Sukses

Kenali Ciri-Ciri Bayi Down Syndrome

Bayi dengan Down syndrome dapat dideteksi sejak dini saat masih dalam kandungan lewat rangkaian tes. Simak selengkapnya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Mengetahui bayi dengan Down syndrome sejak dini, tentu memberikan antisipasi dan kesiapan bagi Anda selaku orang tua. Meski begitu, sejumlah orang beranggapan bahwa mengetahui bayi yang terkena kelainan lebih susah ketimbang saat sudah menginjak usia yang lebih besar.

Down syndrome, atau sindrom Down, adalah kondisi dimana seseorang memiliki kromosom tambahan, yaitu kromosom 21. Dengan tambahan kromosom tersebut, maka keseluruhan jumlah kromosom seseorang yang terkena sindrom Down menjadi 47. Down syndrome juga kerap disebut dengan trisomi 21.

“Tambahan kromosom inilah yang kemudian menyebabkan perubahan dalam tumbuh kembang seseorang dan menimbulkan berbagai kelainan yang khas, seperti kelainan struktur wajah, postur tubuh, dan ciri fisik lainnya. Oleh karena itu, penderita Down syndrome mudah dikenali dari bentuk wajahnya, menjadikannya tampak unik dan berbeda dari yang lain,” ujar dr. Nadia Octavia, dari KlikDokter.

Menurut dr. Nadia, gangguan fisik dan masalah kesehatan pengidap Down syndrome memiliki variasi yang berbeda antar setiap individu. Perlu diketahui bahwa Down syndrome bukanlah penyakit karena adanya keterlibatan mutasi genetik yang lebih kompleks.

Pada anak, tanda yang paling khas adalah adanya keterbelakangan perkembangan fisik dan mental. Selain itu, beberapa kelainan fisik turut dijumpai dan mudah untuk dilihat. Ciri khas pada Down syndrome yang selama diketahui, dapat dilihat pada usia anak dan tahap yang lebih dewasa lagi. Namun, bagaimana dengan bayi?

1 dari 2 halaman

Mengetahui ciri-ciri bayi dengan Down syndrome

Untuk mengetahui bayi dengan Down syndrome, sebenarnya sudah dapat dilakukan lewat sejumlah pemeriksaan. Dilansir dari Mayo Clinic, American College of Obstetricians and Gynecologists merekomendasikan pilihan seperti tes penyaringan dan tes diagnostik untuk mengetahui Down syndrome pada seluruh wanita hamil, berapa pun usianya.

Tes penyaringan dapat menunjukkan kemungkinan atau peluang bahwa seorang ibu mengandung bayi dengan Down syndrome. Meski demikian, tes penyaringan ini tidak dapat memastikan atau mendiagnosis apakah bayi memiliki Down syndrome. Sementara itu, tes diagnostik dapat mengidentifikasi serta mendiagnosis apakah bayi Anda memiliki Down syndrome. Sederet tes tersebut dilakukan pada beberapa tahap kehamilan.

Setelah lahir, diagnosis awal Down syndrome sering didasarkan pada penampilan bayi. Seperti dilansir di laman HealthLine, berikut ini adalah beberapa ciri bayi Down syndrome:

- Struktur wajah lebih datar

- Kepala dan telinga kecil

- Leher pendek

- Lidah menggembung

- Mata miring ke atas

- Bentuk telinga tidak normal

- Pergerakan pasif karena otot yang lebih lemah

Seiring berjalannya waktu, Anda dapat melihat perbedaan yang terlihat pada bayi dengan Down syndrome. Diketahui bahwa bayi pengidap kelainan ini dapat lahir dengan ukuran rata-rata. Namun, bayi akan berkembang lebih lambat dibandingkan dengan bayi lain yang tidak memiliki sindrom Down.

Down syndrome bukanlah suatu kondisi yang dapat disembuhkan. Namun, intervensi dini dapat dilakukan demi membantu mereka agar dapat hidup mandiri dan produktif sampai dewasa. Sebagai orang tua, dukung anak dengan menyemangati dan sebisa mungkin memenuhi kebutuhan khususnya demi kualitas dan kebahagiaan masa depannya kelak,” kata dr. Nadia.

Jika Anda sedang hamil, tak ada salahnya melakukan tes untuk mengetahui apakah ada kelainan genetik pada bayi, yang salah satunya adalah Down syndrome. Jika Anda membesarkan anak dengan Down syndrome, jangan pernah patah semangat. Berikan dukungan dan penuhi kebutuhannya secara maksimal, sehingga ia dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar