Sukses

Inilah 5 Pola Asuh Anak, Mana yang Anda Terapkan?

Tahukah Anda bahwa pola asuh anak yang Anda terapkan bisa berdampak pada pertumbuhan anak?

Klikdokter.com, Jakarta Jika memperhatikan lingkungan sekitar, Anda akan melihat bahwa orang tua memiliki pola asuh anak yang berbeda-beda. Sebagian orang tua senang mengasuh anak dengan keras dan disiplin, sedangkan yang sebagian lagi sangat longgar dan membiarkan anak bebas melakukan apapun.

Mengasuh anak merupakan suatu hal yang sangat vital, karena dapat menentukan karakter anak di masa mendatang. Bagaimana cara Anda mengasuh anak menentukan tingkat kepercayaan diri, keberanian, tanggung jawab, interaksi sosial, prestasi akademik, serta dapat mempengaruhi bagaimana caranya kelak dalam mengasuh anaknya sendiri.

Berikut ini adalah jenis pola asuh anak yang diterapkan oleh para orang tua:

1. Pola asuh dengan insting

Pola asuh yang paling sering diterapkan dalam masyarakat ini ditandai dengan orang tua yang mengasuh anaknya berdasarkan insting dan secara dominan dipengaruhi oleh pengalaman masa kecil dan pertumbuhannya.

Contoh pola asuh tipe insting adalah orang tua yang merespon sesuai dengan keadaan anaknya. Biasanya, orang tua menerapkan kebiasaan yang dibawa dari orang tuanya dulu dalam pola asuhnya saat ini. Misalnya, membeli mainan untuk anak setiap tanggal gajian karena dulu ia diperlakukan demikian oleh orang tuanya.

Pola asuh ini sebenarnya cukup baik, asalkan orang tua mampu menilai ulang apakah hal-hal yang dulu ia dapatkan dari orang tua masih sesuai dengan kondisi Anda dan anak Anda saat ini.

2. Pola asuh dengan perlekatan

Pola asuh dengan perlekatan terfokus pada ikatan antara orang tua dan anak, sehingga anak dan orang tua sulit dipisahkan.

Contoh pola asuh dengan perlekatan adalah anak dan orang tua tidur bersama hingga anak besar, pertambahan waktu menyusui hingga lebih dari 2 tahun, serta saat sekolah orang tua selalu mengantar dan menunggui anaknya disekolah. Pola asuh jenis ini menekankan pada keadaan emosional dan perkembangan intuisi anak.

Akan tetapi, dampak negatif dari pola asuh ini adalah memengaruhi kemandirian anak karena terbiasa tergantung pada orang tuanya.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

3. Pola asuh helikopter

Nama pola asuh ini merupakan suatu perumpaaan. Helikopter berada di atas dan dapat mengintai apa yang Anda lakukan dari atas. Begitulah kurang lebih gambaran pola asuh dengan tipe ini, orang tua mengontrol dan mengawasi anak dengan sangat ketat.

Orang tua akan mendikte apa yang harusnya disukai dan tidak disukai oleh anak dan terlibat dalam aktivitas serta kehidupan sehari-hari anak. Pola asuh jenis ini terbukti dapat menciptakan anak dengan akademis cemerlang, namun anak cenderung memiliki masalah sosial serta kesulitan dalam mempelajari kemampuan independen.

Pola asuh ini mulai ditinggalkan karena banyaknya dampak negatif yang ditimbulkan di kemudian hari.

4. Pola asuh authoritative

Disebut juga pola asuh demokratis, karena kadang kala, orang tua dapat menjadi pemimpin namun kadang kala juga menjadi sahabat. Dalam pola asuh jenis ini, orang tua memaparkan apa dampak positif dan dampak negatif dari suatu hal dan membebaskan anak menentukan sendiri pilihannya.

Jika anak mendapatkan suatu prestasi akan mendapat pujian. Sementara jika anak melakukan kesalahan akan mendapatkan hukuman yang sesuai. Pola asuh jenis ini secara teoritis merupakan jenis pola asuh terbaik, karena dapat melatih anak untuk mandiri, bertanggung jawab, serta dapat mengambil keputusan sendiri dengan benar. 

5. Pola asuh permisif

Merupakan kebalikan dari pola asuh helikopter. Pada pola asuh jenis ini, orang tua memberikan kebebasan kepada anak untuk melakuan apa saja serta memberikan apapun yang diinginkan oleh anak. Biasanya pola asuh jenis ini berkembang pada orang tua yang sangat sibuk, sehingga jarang memilki waktu bersama anaknya.

Hal ini menyebabkan orang tua lebih permisif terhadap apapun yang diinginkan oleh anak karena adanya rasa bersalah dalam hati orang tua tersebut. Sehingga ia berusaha menyenangkan anak dengan membiarkan anak melakukan apapun yang ia senangi. Pola asuh jenis ini kurang baik karena anak tidak dilatih dengan rasa disiplin dan tanggung jawab.

Telah dijelaskan di atas lima jenis pola asuh anak berserta kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Anda termasuk yang mana? Pilihlah pola asuh yang sesuai dengan keadaan Anda dan anak Anda saat ini. Semoga bermanfaat.

[NP/ RVS]

2 Komentar