Sukses

Cara Mengajarkan Anak Tentang Down Syndrome

Anak dengan Down syndrome rentan menjadi korban perundungan. Untuk itu, diperlukan edukasi tentang penyakit ini bagi anak-anak di sekitarnya.

Memiliki anak yang sempurna dan sehat, baik fisik maupun mental, adalah harapan semua orang tua. Meski demikian, terkadang orang tua bisa saja mendapat “titipan” untuk merawat anak berkebutuhan khusus. Ketika anak memiliki Down syndrome, Anda perlu tahu bagaimana cara menjelaskan tentang penyakit tersebut kepada teman-temannya.

Kasus Down syndrome di Indonesia terus mengalami peningkatan. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2010, proporsi kasus sindrom Down pada anak usia 24-59 bulan meningkat sebesar 0,12 persen. Pada tahun 2018, kasus Down syndrome meningkat menjadi 0,21 persen.

Terry Elton yang merupakan peneliti dari Ohio State University, Amerika Serikat, mengatakan bahwa prevalensi Down syndrome kira-kira 1 berbanding 700 kelahiran. Data yang diperolehnya menunjukkan bahwa di dunia kurang lebih ada 8 juta anak dengan sindrom Down. 

1 dari 3 halaman

Mengenal Down Syndrome Lebih Dekat

Anak yang terlahir normal hanya memiliki dua salinan kromosom sehingga jumlah kromosomnya adalah 46. Namun, pada seseorang dengan sindrom Down, terdapat kromosom tambahan, yaitu kromosom 21 sehingga kromosom totalnya berjumlah 47. Karena itu, Down syndrome sering kali disebut dengan trisomi 21.

Artikel lainnya: Apa Saja Penyebab Down Syndrome?

Di dalam kromosom tersebut terdapat DNA yang akan menentukan perkembangan tubuh manusia. Akibat penambahan kromosom ini, terjadilah gangguan pada saraf, tulang kulit, jantung, dan fungsi pencernaan. Itulah sebabnya penderita Down syndrome biasanya memiliki wajah yang khas.

Tulang dahi menjadi lebih datar, jembatan mata lebih datar, mata kiri dan kanan agak berjauhan, posisi daun telinga lebih rendah. Karena jumlah kromosom berlebih, anak dengan Down syndrome akan mengalami kesulitan dalam merangkak dan berdiri. Meski demikian, latihan khusus yang teratur dengan dukungan penuh dari keluarga dapat membantunya.

Anak dengan Down syndrome juga sulit untuk berbicara. Bukan karena ia tak tahu cara untuk berbicara, namun ia tak memiliki kekuatan otot. Bagian dalam mulutnya juga terbentuk secara tidak normal. Karenanya, anak dengan Down syndrome membutuhkan perawatan khusus agar dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal.

2 dari 3 halaman

Kiat Menjelaskan kepada Anak

Ketika berbicara tentang anak Down syndrome, beberapa orang mungkin kesulitan untuk memahami apa yang Anda jelaskan seputar kromosom, terutama anak-anak. Oleh sebab itu, Anda perlu melakukannya dengan cara-cara berikut ini:

  1. Gunakan Buku atau Film

Buku anak kini berbagai jenisnya, termasuk buku edukasi untuk menghargai sesama atau buku tentang memiliki teman disabilitas. Anda bisa membawa buku tersebut sebagai pembuka percakapan. Bacakan dan berikan kesimpulan di akhir cerita. Atau, bisa juga dengan cara menonton film dokumenter terkait anak Down syndrome.

Artikel lainnya: 5 Perkataan Ini Jangan Dikatakan pada Ibu dengan Anak Sindrom Down

Bawalah buku atau perlihatkan film tersebut sebagai pembuka percakapan. Bacakan dan berikan kesimpulan di akhir membacakan cerita atau setelah melihat film tersebut.

  1. Berikan Edukasi

Kampanye “Spread the Word to End the Word” memiliki situs yang berisi konten tentang mengajarkan bahasa yang tepat untuk menyebut anak Down syndrome serta bagaimana memperlakukannya.

Anda bisa mengajarkan kepada anak-anak menggunakan situs serupa dan mengucapkan ikrar bersama untuk tidak akan menghina anak dengan Down syndrome dan menyayanginya. Ajarkan anak untuk bersikap sopan dan jadi teman yang baik bagi penyandang sindrom Down yang ditemuinya.

  1. Lakukan Eksperimen

Berikan anak marshmallow dengan ukuran sedikit besar. Mintalah anak memasukkan marshmallow tersebut ke dalam mulut dan ajak ia untuk menceritakan hobi dan cita-citanya.

Dari situ ia akan menyadari sulitnya untuk berbicara. Anda bisa menjelaskan kondisi inilah yang dialami oleh anak Down syndrome yang mengalami kesulitan dalam berbicara.

Selain itu, Anda juga bisa meminta anak memasukkan tangan ke dalam kaos kaki dan memberikan tantangan mengambil sebuah benda. Dari pengalaman tersebut ia akan mengetahui bahwa anak Down syndrome juga mengalami kesulitan dalam bergerak.

Dengan memberikan edukasi yang baik mengenai sindrom Down, Anda telah membantu mencegah terjadinya perundungan pada anak Down syndrome.

Bagi Anda yang punya pertanyaan seputar Down syndrome, dapat berkonsultasi secara online dengan dokter kami. Gunakan layanan Live Chat yang tersedia di aplikasi KlikDokter.

[NWS/ RS]

0 Komentar

Belum ada komentar