Sukses

Mitos Keliru soal Kacang Kedelai, Bagaimana Faktanya?

Kacang kedelai adalah bahan alami yang banyak dikonsumsi. Namun, ada banyak mitos kedelai yang keliru dan menyesatkan. Simak faktanya di sini!

Kacang kedelai merupakan makanan yang digemari oleh banyak orang. Manfaatnya untuk kesehatan pun sudah banyak diketahui. 

Kedelai mengandung asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh. Selain itu, kedelai kaya lemak, serat, serta beberapa vitamin dan mineral penting. 

Di dalam kedelai, terkandung pula isoflavon yang merupakan fitoestrogen untuk mengaktifkan reseptor hormon estrogen di dalam tubuh.

Tak hanya itu, kedelai dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menaikkan kadar kolesterol baik (HDL). 

Walaupun khasiatnya telah banyak dikenal, terdapat sejumlah mitos kacang kedelai yang keliru. Mari simak penjelasan mengenai fakta-faktanya di bawah ini.

1 dari 9 halaman

1. Isoflavon pada Kedelai Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

Ada pendapat bahwa isoflavon pada kedelai bertindak seperti estrogen di dalam tubuh, dan hal ini bisa meningkatkan risiko kanker. Benarkah? 

Walaupun memiliki struktur kimia yang mirip dengan estrogen pada manusia, isoflavon mengikat reseptor estrogen dengan cara yang berbeda dan memiliki fungsi tersendiri.

Penelitian menunjukkan, isoflavon berikatan dengan reseptor estrogen yang bertindak sebagai penekan tumbuhnya tumor, memperlambat pertumbuhan sel kanker, dan merangsang penghancuran diri sel tersebut (apoptosis).

Senyawa tersebut juga mendukung pertahanan antioksidan tubuh dan perbaikan DNA yang membantu melindungi dari kanker.

Artikel lainnya: Konsumsi Kedelai Berlebih, Akibatkan Penis Kecil?

2 dari 9 halaman

2. Jangan Makan Kedelai Setelah Didiagnosis Kanker Payudara atau Kanker Prostat

Mitos ini berasal dari kesalahpahaman tentang potensi efek fitoestrogen dan kanker yang sensitif terhadap hormon.

Anggapan tersebut juga tidak memiliki data yang cukup dari penelitian dengan penderita kanker sebelumnya.

Namun, menurut penelitian terhadap orang yang sembuh dari kanker payudara dan kanker prostat, kedelai tidak menunjukkan efek berbahaya. Makan kedelai justru bermanfaat sebagai bagian dari pola makan sehat.

3 dari 9 halaman

3. Kedelai yang Sudah Diproses Adalah Kedelai yang Tidak Sehat

Mitos kacang kedelai yang satu ini mungkin pernah Anda dengar. Katanya, jenis kedelai yang sudah diproses akan meningkatkan kadar isoflavon dan menaikkan risiko kanker.

Sementara, ada juga yang takut bahwa prosedur memproses kedelai akan membuang semua kandungannya.

Fakta menyebutkan, kedelai tetap baik dalam bentuk utuh ataupun diproses. Sudah lama makanan ini dikonsumsi dalam berbagai bentuk dan tidak ada masalah untuk mengonsumsinya hingga tiga porsi sehari.

4 dari 9 halaman

4. Kedelai Dapat Ganggu Kesuburan Karena Mengandung Fitoestrogen

Hingga saat ini, hubungan antara kedelai dengan kesuburan masih diragukan. Penelitian yang ada menunjukkan, konsumsi kedelai dapat membantu meningkatkan kesuburan pada perempuan.

Dikatakan, perempuan yang mengonsumsi banyak isoflavon dari kedelai lebih mungkin 1,3-1,8 kali untuk melahirkan setelah melakukan pengobatan untuk kesuburan. Hal ini dibandingkan dengan yang mengonsumsi asupan isoflavon lebih rendah.

Artikel lainnya: Manfaat Kedelai untuk Kesehatan Tubuh Anda

5 dari 9 halaman

5. Kedelai Bikin Payudara Pria Membesar

Banyak pria percaya dengan mitos kacang kedelai yang satu ini. Ya, ada yang menganggap bahwa konsumsi kedelai dapat memperbesar payudara karena mengandung fitoestrogen.

Akan tetapi, berdasarkan hasil meta analisis dari banyak penelitian, tidak ada hubungan antara konsumsi kedelai dengan feminisasi laki-laki.

Hal ini juga tidak berkaitan dengan rendahnya testosteron atau tingginya estrogen pada pria.

6 dari 9 halaman

6. Kedelai Bisa Turunkan Fungsi Organ Tiroid

Penelitian pada hewan menunjukkan, beberapa senyawa yang ditemukan di dalam kedelai dapat mengurangi fungsi kelenjar tiroid.

Namun, penelitian pada manusia menemukan sedikit atau tidak ada efek negatif, terutama pada orang dengan fungsi tiroid yang sehat. 

Jadi, mitos bahwa kacang kedelai bisa menurunkan fungsi kelenjar tiroid tak perlu Anda percaya lagi.

7 dari 9 halaman

7. Kedelai Memicu Alergi

Pada orang dengan intoleransi laktosa, susu dengan bahan dasar kedelai justru sering dijadikan alternatif. 

Namun, harus diperhatikan juga apakah orang tersebut memang memiliki alergi terhadap kedelai.

8 dari 9 halaman

8. Kedelai Memperburuk Ingatan Lansia

Anda pernah dengar mitos tentang kacang kedelai yang satu ini? Katanya, konsumsi kedelai dapat memperburuk ingatan lansia. 

Namun, sampai saat ini, belum ada penelitian medis yang mendukung hal tersebut.

Itu dia beberapa mitos kacang kedelai yang tak perlu Anda percaya beserta faktanya. Kedelai memiliki banyak manfaat, tetapi tetap dianjurkan untuk tidak mengonsumsinya secara berlebihan.

Selain itu, konsumsilah berbagai jenis makanan yang berbeda agar mendapatkan nutrisi beragam. 

Dapatkan beragam informasi kesehatan lainnya di aplikasi KlikDokter. Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter di Live Chat.

[RS]

1 Komentar