Sukses

Ibu Hamil, Perhatikan Hal Ini Saat USG Trimester 3

Bagi para ibu hamil, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan saat pemeriksaan USG pada trimester 3.

Akhirnya, Anda telah tiba di trimester akhir kehamilan. Janin yang dikandung oleh ibu telah sampai pada tahap penyempurnaan dan akan terus bertambah besar sampai nanti saatnya bayi dilahirkan ke dunia.

USG pada trimester 3 dapat memberikan berbagai informasi penting terkait pertumbuhan janin dan persiapan persalinan ibu. Lalu, apa saja hal yang perlu diperhatikan ibu hamil saat pemeriksaan USG pada kehamilan trimester 3?

1 dari 3 halaman

Kapan Harus Melakukan USG pada Trimester 3?

Berdasarkan anjuran Badan Kesehatan Dunia (WHO), ibu hamil diwajibkan melakukan pemeriksaan antenatal secara rutin setidaknya delapan kali bertatap muka dengan tenaga kesehatan.

Pemeriksaan rutin tersebut tak hanya memeriksa kondisi ibu saja, melainkan juga menilai kondisi janin melalui pemeriksaan USG abdominal maupun transvaginal. 

Berdasarkan panduan dari WHO, pemeriksaan saat hamil dilakukan satu kali saat trimester 1, dua kali saat trimester 2, dan lima kali saat memasuki kehamilan trimester 3.

Sementara itu, waktu anjuran dari WHO untuk melakukan pemeriksaan di trimester ketiga akan lebih sering, yaitu saat usia kehamilan 30, 34, 36, 38, dan 40 minggu.

Di Indonesia, pemeriksaan USG cukup dilakukan tiga kali selama kehamilan, masing-masing satu kali pada tiap trimester untuk menilai perkembangan setiap trimesternya.

Namun, bagi ibu hamil yang memiliki kondisi khusus, seperti diabetes gestasional, preeklampsia, dan plasenta previa, USG menjadi pemeriksaan yang rutin dilakukan saat antenatal care, khususnya pada trimester 3.

Artikel Lainnya: Yuk, Kenali 3 Jenis Pemeriksaan USG Kehamilan

2 dari 3 halaman

Perhatikan Ini Saat USG Trimester 3

Terdapat banyak anggapan bahwa USG membuat janin terpapar radiasi sehingga tidak perlu dilakukan. Padahal, pemeriksaan USG trimester 3 memberikan banyak gambaran untuk persiapan persalinan kelak.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan ibu hamil seputar pemeriksaan USG pada trimester ketiga:

  1. Menilai Pertumbuhan Bayi

Pemeriksaan USG trimester 3 merupakan pemeriksaan terakhir untuk menilai pertumbuhan bayi dan mendeteksi adanya kelainan, terutama kelainan anatomi tubuh janin sebelum dilahirkan.

Sama seperti pemeriksaan USG pada trimester-trimester sebelumnya, pada pemeriksaan di trimester ketiga ini juga dilakukan pengukuran berbagai indikator biometrik janin untuk kemudian dibandingkan dengan angka pengukuran standar sesuai usia kehamilan.

Selain itu, dilakukan juga penghitungan taksiran berat janin untuk mengetahui apakah ada gangguan pertumbuhan, sehingga dapat dicari penyebabnya dan segera ditangani.

Artikel Lainnya: Hal Ini Harus Diperhatikan Ibu Hamil Saat USG Trimester 1

  1. Memperkirakan Jumlah Ketuban

Menilai jumlah ketuban juga menjadi perhatian dalam melakukan USG trimester 3. Pasalnya, air ketuban menunjukkan kondisi kesehatan janin.

Jumlah air ketuban yang sedikit bisa mengganggu pertumbuhan bayi mengingat melalui air ketubanlah bayi mendapatkan nutrisi.

Sementara, jumlah air ketuban yang terlalu banyak juga bisa meningkatkan risiko melahirkan secara prematur dan lepasnya plasenta dari dinding rahim.

  1. Mendeteksi Kemungkinan Bayi Kembar

Pemeriksaan USG pada trimester 3 kehamilan penting dilakukan sebagai upaya untuk mendeteksi kemungkinan bayi kembar. Selain itu, USG juga dilakukan untuk melihat kesehatan bayi, apakah bayi tumbuh secara normal atau tidak.

  1. Letak Plasenta

Letak plasenta dapat dideteksi dari pemeriksaan USG trimester 3. Pemeriksaan ditujukan untuk memeriksa apakah letaknya normal, menghalangi jalan lahir sebagian, atau bahkan menutup jalan lahir sama sekali.

Dengan mengetahui letak plasenta, maka cara persalinan bisa dipertimbangkan, apakah normal atau dengan operasi caesar.

Perlu diketahui, ibu hamil dengan letak plasenta yang menutupi jalan lahir rentan mengalami perdarahan saat kehamilan. Dengan melakukan pemeriksaan rutin, diharapkan risiko perdarahan dan persalinan prematur bisa dihindari.

Artikel Lainnya: Saat USG Trimester 2, Ibu Hamil Perlu Perhatikan 3 Hal Ini

  1. Posisi Bayi 

Salah satu hal yang memengaruhi proses persalinan adalah posisi janin dan perbandingan antara diameter kepala janin dengan panggul ibu sebagai ‘gerbang’ persalinan nanti.

Pemeriksaan USG trimester 3 dapat mengetahui posisi janin. Perlu Anda tahu, selain posisi normal, terdapat berbagai variasi posisi janin, seperti sungsang (kepala di atas) atau melintang (janin horizontal).

Posisi janin yang normal dan diharapkan menjelang hari perkiraan lahir adalah posisi dengan kepala janin terletak di bawah.

Posisi sungsang sebenarnya dapat diusahakan berputar dengan latihan bersujud atau knee-chest position. Namun, cara ini hanya efektif jika dilakukan sebelum usia kehamilan 35-36 minggu.

Apabila sampai usia 40 minggu janin masih berada dalam posisi sungsang, besar kemungkinan dokter akan menyarankan untuk melakukan persalinan dengan operasi caesar.

Pasalnya, meski ada beberapa metode untuk membantu persalinan melalui vagina dengan posisi janin yang sungsang, prosedur tersebut memiliki risiko yang lebih besar.

Itulah hal yang perlu diperhatikan ibu hamil saat pemeriksaan USG trimester 3. Pemeriksaan USG aman jika dilakukan oleh dokter yang berkompetensi. Dengan interpretasi yang tepat, tindakan ini akan memberikan banyak informasi bermanfaat bagi ibu hamil dan bayi, terutama untuk proses persalinan nanti.

Jika memiliki pertanyaan seputar topik terkait ataupun masalah kesehatan lainnya, tanyakan saja kepada dokter lewat fitur Live Chat 24 jam di aplikasi KlikDokter.

[WA]

0 Komentar

Belum ada komentar