Sukses

Cara agar Ibu Bekerja Bisa Memberikan ASI Eksklusif

Bekerja tapi ingin tetap memberikan ASI eksklusif? Tentu saja bisa! Baca terus untuk mengetahui cara-caranya.

Klikdokter.com, Jakarta Semua orang, khususnya para ibu, pasti tahu bahwa ASI merupakan makanan yang sempurna bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi. Pemberian ASI eksklusif sangat penting bagi tumbuh kembang bayi. Namun, bagi para ibu bekerja, pemberian ASI eksklusif sering kali dirasa berat karena padatnya aktivitas, bahkan kadang dianggap tak mungkin untuk dilakukan.

ASI eksklusif adalah pemberian ASI sebagai satu-satunya makanan dan sumber gizi bagi bayi tanpa adanya tambahan asupan lain. Menurut panduan dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), ASI eksklusif diberikan selama 6 bulan pertama setelah kelahiran bayi, karena kandungan nutrisinya yang sangat sesuai dan mencukupi kebutuhan bayi hingga usia 6 bulan.

Dalam pemberian ASI eksklusif, bayi tidak mendapat makanan tambahan lainnya kecuali pada kondisi-kondisi tertentu. Misalnya kekurangan cairan karena diare, adanya keharusan pemberian obat-obatan tertentu, atau ada hambatan dari ibu untuk menyediakan ASI eksklusif bagi anak.

Manfaat ASI ekslusif

ASI eksklusif memiliki segudang manfaat baik bagi bayi maupun bagi ibu. Bagi bayi, ASI eksklusif dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh, mengurangi risiko alergi dan infeksi, meningkatkan perkembangan otak dan kecerdasan, dan masih banyak lagi.

Sedangkan bagi ibu, pemberian ASI eksklusif dapat mempererat ikatan psikologis antara ibu dan bayi, serta mengurangi angka depresi ibu pasca melahirkan. ASI eksklusif juga merupakan metode KB alami yang membantu menjaraki kehamilan.

ASI eksklusif bagi ibu bekerja

Meski masa cuti melahirkan sudah habis yang menjadikan para ibu harus kembali bekerja, seharusnya kondisi tersebut bukanlah halangan untuk terus memberikan ASI eksklusif. Menyusui secara langsung memang bisa menjadi kendala, tapi bukan berarti tidak bisa disiasati.

Berikut ini adalah beberapa kiat supaya para ibu bekerja tetap dapat memberikan ASI eksklusif:

  • Kenali dan pahami istilah ‘ASI perah’

ASI perah kini bukan hal yang baru, apalagi tabu. Memerah ASI bukan lagi hanya dilakukan oleh ibu yang bekerja, tapi juga ibu yang tinggal di rumah untuk berbagai alasan. Segera setelah bayi lahir, belajarlah untuk memerah ASI meski masih menyusui anak secara langsung. Hal ini dilakukan agar saat tiba waktunya kembali bekerja, ibu tak kaget karena harus tiba-tiba beralih dari menyusui langsung ke memerah ASI.

Ada dua cara yang umum dilakukan saat memerah ASI, yaitu manual dengan tangan atau dengan bantuan alat.

Untuk memerah ASI secara manual, tekan areola (bagian gelap di sekitar puting) dengan ibu jari dan telunjuk sampai ASI mengalir. Hindari menekan puting karena dapat menimbulkan lecet.

Memerah ASI dengan menggunakan alat tentunya lebih mudah. Ada berbagai alat memerah ASI yang dijual di pasaran, baik yang menggunakan tenaga sendiri maupun tenaga listrik atau baterai. Silakan pilih sesuai dengan kebutuhan Anda. Jangan lupa untuk membersihkan alat perah ASI dengan teliti, agar tidak ada sisa ASI yang tertinggal dan mengontaminasi ASI perahan berikutnya.

Saat berada di tempat kerja, perah ASI setiap 3 jam atau 2–3 kali selama bekerja. Simpan ASI perah dalam termos es atau tas berisi gel pendingin agar siap dibawa pulang setelah selesai bekerja.

  • Kemas dengan baik

Setelah diperah, ASI perlu disimpan di dalam wadah yang steril dan memenuhi standar. Ada berbagai jenis wadah untuk menyimpan ASI perah, mulai dari plastik hingga botol kaca. Pilih sesuai kebutuhan dan kenyamanan Anda, dan pastikan kemasan tersebut bersih. Sterilkan dengan cara direbus atau menggunakan sterilisator khusus jika tersedia.

Jika akan langsung diberikan dalam waktu dekat, cukup simpan ASI perah ke dalam gelas dan tutup dengan kain bersih. Simpan di tempat yang dingin seperti lemari es atau tempat tersejuk, gelap, dan bersih yang ada di rumah. Dengan penyimpanan ini, ASI bisa bertahan hingga 3 hari.

ASI perah juga dapat disimpan dalam jangka panjang dengan meletakkannya di dalam freezer untuk penggunaan hingga 3 bulan ke depan. Jangan lupa beri label tanggal perah pada kemasan, dan berikan pada anak dengan sistem first-in, first-out. Cairkan ASI perah beku dengan merendam kemasan di mangkuk berisi air hangat, hingga ASI bersuhu suam-suam kuku.

Jangan merebus atau memasak ASI langsung di atas api karena akan merusak kandungan nutrisi di dalamnya. Jangan berikan ASI dalam keadaan panas, karena akan melukai rongga mulut anak.

  • Hindari stres

Kembali bekerja berarti harus kembali menghadapi tekanan-tekanan saat berada di kantor (juga di rumah). Kondisi stres dan kebahagiaan ibu dapat memengaruhi produksi ASI. Karena itu, jagalah pikiran tetap tenang dan positif agar produksi ASI senantiasa lancar.

Selama menyusui, baik untuk ibu bekerja ataupun ibu rumah tangga, harus senantiasa menjaga kesehatan. Hal ini bisa dilakukan dengan mengonsumsi makanan dengan gizi berimbang, yang juga disertai aktivitas fisik dengan berolahraga.

Sebagai tambahan nutrisi, para ibu menyusui bisa mengonsumsi suplemen yang mengandung minyak ikan, asam folat, zat besi, kalsium, dan yodium. Semua kandungan esensial tersebut berguna bagi pemenuhan nutrisi yang dibutuhkan ibu menyusui, serta mendukung kesehatan ibu dan perkembangan bayi pada 1000 hari pertama kehidupannya.

Menjadi ibu yang bekerja bukanlah merupakan kendala untuk tetap memberikan asupan nutrisi terbaik untuk sang buah hati. Hadapi masa menyusui dengan pikiran yang positif dan asupan makanan yang bernutrisi lengkap, agar produksi ASI pun senantiasa lancar dan kaya akan nutrisi baik bagi kesehatan ibu maupun perkembangan buah hati. Wahai para ibu, mari semangat untuk memberikan ASI eksklusif!

(RN/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar