahkan rendah kolesterol dan menyimpan segudang asam lemak omega-3 serta omega-6. “Asam lemak omega 3 dan omega 6 sering dikaitkan dengan penurunan tekanan darah, serta membantu menurunkan risiko beberapa jenis kanker,” kata dr. Kartika Mayasari pada KlikDokter.

Namun, ada hal-hal yang harus diperhatikan sebelum makan lele. “Pilih jenis lele yang dibudidayakan secara khusus karena biasanya lebih bersih,” jelas dr. Kartika. Artinya, jika memenuhi syarat peternakan dalam membudidayakannya, maka lele yang dipanen termasuk aman.

Selain itu, jika Anda ingin hendak mengonsumsi lele yang tumbuh bebas atau kurang jelas asal usulnya, sebaiknya pelihara terlebih dahulu selama beberapa hari di kolam dengan air mengalir.

2. Roti

Tahun ini, para periset dari Universitas Sorbonne di Paris memasukkan roti kemasan yang diproduksi secara massal ke dalam makanan ultra-processed (ultra-olahan).

Dilansir BBC, penelitian mereka yang dipublikasikan di British Medical Journal menunjukkan bahwa jika proporsi makanan ultra-olahan dalam diet Anda meningkat sebesar 10%, maka jumlah kanker yang terdeteksi juga menanjak hingga 12%.

Namun, para periset mengatakan bahwa temuan mereka perlu dikonfirmasi lebih lanjut oleh penelitian berskala besar lainnya untuk benar-benar mengungkap kaitan antara makanan ultra-olahan dan kanker. Di samping itu, beberapa ahli kesehatan lainnya kurang setuju dengan hasil penelitian tersebut. Alasannya, definisi ultra-olahan yang digunakan pada penelitian tersebut terlalu luas bahkan buruk.

3. Makanan asam

Tanpa disadari, banyak makanan yang Anda konsumsi mengandung asam. Keasaman suatu makanan tidak diukur dari rasanya yang asam, tetapi kadar pH-nya yang rendah. Contoh makanan yang ternyata menyimpan asam tinggi adalah susu, nasi, pasta, alkohol, alpukat, dan pistachio.

Beberapa orang percaya bahwa kanker tumbuh subur di lingkungan asam. Mereka pun mencoba untuk makan lebih banyak makanan yang bersifat alkali dan yang tidak terlalu asam.

Lalu, apa benar makanan asam bisa menyebabkan kanker? Jawabannya tidak. Kanker menciptakan lingkungan asamnya sendiri melalui peningkatan glikolisis dan mengurangi sirkulasi. Dengan demikian, keasaman diet Anda tidak akan memengaruhi perkembangan kanker. Namun, jika terlalu banyak mengonsumsi asupan asam, ada beberapa gejala yang dapat muncul, antara lain lelah, sakit kepala, dan kulit kering.

4. Keju

Telah banyak penelitian yang meninjau hubungan antara konsumsi produk susu—termasuk keju—dan kanker. Beberapa menunjukkan bahwa susu dapat melindungi tubuh terhadap kanker, sementara yang lain menyebutkan bahwa susu dapat meningkatkan risiko kanker. Jadi, mana yang benar?

Perlu diketahui bahwa sebagian besar bukti yang ada didasarkan pada studi observasional. Artinya, bukti tersebut memang sugestif tetapi belum pasti. Hal yang dapat Anda lakukan sekarang adalah mengonsumsi keju dan produk susu lainnya secukupnya dan seimbangkan diet Anda dengan berbagai makanan segar dan utuh. 

5. Gula

Gula memang berperan pada proses terbentuknya kanker. Namun, ini tidak serta-merta menjadikan gula sebagai penyebab langsung penyakit ini. Menurut dr. Fiona Amelia, MPH, dari KlikDokter, hubungan antara gula dan kanker sebenarnya berkaitan erat dengan kegemukan atau obesitas.

“Pengelolaan gula di dalam tubuh individu yang kegemukan dengan individu yang normal akan berbeda.  Pada individu yang kegemukan, kadar gula darah cenderung meningkat karena tubuh mulai resistan dengan kerja hormon insulin. Kadar hormon pun berangsur-angsur meningkat sebagai kompensasinya. Peningkatan ini diketahui berhubungan dengan risiko terjadinya kanker,” jelasnya.

Untuk menghindari kanker, tingkatkanlah asupan makanan segar dan utuh dalam diet Anda. Perhatikan juga kebiasaan Anda sehari-hari. Misalnya, jika Anda perokok aktif, mulailah melakukan cara untuk berhenti karena hal ini dapat meningkatkan risiko kanker.

[RS/ RVS]

1 Komentar