Sukses

Perbedaan Infeksi Lambung karena Bakteri atau Luka

Kenali perbedaan infeksi lambung karena bakteri atau luka!

Klikdokter.com, Jakarta Salah satu masalah kesehatan di saluran pencernaan yang sering menghampiri adalah gastritis atau infeksi lambung. Gastritis berasal dari kata “gaster” yang artinya lambung dan “itis” yang berarti inflamasi atau peradangan. Infeksi lambung merupakan proses inflamasi yang terbatas pada lapisan mukosa dan submukosa dinding lambung.

Peradangan pada lambung dapat diakibatkan oleh sistem perlindungan mukosa lambung yang tidak mampu lagi melindungi lambung akibat paparan berbagai zat yang merugikan secara terus-menerus. Salah satu faktor penyebab tersering dari infeksi lambung adalah infeksi bakteri Helicobacter pylori.

Ada kondisi lain yang bisa menyerang lambung, yaitu tukak lambung. Tukak didefinisikan sebagai kerusakan mukosa lambung yang menyebabkan terjadinya luka dan peradangan lokal di daerah luka tersebut. Disebut tukak apabila terjadi robekan berdiameter ≥5 mm, mulai dari submukosa hingga otot mukosa dinding lambung.

Bila infeksi lambung merupakan proses inflamasi yang terbatas pada lapisan mukosa dan submukosa dinding lambung, kondisi pada tukak lambung adalah sudah hilangnya lapisan epitel permukaan dinding lambung hingga ke lapisan lebih dalam, dengan diameter ≥5 mm.

Gejala infeksi lambung dan tukak lambung

Umumnya, gejala yang dapat muncul pada infeksi lambung bervariasi pada setiap individu, meliputi nyeri di daerah ulu hati, mual, muntah, perut kembung, sering beserdawa, mudah kenyang, ataupun sering buang angin. Sedangkan, gejala yang bisa muncul pada tukak lambung antara lain nyeri ulu hati yang sangat terasa, mual, muntah, perut kembung, muntah darah (hematemesis), buang air besar berwarna hitam (melena), penurunan berat badan, dan anemia (kekurangan hemoglobin) karena perdarahan yang terjadi di lambung. Warna kehitaman pada muntah atau feses merupakan hasil reaksi antara protein ferritin dalam darah dengan asam lambung.

Baik infeksi lambung dan tukang lambung memiliki faktor penyebab yang serupa. Beberapa faktor penyebab seseorang mengalami infeksi lambung dan tukak lambung di antaranya infeksi bakteri, penggunaan obat-obatan antinyeri jangka panjang, usia lanjut, konsumsi alkohol berlebihan, merokok, stres, dan konsumsi makanan pedas.

Pemeriksaan infeksi lambung dan tukak lambung

Mengingat gejala dan tanda yang ditimbulkan pada infeksi lambung oleh bakteri dan tukak lambung bisa serupa, memang perlu dilakukan beberapa pemeriksaan penunjang, yaitu:

● Pemeriksaan bakteri Helicobacter pylori

Pemeriksaan ini dilakukan dengan melalui pengambilan darah, feses, ataupun hembusan napas (urea breath test). Pemeriksaan melalui  urea breath test dianggap paling akurat dibanding pemeriksaan penunjang yang lainnya. Bakteri Helicobacter pylori akan memproduksi enzim urease yang akan memecah urea menjadi amonia dan karbon dioksida.

Secara sederhana, pada urea breath test, pasien akan diminta untuk menelan tablet yang berisi urea. Udara yang keluar saat pasien menghembuskan napas kemudian akan diukur kadar karbon dioksidanya. Hasil kadar karbon dioksida ini kemudian akan mengindikasikan keberadaan bakteri Helicobacter pylori pada lambung pasien.

● Pemeriksaan endoskopi

Pemeriksaan ini dilakukan dengan tindakan memasukkan selang yang dilengkapi dengan kamera ke dalam saluran pencernaan atas. Tindakan ini berfungsi untuk menilai kondisi bagian dalam dari tenggorokan, esofagus, lambung, dan usus halus. Dengan demikian, pemeriksaan ini bisa mengidentifikasi apakah ada tukak atau perlukaan di bagian dalam lambung. Dokter juga bisa mengambil sedikit jaringan lambung yang dicurigai sebagai tempat bersarangnya bakteri Helicobacter pylori.

● Pemeriksaan X-ray

Pemeriksaan ini dilakukan seperti pemeriksaan foto X-ray pada umumnya. Namun, sebelum pemeriksaan pasien akan diminta meminum cairan barium agar lebih mudah mengidentifikasi tukak lambung ataupun kelainan lainnya di dalam lambung.

Memiliki infeksi lambung atau ketika infeksi lambung kambuh memang bukanlah hal yang menyenangkan. Maka, mulai sekarang jagalah kesehatan lambung dengan makan secara teratur dan hindari faktor-faktor penyebab yang telah disebutkan sebelumnya. Apabila sudah memiliki masalah dengan lambung, berobatlah secara teratur!

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar