Sukses

Hipotermia, Bahaya Aksi Pesulap Limbad Dikubur dalam Balok Es

Aksi dikubur dalam balok es yang dilakukan pesulap Limbad menuai bahaya hipotermia yang mengancam jiwanya!

Klikdokter.com, Jakarta Lama tak terdengar, pesulap nyentrik Limbad dikabarkan dalam kondisi kritis. Hal ini terjadi setelah ia melakukan aksi ekstrem dikubur dalam tumpukan balok es selama kurang lebih 15 jam tanpa henti. Bahkan, pesulap yang memang terkenal biasa melakukan aksi berbahaya ini sempat dikabarkan tidak sadarkan diri. Akibat hipotermia, Limbad segera mendapat pertolongan dokter terkait dengan kondisinya tersebut.

Aksi sulap yang dilakukan oleh Limbad tersebut memang memiliki risiko yang begitu besar. Dengan menguburkan diri ke dalam tumpukan balok es, Limbad bisa mengalami masalah kesehatan, yaitu hipotermia.

Hipotermia merupakan keadaan darurat yang terjadi ketika tubuh kehilangan suhu panas lebih cepat dari kemampuan tubuh untuk menghasilkan suhu panas itu sendiri. Suhu normal tubuh berkisar antara 36,5–37,2  derajat Celcius. Pada kondisi hipotermia, suhu tubuh bisa turun secara drastis hingga di bawah 35 derajat Celcius. Bahkan, pada hipotermia yang berat, suhu tubuh bisa turun hingga 27  derajat Celcius atau lebih rendah lagi. Umumnya, hipotermia terjadi akibat terkena paparan suhu dingin di luar tubuh dalam waktu lama. Pada kasus Limbad, ia terpapar suhu dingin melalui balok es dalam jangka waktu yang lama.

Pada keadaan suhu tubuh turun drastis seperti pada hipotermia, organ jantung, paru, sistem saraf dan berbagai organ di dalam tubuh tidak bisa menjalankan fungsinya sebagaimana mestinya.

Organ jantung merupakan salah satu organ yang menghasilkan panas terbanyak di dalam tubuh, selain organ hati. Bila keadaan hipotermia tidak segera ditangani, tentu dapat terjadi kegagalan fungsi jantung dan peredaran darah, maupun sistem pernapasan yang pada akhirnya dapat berujung pada kematian. Sangat jelas bahwa hipotermia benar-benar berbahaya karena mengancam jiwa.

Selama terjadi paparan dengan suhu dingin, tubuh bisa kehilangan suhu panas hingga 90 persen melalui kulit dan proses pernapasan. Kehilangan panas melalui kulit yang biasanya dengan proses radiasi akan meningkat ketika kulit terpapar dengan angin atau kondisi lembap, sedangkan paparan suhu dingin yang didapat ketika terbenam di dalam air yang dingin bisa menyebabkan kehilangan panas tubuh 25 kali lebih cepat.

Selain pemeriksaan suhu tubuh, ada beberapa gejala yang dapat timbul ketika seseorang mengalami hipotermia, meliputi:

  • Tubuh gemetaran
  • Pernapasan lambat dan dangkal
  • Nadi teraba lemah
  • Penurunan kesadaran
  • Penurunan koordinasi tubuh
  • Lemas
  • Bergumam saat mengeluarkan suara
  • Pucat

Setiap orang yang mengalami hipotermia harus segera mendapat pertolongan medis. Bila pertolongan medis belum datang, ada beberapa upaya pertolongan pertama yang dapat Anda lakukan, yaitu:

  • Posisikan penderita dalam posisi berbaring di tempat yang hangat dan kering. Pergerakan yang berlebihan dapat mencetuskan serangan jantung
  • Baringkan penderita di atas permukaan yang hangat
  • Lepaskan pakaian yang basah. Bila perlu potong bagian pakaian atau aksesori yang dapat menjadi sumber paparan suhu dingin
  • Lapisi seluruh tubuh dan kepala dengan selimut, pastikan tidak menutupi wajah
  • Kompres hangat dengan menggunakan kantung kompres yang bisa diiisi air hangat atau menggunakan handuk hangat yang dikeringkan. Kompres bisa dilakukan di bagian leher, dinding dada, atau lipat paha
  • Bila dalam keadaan sadar dan dapat menelan, penderita dapat diberikan minuman hangat
  • Pantau kesadaran, nadi, dan pernapasan penderita selama menunggu bantuan medis

Demikian beberapa upaya pertolongan pertama yang dapat Anda lakukan terhadap seseorang yang mengalami hipotermia. Selama tim medis memberi pertolongan untuk Limbad usia aksi balok es yang baru dilakukannya, mari kita doakan semoga kondisi Limbad segera pulih.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar