Sukses

Ibu Hamil, Perhatikan 3 Hal Ini Saat USG Trimester 3

Bagi para ibu hamil ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan saat periksa USG pada trimester 3.

Klikdokter.com, Jakarta Sampai di trimester ketiga, Anda telah tiba di trimester akhir kehamilan. Janin yang dikandung oleh ibu hamil telah sampai pada tahap penyempurnaan dan akan terus bertambah besar sampai nanti saatnya bayi dilahirkan ke dunia. USG pada trimester 3 dapat memberikan berbagai informasi penting terkait pertumbuhan janin dan persiapan persalinan ibu.

Fokus pemeriksaan USG pada trimester ketiga adalah evaluasi pertumbuhan janin dan menilai kembali lokasi plasenta, apakah menghalangi jalan lahir atau tidak. Pemeriksaan USG di trimester akhir ini sangat berguna dalam menentukan proses kelahiran secara spontan atau membutuhkan tindakan caesar.

Berikut 3 poin yang perlu Anda ketahui seputar pemeriksaan USG pada kehamilan di usia trimester ketiga.

1. Bisa atau tidak dilakukan

Secara umum, memang pemeriksaan USG tidak perlu sering dilakukan. Di Indonesia terutama, pemeriksaan USG cukup dilakukan 3 kali selama kehamilan, masing-masing 1 kali pada setiap trimester.

Namun, jangan kaget bahwa pemeriksaan USG terutama di trimester ketiga bisa jadi tidak dilakukan atau bukan menjadi hal yang wajib, seperti yang banyak diregulasikan di negara lain.

Di beberapa negara, pemeriksaan USG pada trimester ketiga merupakan suatu pilihan. Dalam petunjuk rekomendasi yang dikeluarkan WHO untuk antenatal care sendiri, pemeriksaan USG hanya dianjurkan setidaknya satu kali pada usia kehamilan sebelum 24 minggu.

2. Pemeriksaan terakhir

Pemeriksaan USG di trimester ketiga merupakan pemeriksaan terakhir untuk mendeteksi adanya kelainan terutama kelainan anatomi tubuh janin sebelum dilahirkan.

Di Indonesia, temuan adanya kelainan pertumbuhan dan perkembangan janin lebih berfungsi kepada informasi awal bagi calon ibu dan ayah.

Sama seperti pemeriksaan USG pada trimester-trimester sebelumnya, pada pemeriksaan di trimester ketiga ini juga dilakukan pengukuran berbagai indikator biometrik janin untuk kemudian dibandingkan dengan angka pengukuran standar sesuai usia kehamilan.

Dilakukan juga penghitungan taksiran berat janin untuk mengetahui apakah ada gangguan pertumbuhan, sehingga dapat dicari penyebabnya dan segera ditangani.

3. Persiapan persalinan

Berbagai hal perlu diperiksa terkait dengan proses persalinan di akhir trimester ketiga nanti. Dokter akan mengevaluasi letak plasenta, apakah normal, menghalangi jalan lahir sebagian, atau bahkan menutup jalan lahir sama sekali.

Ini akan berpengaruh kepada pertimbangan cara persalinan, normal atau dengan operasi caesar.

Selain letak plasenta, hal lain yang memengaruhi proses persalinan adalah posisi janin dan perbandingan antara diameter kepala janin dengan panggul ibu sebagai ‘gerbang’ persalinan nanti.

Posisi janin yang normal dan diharapkan menjelang hari perkiraan lahir adalah posisi dengan kepala janin terletak di bawah. Terdapat berbagai variasi posisi janin, seperti sungsang (kepala di atas) atau melintang (janin horizontal).

Posisi sungsang ini sebenarnya dapat diusahakan berputar dengan latihan bersujud atau knee-chest position. Namun, cara ini hanya efektif jika dilakukan sebelum usia kehamilan 35-36 minggu.

Apabila sampai usia 40 minggu janin masih berada dalam posisi sungsang, besar kemungkinan dokter akan menyarankan untuk dilakukan persalinan dengan operasi caesar.

Hal ini dikarenakan meski ada beberapa metode untuk membantu persalinan melalui vagina dengan posisi janin yang sungsang, prosedur tersebut memiliki risiko yang lebih besar.

Tidak perlu khawatir, pemeriksaan USG aman dilakukan pada trimester ketiga jika dilakukan oleh dokter yang memiliki kompetensi untuk melakukannya. Dengan interpretasi yang tepat, pemeriksaan USG pada kehamilan trimester 3 akan memberikan banyak informasi bermanfaat bagi ibu hamil dan bayi, terutama untuk proses persalinan nanti.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar