Sukses

Penis Nyeri Saat Ereksi, Gejala Apa?

Kondisi penis nyeri saat ereksi bisa berujung pada rasa frustasi. Berikut ini beberapa kemungkinan penyebab kondisi tersebut.

Klikdokter.com, Jakarta Ereksi merupakan proses kompleks yang menandai adanya hasrat seksual pada pria. Ereksi dimulai ketika seorang pria melihat, mendengar, atau merasakan sesuatu yang dianggap menggairahkan. Saat itu saraf akan “mengirimkan pesan” kepada pembuluh darah untuk mengumpulkan sejumlah darah di penis, sehingga terjadilah ereksi. Proses ereksi hingga ejakulasi seharusnya menjadi hal yang memuaskan bagi pria. Namun, apa jadinya bila penis nyeri saat ereksi?

Penis nyeri saat ereksi jelas bukan hal yang normal, melainkan merupakan tanda dari penyakit tertentu. Kondisi ini bukan saja menyebabkan pria sulit mendapatkan kepuasan seksual, tetapi juga tak jarang menyebabkan penderitanya depresi. Oleh karena itu, adanya keluhan penis nyeri saat ereksi tak dapat disepelekan.

Berikut ini adalah beberapa penyebab penis nyeri saat ereksi.

1.    Penyakit Peyronie

Penyakit Peyronie merupakan kelainan penis yang disebabkan oleh adanya jaringan parut di dalam penis. Dalam keadaan normal, jaringan parut sama sekali tidak ada di dalam penis. Kondisi ini menyebabkan penis terlihat lebih pendek, bengkok, dan nyeri saat ereksi.  Adanya jaringan parut tersebut mengganggu elastisitas penis. Saat ereksi, harusnya penis menjadi lebih panjang dan tegang. Namun, kondisi ini sulit terjadi pada penderita penyakit Peyronie karena adanya tahanan dari jaringan parut.

Penyakit Peyronie lebih rentan dialami oleh orang-orang yang sudah pernah mengalami cedera atau infeksi di penisnya. Bila mengalami penyakit ini, Anda harus berkonsultasi dengan dokter ahli urologi. Pengobatan penyakit Peyronie bisa dengan orat-obatan, traksi, atau dengan operasi.

2.    Penis patah

Penis patah, atau secara medis disebut sebagai fraktur penis, sebenarnya adalah istilah yang salah kaprah. Istilah parah atau fraktur sebenarnya digunakan untuk tulang, sementara penis sendiri tak memiliki tulang.

Pada saat ereksi, penis akan memanjang dan keras seperti tulang. Bila timbul cedera saat ereksi, jaringan di dalam penis bisa mengalami robekan. Penis akan terlihat bengkok dan bengkak seperti terong. Kondisi inilah yang disebut penis patah. Dari semua kejadian penis patah, sebagian besar penyebabnya adalah hubungan seksual yang terlalu “keras”.

Kondisi penis patah merupakan kegawatan yang harus ditangani segera. Oleh karena itu, bila hal ini terjadi pada Anda, segera bungkus penis dengan kompres es, lalu segera ke rumah sakit. Sebagian kasus penis patah membutuhkan tindakan operasi oleh dokter ahli urologi.

3.    Priapismus

Priapismus terjadi saat penis mengalami ereksi secara spontan tanpa adanya rangsangan seksual apa pun, dan tanpa adanya keinginan ereksi dari penderitanya. Pada penyakit priapismus, ereksi biasanya terjadi selama lebih dari empat jam. Ereksi yang berkepanjangan ini menyebabkan penderitanya kesakitan.

Sebagian besar kasus priapismus tidak jelas penyebabnya. Namun, beberapa kasus dicetuskan oleh kebiasaan minum alkohol dan efek samping beberapa jenis obat. Priapismus merupakan kondisi darurat yang butuh penanganan segera. Jika dibiarkan terlalu lama, dapat terjadi kerusakan sel-sel di penis. Pengobatan priapismus biasanya dilakukan dengan menyedot sebagian darah di dalam penis dengan jarum suntik.

4.    Balanitis

Balanitis adalah infeksi yang terjadi pada kepala penis (glans penis). Kondisi ini paling sering disebabkan karena infeksi bakteri dan jamur.

Pada balanitis, penis tak hanya nyeri saat ereksi saja, melainkan juga nyeri dalam keadaan normal. Selain itu, nyeri juga dirasakan saat penderitanya buang air kecil. Kepala penis juga akan terlihat lebih bengkak dan memerah.

Balanitis harus diobati dengan antibiotik. Selain itu, untuk mencegahnya berulang, penderita balanitis harus menjaga kebersihan penisnya dengan baik. Kotoran yang terletak di antara kepala dan batang penis (disebut dengan smegma) harus dibersihkan setiap mandi.

Sebagian besar keluhan penis nyeri saat ereksi harus ditangani dengan segera. Segeralah ke dokter bila Anda merasakan adanya keluhan-keluhan seperti yang dijabarkan di atas.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar