Sukses

Cegah Penyakit TBC dengan 5 Hal Ini

Hingga kini TBC masih menjadi penyakit yang serius. Namun, bukan berarti Anda tidak dapat mencegahnya.

Klikdokter.com, Jakarta Tuberkulosis (TBC) bukanlah penyakit yang asing di telinga masyarakat Indonesia. Menurut data tahun 2016, jumlah kasus TBC di Indonesia mencapai 360.565. Angka ini cukup tinggi sehingga menjadi perhatian pemerintah. Kini pemerintah sudah turun tangan dengan menyediakan fasilitas pengobatan TBC di puskesmas-puskesmas.

TBC disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis yang bersifat sistemik. Penyakit ini dapat menyerang hampir semua organ tubuh dengan lokasi terbanyak di paru. Organ lain yang dapat terkena adalah otak, usus, kelenjar getah bening, dan lain-lain. TBC ditularkan melalui droplet atau udara. Misalnya ketika penderita batuk atau bersin, maka bakteri akan ikut terbang ke udara.

Gejala yang ditimbulkan dapat bermacam-macam, tapi yang paling umum untuk TBC paru adalah batuk yang berlangsung lama, lebih dari 3 minggu. Batuk dapat berdahak dan disertai darah. Selain itu, penderita juga dapat merasakan sesak napas, nyeri dada, mudah lelah, keringat pada malam hari, demam, nafsu makan menurun, dan berat badan menurun.

Pengobatan penyakit ini membutuhkan kedisiplinan yang tinggi. Jika tidak teratur akan menyebabkan resistansi (kekebalan) kuman TBC sehingga makin sulit diobati. Obat anti tuberkulosis (OAT) kategori satu diberikan selama enam bulan dan harus diminum setiap hari secara teratur. Obat yang diberikan dalam bentuk Fixed Drug Combination (FDC) sehingga pasien lebih mudah dan jumlah obat yang diminum tidak terlalu banyak.

Meskipun masih menjadi penyakit yang serius, bukan berarti TBC tidak dapat dihindari. Apa saja pencegahan yang dapat Anda lakukan?

1. Ketahui apakah Anda berisiko

Jika Anda termasuk berisiko, maka harus lebih waspada terhadap penyakit TBC. Siapa saja yang berisiko?

  • Orang dengan imunodefisiensi (HIV/AIDS)
  • Pecandu narkoba dan alkohol
  • Orang yang tinggal di daerah padat penduduk dan panti jompo
  • Orang yang sering berkontak dengan penderita TBC
  • Tenaga medis
  • Turis yang datang ke negara dengan angka kasus TBC yang tinggi

2. Waspada dengan pengidap TBC di sekitar Anda

Memiliki keluarga atau tetangga yang menderita TBC bukan berarti harus dijauhi. Hal yang terpenting adalah mengetahui sumber penularan dan menghindarinya.

Karena penyakit ini menular melalui droplet atau udara, penderita sebaiknya menggunakan masker, membuang dahak di tempat yang dapat langsung dialiri air (jangan di jalanan), menutup mulut ketika batuk atau bersin, serta tidak berganti-ganti alat makan dengan orang yang sehat.

3. Kenali gejala TBC

Dengan mengenali gejala penyakit ini, Anda akan lebih sadar terhadap diri sendiri. Artinya, ketika menemukan gejala yang mirip, Anda akan segera memeriksakan diri ke dokter sehingga dapat ditangani dengan cepat. Selain itu, Anda dapat lebih waspada terhadap mereka yang Anda curigai menderita TBC.

4. Dapatkan vaksinasi BCG

Vaksin BCG dapat melindungi anak-anak maupun orang dewasa dari tuberkulosis, dan telah masuk dalam imunisasi wajib oleh pemerintah. Untuk anak-anak, lakukan imunisasi sesuai jadwal untuk mencegah TBC pada kemudian hari.

5. Lakukan tes lebih dini

Jika Anda merasa mengalami gejala TBC, jangan ragu untuk melakukan tes agar dapat terdiagnosis secara dini. Hal ini membantu tenaga medis untuk mengobati Anda dengan hasil yang lebih efektif. Tes yang dimaksud adalah tes dahak, tes kulit tuberkulin, dan tes rontgen paru.

Penyakit TBC memang dapat diobati hingga sembuh. Namun tetap lebih baik untuk menghindarinya dengan melakukan berbagai pencegahan. Semoga bermanfaat!

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar