Sukses

3 Hal Ini Harus Diperhatikan Ibu Hamil Saat USG Trimester 1

Agar ibu hamil tidak datang dengan tangan kosong saat ke dokter, ketahui tiga hal ini saat melakukan USG trimester 1.

Klikdokter.com, Jakarta Bagi seorang calon ibu, tak ada yang lebih membahagiakan ketika mendapati hasil test pack menunjukkan hasil positif. Setelah bersukaria bersama pasangan, yang berikutnya perlu dilakukan tentulah berkonsultasi ke pusat kesehatan untuk mengonfirmasi hasil tersebut. Lazimnya pemeriksaan yang dilakukan adalah dengan ultrasonografi atau USG. Jika Anda positif hamil, maka inilah masa trimester 1.

Trimester 1 pada kehamilan adalah saat usia kehamilan memasuki minggu ke-0 sampai minggu ke-12.  USG pertama pada kehamilan utamanya dilakukan untuk mengonfirmasi kehamilan setelah dilakukan pemeriksaan awal menggunakan test pack. USG bisa dilakukan mulai usia kehamilan 4-5 minggu untuk mendeteksi adanya kantung kehamilan dan perkembangan janin di dalamnya.

Trimester 1 disebut juga sebagai masa organogenesis atau masa pembentukan organ. Pada trimester ini, memang proses penyempurnaan organ pada janin masih sangat kecil untuk dilihat. Namun, ada beberapa hal penting yang perlu Anda ketahui dan perhatikan, terkait USG pada kehamilan trimester 1.

1. Memastikan usia kehamilan

Ada berbagai cara untuk menentukan usia kehamilan, yang di antaranya dengan menggunakan penghitungan kalender dari hari pertama haid terakhir (HPHT) dan pemeriksaan USG. Penentuan usia kehamilan berdasarkan pemeriksaan USG dilakukan dengan cara mengukur berbagai indikator yang terlihat saat pemeriksaan USG, seperti ukuran kantung kehamilan, panjang janin, dan lain-lain.

Sering kali hasil penghitungan usia kehamilan dengan HPHT berbeda dengan hasil pemeriksaan USG, dan ini adalah sesuatu yang lazim terjadi. Namun, perlu diingat bahwa pada trimester 1 umumnya penghitungan dengan HPHT lebih dapat dipercaya dibandingkan dengan hasil pemeriksaan USG. Hal ini dikarenakan perkembangan janin yang masih terlalu kecil untuk bisa dinilai dengan akurat.

2. Kantung kehamilan

Terlihatnya kantung kehamilan pada USG trimester 1 memang berita baik bagi para calon ibu, karena berarti kehamilan memang terjadi. Namun, perhatikan juga bahwa ada gangguan pada kehamilan yang disebut dengan blighted ovum atau kehamilan kosong. Kehamilan kosong ini merupakan penyebab tersering dari keguguran. Satu dari dua kasus keguguran pada trimester 1 kehamilan disebabkan oleh gangguan ini.

Saat seorang wanita hamil, hasil pembuahan sel telur dan sel sperma akan melekat ke dinding rahim. Pada kehamilan kosong, kantung kehamilan terbentuk dan berkembang, tapi tidak terdapat embrio di dalamnya. Padahal, embrio seharusnya sudah tampak pada usia kehamilan 5-6 minggu.

Gangguan kehamilan kosong sering kali disebabkan oleh adanya kelainan kromosom akibat kualitas sel sperma atau sel telur yang kurang baik. Selain itu, gangguan pembelahan sel juga dapat menyebabkan gangguan ini, sehingga tubuh sang ibu bereaksi untuk menghentikan perkembangan kehamilannya. Satu hal yang perlu diingat, kondisi ini tidak dapat diketahui sejak awal dan tidak dapat dicegah. Jika gangguan kehamilan kosong terjadi pada Anda, tidak perlu menyalahkan diri sendiri dan pasangan. Juga pada sebagian besar wanita, kehamilan kosong umumnya terjadi hanya sekali seumur hidup.

3. Hamil anggur

Mola hidatidosa atau kehamilan anggur adalah kelainan jaringan plasenta yang berkembang secara berlebihan. Kehamilan anggur tidak berkembang menjadi janin karena proses pembuahan yang abnormal, sehingga plasenta justru berkembang menjadi massa yang berisi cairan. Kelainan ini menyebabkan pembelahan sel yang berlebihan tampak seperti untaian anggur dalam pemeriksaan USG.

Kehamilan anggur terjadi pada 1 dari 1200 kehamilan, dan terbagi menjadi dua tipe: mola komplit dan mola parsial. Kondisi ini dapat dideteksi sejak awal kehamilan dengan pemeriksaan USG yang mendapat gambaran seperti sarang lebah atau anggur. Selain itu, hamil anggur juga dapat dideteksi melalui pemeriksaan lab hormon hCG yang sangat tinggi dalam darah.

Hamil anggur harus segera dievakuasi dengan tindakan operasi karena dapat membahayakan sang ibu. Pasca pengangkatan jaringan, ibu juga disarankan untuk menunda kehamilan selama setidaknya satu tahun. Angka risiko kehamilan anggur berikutnya cukup rendah, yaitu 1 dari 55 kasus.

Untuk Anda para ibu hamil, ketahui apa yang bisa dan tidak bisa diperiksa saat USG trimester 1. Anda dapat menanyakan berbagai informasi terkait hasil USG dan kehamilan kepada dokter spesialis kandungan dan kebidanan Anda. Jangan lupa untuk menjaga kesehatan dan memenuhi nutrisi selama kehamilan. Jika ada tanda bahaya seperti nyeri hebat atau perdarahan, segera kunjungi dokter.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar