Sukses

Flu dan Mitos-Mitos yang Tak Perlu Anda Percaya

Flu menyerang karena sejumlah faktor. Jangan mudah percaya pada mitos-mitos flu yang beredar seperti yang akan dikupas di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Flu menyerang karena sejumlah faktor. Jangan mudah percaya pada mitos-mitos flu yang beredar seperti yang akan dikupas di sini.

Flu adalah satu kondisi penyakit ketika Anda terpapar virus influenza. Virus tersebut diketahui dapat menyerang sejumlah organ dalam tubuh, seperti hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Penjelasan lebih lanjut terkait flu, dipaparkan oleh dr. Rio Aditya dari KlikDokter sebagai berikut.

Menurut dr. Rio, flu biasanya akan sembuh sendiri seiring waktu berjalan, atau bisanya memerlukan waktu sekitar tujuh hari. Namun, pada tiap orang bisa berbeda-beda. Sedangkan pengobatan flu sendiri bisanya simptomatik, yang artinya hanya mengobati gejala yang ada.

Pengobatan flu

Berdasarkan saran dari dr. Rio, ada sejumlah cara untuk menangani flu. Saat penyakit tersebut membuat Anda pilek atau hidung tersumbat, maka obat-obatan dekongestan seperti oxymetazolin, phenylephrine, atau pseudoephedrine adalah pilihan tepat. Beda halnya ketika batuk.

Saat batuk, cobalah untuk mengurangi gejalanya dengan menggunakan ambroksol, guaifenesin untuk batuk berdahak, atau dekstrometorfan untuk batuk tidak berdahak. Selain itu, sakit kepala karena flu dapat diatasi dengan menggunakan obat yang mengandung parasetamol.

Ketika cuaca tengah memburuk, kondisi tubuh bisa menurun dan membuat Anda rentan terhadap paparan virus influenza. Tak hanya satu atau dua orang, flu bisa menyerang masyarakat secara serentak.

Mengingat efeknya yang masif, penyakit flu kadang kerap dikaitkan dengan hal-hal lain yang belum tentu benar adanya. Melansir dari laman Prevention, Lisa Grohskopf selaku petugas medis dari Divisi Influenza Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) memaparkan sederet mitos soal flu yang tak perlu Anda percaya.

1. Vaksin flu justru tularkan flu

Kesalahpahaman ini secara mengejutkan terus terjadi. Fakta dalam studi tahun 2015 yang diterbitkan di jurnal Vaccine, menemukan bahwa 43 persen orang percaya bahwa vaksin flu hanya akan membuat Anda flu.

 “Ada beberapa jenis vaksin flu berdasarkan cara mereka diformulasikan, tetapi tidak satu pun yang akan benar-benar memberikan Anda flu. Vaksin flu juga memiliki kadar virus nonaktif yang tidak mampu mereplika cara kerja virus influenza,” sanggah Lisa.

2. Vaksin flu cukup diberikan setahun sekali

CDC mencatat bahwa ada banyak virus flu berbeda yang menyebar setiap tahun. Vaksin flu hanya mampu melindungi sekitar tiga hingga empat jenis virus influenza berbeda yang telah dipelajari dalam sebuah penelitian, tapi tidak dengan sisanya.

"Kita sangat mungkin untuk terkena flu beberapa kali di musim yang sama," kata Lisa. Oleh karenanya, pemberian vaksin flu lebih dari sekali dalam setahun bisa saja dilakukan.

3. Vaksin flu menjamin Anda aman dari flu

Meskipun pemberian vaksin flu dapat mengurangi risiko terkena flu secara signifikan, tapi patut diingat bahwa ada banyak virus influenza berbeda yang menyebar. Inilah yang menjadikan vaksin tidak menjamin Anda aman dari flu hingga 100 persen.

Bila pada suatu hari Anda terpapar virus influenza yang berbeda dengan vaksin flu yang Anda peroleh, maka besar kemungkinan Anda dapat terkena flu lagi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh CDC, ada jenis virus influenza bernama H3N2 yang memiliki kemampuan untuk bermutasi dan dapat dengan mudah mengelabui sistem kekebalan tubuh manusia.

4. Anda hanya akan terkena flu dalam satu momen

Nyatanya, flu dapat menyerang Anda berkali-kali, bahkan dalam kurun waktu yang singkat. Meski gejala mereda setelah beberapa hari, Anda mungkin masih bisa tertular karena banyaknya jenis virus influenza yang berbeda-beda, seperti yang sudah dijelaskan di atas.

CDC menjelaskan bahwa seseorang yang baru sembuh, masih memiliki virus influenza dan dapat menularkan atau bahkan tertular jenis virus yang lain. Lebih lanjut lagi, organisasi tersebut juga menyarankan supaya Anda beristirahat setidaknya 24 jam setelah demam menghilang.

5. Menjaga kebersihan dapat melindungi Anda dari flu

Hal ini tidak terbukti benar. Faktanya,  sebersih apa pun Anda, jika ada orang lain di sekitar Anda atau udara sekitar membawa virus influenza, maka bisa saja Anda terpapar flu seketika. Sebuah studi dari Universitas Maryland, Amerika Serikat, menyebut bahwa virus influenza bisa menyebar dengan mudah, bahkan dapat terjadi ketika seseorang menarik dan membuang napas.

Sederet mitos seputar flu di atas tak perlu lagi Anda percaya. Untuk mencegah flu, selain dengan vaksin, Anda dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh lewat sejumlah cara: menerapkan pola hidup sehat, mengonsumsi makanan yang bernutrisi, serta rutin berolahraga. Bila gejala flu yang Anda rasakan tak juga mereda, jangan ragu untuk mengunjungi dokter agar mendapatkan penanganan lebih lanjut.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar