Sukses

Sumber Makanan Ini Bisa Picu Infeksi Lambung

Jika Anda punya masalah gastritis atau pernah mengalaminya, jauhi makanan ini karena dapat memicu infeksi lambung.

Klikdokter.com, Jakarta Infeksi lambung atau gastritis adalah suatu kondisi saat lambung mengalami iritasi dan peradangan. Dua penyebab utama infeksi lambung adalah infeksi bakteri Helicobacter pylori atau H. pylori, atau juga bisa karena konsumsi obat-obatan NSAID (obat-obatan antiinflamasi nonsteroid). Untuk mencegah infeksi lambung, salah satu caranya adalah dengan cemat dalam memilih makanan. Pilihan yang salah justru bisa menjadi iritan yang dapat memicu infeksi lambung.

Infeksi lambung bisa bersifat akut (terjadi secara tiba-tiba) atau kronis (berjangkit terus dalam waktu yang lama). Menurut dr. Dyah Novita Anggraini, gejala infeksi lambung kronis maupun akut sama, yaitu nyeri di bagian ulu hati, perut kembung, mual, muntah, berkurangnya nafsu makan, yang disertai penurunan berat badan. 

Bagi kebanyakan orang, infeksi lambung minor akan hilang dengan cepat setelah diobati. Namun, ada juga beberapa bentuk infeksi lambung yang dapat menyebabkan ulkus (luka) pada lambung, atau bahkan bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menggolongkan bakteri H. pylori sebagai karsinogen karena dapat menyebabkan kanker lambung dan kanker getah bening di mukosa lambung (gastric MALT lymphoma). Mereka yang menderita atau pernah menderita infeksi H. pylori berisiko 2,7 hingga 12 kali lebih tinggi terhadap kanker lambung. Infeksi pada usia dini juga dapat meningkatkan risiko tersebut.

Untuk mencegah infeksi lambung, diet memegang peranan penting baik untuk kesehatan pencernaan maupun kesehatan tubuh secara keseluruhan. Apa yang Anda makan dapat membawa perbedaan terhadap kesehatan sistem pencernaan. Sebagai contoh, beberapa infeksi lambung diakibatkan terlalu banyak konsumsi alkohol—minum terlalu sering atau terlalu banyak sekaligus. Menghindari makanan dan minuman tertentu dapat membantu Anda mengontrol kondisi ini.

Apa saja yang harus dimakan?

Dikutip dari beberapa sumber, ada beberapa makanan yang dapat mengendalikan kondisi infeksi lambung dan mengurangi gejalanya.

- Makanan yang mengandung serat tinggi seperti apel, oatmeal, brokoli, wortel, dan kacang polong. Bahkan, sebuah studi tahun 2009 yang dipublikasikan di jurnal medis Cancer Prevention Research, menyebutkan bahwa seseorang yang dalam pencernaannya mengandung bakteri H. pylori, memakan masakan yang mengandung setengah cangkir brokoli per hari selama dua bulan dapat membantu mengurangi rasa sakit pada lambung.

- Makanan rendah kemak seperti ikan, ayam, dan dada kalkun.

- Makanan dengan tingkat keasaman yang rendah seperti sayur-sayuran.

- Minuman yang tidak berkarbonasi.

- Minuman yang tidak mengandung kafein.

- Probiotik seperti kombucha, yoghurt, kimchi, dan sauerkraut. Bahkan, menurut studi tahun 2011 yang dipublikasikan di jurnal Applied and Environmental Microbiology menunjukkan  bahwa penggunaan probiotik lebih menjanjikan untuk mencegah dan mengatasi bakteri H. pylori.

Apa saja yang harus dihindari?

Beberapa jenis makanan dan minuman dapat memicu terjadinya infeksi lambung. Pemicunya bisa jadi berbeda-beda pada tiap orang, tapi secara umum makanan dan minuman yang dapat memicu infeksi lambung, seperti dikatakan oleh dr. Dyah, antara lain:

Makanan tinggi lemak, karena dapat meningkatkan kadar lambung. Contohnya: daging berlemak, produk olahan susu yang tinggi lemak, aneka makanan yang digoreng.

Makanan manis. Konsumsi banyak gula dapat membuat produksi asam lambung menjadi lebih tinggi.

Kafein, seperti kopi atau teh. Keduanya mengandung kafein yang dapat memicu peningkatan asam lambung menjadi lebih tinggi.

Makanan yang mengandung gas, seperti sayur sawi, kol, buah nangka, minuman bersoda, roti, sereal, dan pasta.

Makanan yang dapat memperlambat pengosongan lambung seperti cokelat, makanan berlemak, susu full cream, dan keju. Makanan-makanan tersebut juga dapat meningkatkan asam lambung.

Makanan yang pedas dapat membuat iritasi pada dinding lambung. Contohnya: cabai, aneka sambal, saus cabai, atau makanan lain yang mengandung merica atau lada berlebih.

Makanan asam juga sebaiknya dihindari karena dapat meningkatkan kadar asam lambung, seperti makanan yang diberi cuka, asinan, tomat, dan lain-lain.

Selain makanan-makanan yang disebutkan di atas, dr. Dyah juga mengatakan bahwa Anda harus menghentikan kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol karena keduanya dapat merangsang pengeluaran asam lambung.

Sangat penting untuk menjaga makanan dan yang dapat memicu infeksi lambung, apalagi jika Anda menderita atau pernah menderita infeksi lambung. Terapkan pola makan dan hidup yang lebih sehat, dan tak lupa rutin berolahraga untuk menjaga kesehatan. Jika Anda mengalami nyeri di bagian ulu hati—apalagi yang sering muncul dan dalam jangka waktu lama, perut kembung, mual, muntah, berkurangnya nafsu makan, dan penurunan berat badan, lebih baik segera mengunjungi dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.

[RVS]

2 Komentar