Sukses

Kupas Tuntas Air Mineral Kemasan dengan Rasa Tertentu

Air mineral kemasan dengan rasa tertentu kadang bak penyelamat untuk mereka yang tak menyukai air putih. Namun, amankah?

Klikdokter.com, Jakarta Anda tidak suka air putih? Percayalah, Anda tidak sendirian. Tak sedikit orang yang punya masalah serupa dengan Anda. Sebagian dari mereka kadang menyiasatinya dengan meminum air mineral kemasan dengan rasa tertentu atau flavored water. Masalahnya, apakah jenis air ini aman untuk kesehatan jika dikonsumsi terus-menerus?

Tentang flavored water

Label “flavored water” memang menggiurkan, khususnya untuk Anda yang tidak menyukai air putih. Mungkin bisa juga dibilang sebagai penyelamat hidup. Apalagi jika diklaim bebas kalori, sehingga Anda benar-benar yakin itu sehat dan dapat menggantikan air putih.

Flavored water merupakan kategori minuman yang dipasarkan sebagai air yang mengandung berbagai bahan tambahan, termasuk perasa alami dan buatan, gula, pemanis, vitamin, mineral, dan "perangkat tambahan" lainnya.

Dilansir Livestrong, seberapa sehat flavored water ini sangat bergantung pada jenis dan jumlah bahan yang dikandungnya. Kandungan pada flavored water bervariasi, tetapi sebagian besar terdiri atas air, perasa alami atau buatan, dan gula atau pemanis buatan. Beberapa juga menyimpan kafein atau nutrisi tambahan di dalamnya, seperti vitamin C.

Karena itu, jangan senang dulu jika flavored water Anda berlabel “bebas kalori”. Faktanya, flavored water yang mengklaim nol kalori dapat memuat pemanis artifisial di dalamnya. Beberapa produk juga dapat mengandung lebih banyak gula daripada minuman bersoda.

Mengenai pemanis tambahan dari flavored water, Katharine Jenner selaku direktur kampanye dari Action on Sugar menyatakan keberatannya. “Menganggap mereka  sebagai flavored water agaknya sedikit bermuka dua. Air adalah bahan utama dari segala jenis soft drinks. Ini hanyalah cara produsen minuman untuk memanfaatkan niat baik konsumen, dan meraup banyak uang dalam prosesnya,” katanya, dikutip Telegraph.

Jadi, sebelum memutuskan untuk membeli, perhatikan kandungan gula – jika ada – pada flavored water tersebut. Apabila terdapat, misalnya, 13,5 gram gula di dalamnya, sebaiknya Anda kembalikan lagi ke rak. WHO merekomendasikan asupan gula sekitar 25 gram per orang per hari. Artinya, bila setengahnya berasal dari flavored water tersebut, Anda berisiko melebihi batas aman konsumsi gula yang disarankan.

Flavored water yang memiliki nol atau rendah kalori serta diperkaya dengan vitamin dan mineral mungkin efektif untuk menghidrasi sekaligus menutrisi Anda. Namun, jika mengandung bahan-bahan yang tidak sehat, lebih baik Anda minum air putih (suka atau tidak suka) atau mengakalinya dengan infused water. Irisan buah-buahan atau herbal akan membuat rasa air putih yang hambar menjadi lebih sedap dan manis.

Kiat agar tetap terhidrasi

Tubuh manusia terdiri atas 70 persen air. Ini membuktikan bahwa Anda sangat membutuhkan air. Air dapat membantu sirkulasi tubuh, membersihkan racun, dan mencegah sembelit. Sayangnya, tak semua orang cukup minum setiap harinya. Penyebabnya beragam, salah satunya bisa karena tidak suka air putih.

Namun, Anda tak perlu khawatir. Selain dengan infused water, ada beberapa cara lain agar Anda tetap terhidrasi meski tidak menyukai air putih. Apa saja?

● Menaruh air putih dalam botol yang lucu agar mengundang Anda untuk terus minum dan mengisinya ulang.

● Minum air kelapa (tanpa tambahan gula). Plus, Anda akan mendapatkan potasium dan elektrolit yang sangat berguna untuk tubuh.

● Makan sayur dan buah-buahan yang tinggi kandungan air, seperti selada dan melon.

Untuk Anda yang tak suka air putih, mungkin bisa mencoba trik tersebut ketimbang buru-buru mengganti air putih dengan flavored water. Ingat, tak semua air mineral dengan rasa tertentu mengandung bahan-bahan yang sehat sehingga Anda harus lebih cermat membaca labelnya sebelum membeli.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar