Sukses

Mitos Keliru soal Kacang Kedelai, Bagaimana Faktanya?

Kacang kedelai adalah bahan alami yang banyak dikonsumsi. Namun, ada banyak mitos kedelai yang keliru dan menyesatkan. Simak faktanya di sini!

Kacang kedelai telah lama menjadi salah satu makanan yang erat dengan pola makan masyarakat Indonesia. Manfaatnya pun sudah banyak diketahui untuk kesehatan. Kedelai mengandung asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh.

Selain itu, kedelai kaya lemak, serat, serta beberapa vitamin dan mineral penting. Makanan ini juga menjadi sumber alami dari polyphenol, yaitu sejenis antioksidan yang melindungi tubuh dari kerusakan sel dan kondisi seperti penyakit jantung.

Di dalam kedelai, terkandung isoflavon yang merupakan fitoestrogen untuk mengaktifkan reseptor hormon estrogen di dalam tubuh.

Bahan alami ini yang kerap disebut soybean ini pun memiliki serangkaian manfaat sehat lainnya.

Beberapa contoh lainnya yaitu membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL), menaikkan kadar kolesterol baik (HDL) di dalam darah, dan sebagainya.

Walaupun khasiatnya telah banyak dikenal, terdapat sejumlah mitos kedelai yang keliru. Mari simak penjelasan mengenai fakta-faktanya di bawah ini.

1 dari 4 halaman

1. Isoflavon pada Kedelai Bertindak Seperti Estrogen di Dalam Tubuh dan Tingkatkan Risiko Kanker

Faktanya, walaupun memiliki struktur kimia yang mirip dengan estrogen pada manusia, isoflavon dengan cara yang berbeda mengikat reseptor estrogen tubuh dan memiliki fungsi tersendiri.

Penelitian menunjukkan, isoflavon berikatan dengan reseptor estrogen yang bertindak sebagai penekan tumbuhnya tumor, memperlambat pertumbuhan sel kanker, dan merangsang penghancuran diri sel tersebut (apoptosis).

Senyawa tersebut juga mendukung pertahanan antioksidan tubuh dan perbaikan DNA yang membantu melindungi dari kanker.

2. Hindari Konsumsi Kedelai Setelah Didiagnosis Kanker Prostat atau Kanker Payudara

Mitos menghindari konsumsi kedelai ini berasal dari kesalahpahaman tentang potensi efek fitoestrogen dan kanker yang sensitif terhadap hormon.

Anggapan tersebut juga tidak memiliki data yang cukup dari penelitian dengan penderita kanker sebelumnya.

Namun, menurut penelitian terhadap orang yang sembuh dari kanker payudara dan prostat, kedelai tidak menunjukkan efek berbahaya. Makan kedelai justru bermanfaat sebagai bagian dari diet yang sehat.

Artikel Lainnya: Manfaat Kedelai untuk Kesehatan Tubuh Anda

2 dari 4 halaman

3. Kedelai Utuh Baik, Kedelai yang Sudah Diproses Menjadi Tidak Sehat

Banyak orang takut dengan mitos kedelai yaitu jenis yang sudah diproses akan meningkatkan kadar isoflavon dan menaikkan risiko kanker.

Sementara, ada juga yang takut bahwa prosedur memproses kedelai akan membuang semua kandungannya.

Fakta menyebutkan, kedelai tetap baik dalam bentuk utuh ataupun diproses. Sudah lama makanan ini dikonsumsi dalam berbagai bentuk dan tidak ada masalah untuk mengonsumsinya hingga tiga porsi sehari.

4. Kedelai Dapat Ganggu Kesuburan Karena Mengandung Fitoestrogen

Hingga saat ini, hubungan antara kedelai dengan kesuburan masih diragukan. Penelitian yang ada menunjukkan, konsumsi kedelai dapat membantu meningkatkan kesuburan pada perempuan.

Dikatakan, perempuan yang mengonsumsi banyak isoflavon dari kedelai lebih mungkin 1,3-1,8 kali untuk melahirkan setelah melakukan pengobatan untuk kesuburan. Hal ini dibandingkan dengan yang mengonsumsi asupan isoflavon rendah.

Artikel Lainnya: Konsumsi Kedelai Berlebih, Akibatkan Penis Kecil?

3 dari 4 halaman

5. Kedelai Buat Payudara Pria Membesar

Banyak pria percaya mitos kedelai yang mengatakan konsumsi kedelai dapat memperbesar payudara karena mengandung fitoestrogen.

Akan tetapi, berdasarkan hasil meta analisis dari banyak penelitian, tidak ada hubungan antara konsumsi kedelai dengan feminisasi laki-laki.

Hal ini juga tidak berkaitan dengan rendahnya testosteron atau tingginya estrogen pada pria.

6. Kedelai Dapat Turunkan Fungsi Organ Tiroid

Penelitian pada hewan menunjukkan, beberapa senyawa yang ditemukan di dalam kedelai dapat mengurangi fungsi kelenjar tiroid.

Namun, penelitian pada manusia menemukan sedikit atau tidak ada efek negatif, terutama pada orang dengan fungsi tiroid yang sehat.

Itu dia beberapa mitos kedelai yang tak perlu Anda percaya beserta faktanya. Kedelai memiliki banyak manfaat, tetapi tetap dianjurkan untuk tidak mengonsumsinya secara berlebihan.

Selain itu, konsumsilah berbagai jenis makanan yang berbeda agar mendapatkan nutrisi beragam. Jangan lupa pula untuk olahraga teratur, ya!

Dapatkan beragam informasi mitos dan fakta kesehatan lainnya hanya di Klikdokter. Anda juga bisa langsung konsultasi dengan dokter pilihan di LiveChat.

(FR/AYU)

1 Komentar