Sukses

Gejala HIV Dapat Menyerang 5 Bagian Tubuh Ini

Virus HIV dapat menyerang berbagai organ tubuh penderitanya yang mengalami gejala HIV. Apa saja?

Klikdokter.com, Jakarta HIV (human immunodeficiency virus) adalah suatu virus yang menginfeksi tubuh manusia dan dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh. Seseorang yang mengalami gejala HIV akibat penurunan sistem imun, rentan terkena infeksi. Akibatnya, mereka dapat memiliki berbagai keluhan pada tubuhnya. Lalu, apa saja bagian tubuh yang dapat diserang oleh virus HIV?

1. Area kelamin

HIV erat kaitannya dengan infeksi menular seksual. Karena itu, area kelamin adalah bagian tubuh yang sering terkena gangguan jika Anda terinfeksi HIV. Berbagai gangguan kelamin dapat terjadi, khususnya infeksi bakteri, jamur atau virus. Berikut ini tiga gangguan kelamin yang dapat timbul bersamaan dengan infeksi HIV:

● Kutil kelamin

Kutil kelamin adalah pertumbuhan jaringan pada daerah kelamin. Kutil ini biasanya disebabkan oleh virus kondiloma akuminatum dan ditularkan melalui hubungan seksual. Pasien kutil kelamin akan mengeluhkan adanya jaringan berukuran beberapa milimeter yang tumbuh pada daerah sekitar kelamin. Kutil ini dapat tumbuh dan bergabung sehingga menyebabkan massa yang besar.

● Infeksi jamur

Seseorang dengan infeksi HIV juga rentan mengalami infeksi jamur pada kelamin, yang disebabkan oleh jamur candida. Infeksi jamur dapat menyebabkan keluhan gatal pada kelamin dan keputihan yang tak biasa (seperti susu yang kental dan menggumpal).

● Infeksi saluran kencing

Pasien dengan HIV juga dapat mengalami infeksi saluran kencing. Infeksi saluran kencing erat kaitannya dengan infeksi menular seksual. Beberapa gejalanya berupa nyeri saat buang air kecil, demam, dan anyang-anyangan.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

2. Sistem saraf pusat

Seseorang dengan sistem imun yang menurun seperti infeksi HIV, memiliki peningkatan risiko mengalami infeksi otak. Misalnya infeksi oleh toksoplasma atau kuman tuberkulosis. Pasien dengan infeksi otak akan mengalami gejala yang sangat bervariasi, mulai dari nyeri kepala, kelemahan tubuh dan gangguan penglihatan.

Pada keadaan yang berat, seseorang dengan infeksi otak akan mengalami penurunan kesadaran. Pasien akan mengalami penurunan kesadaran yang dalam atau koma yang memerlukan penanganan yang cepat.

3. Sistem pencernaan

Sistem pencernaan adalah salah satu sistem organ yang sering mengalami gangguan pada penderita HIV. Seseorang dengan HIV dapat mengeluhkan diare yang sulit sembuh. Walaupun sudah diobati dengan berbagai antibiotik, namun diare tetap terjadi. Infeksi saluran cerna ini dapat disebabkan oleh berbagai jenis kuman, dimulai dari bakteri, virus maupun jamur.

Pasien yang mengalami diare berkepanjangan rentan terkena gangguan elektrolit, yang memicu kelemahan tubuh. Diare juga menyebabkan penurunan kualitas hidup penderita HIV. Pemberian pengobatan yang tepat diperlukan untuk menurunkan kejadian diare.

4. Sistem pernapasan

Sistem pernapasan adalah salah satu organ yang sering terkena gangguan pada penderita HIV. Gejala yang dapat terjadi adalah batuk, keringat malam, dan sesak napas. Selain itu, paru-paru penderita HIV juga rentan terkena infeksi oleh berbagai kuman lain, dan ini bisa mengancam nyawa jika tidak diobati dengan tepat.

5. Penglihatan

Pasien dengan HIV dapat mengalami gangguan penglihatan. Misalnya, penurunan lapang pandang yang dapat disebabkan oleh infeksi susunan saraf pusat atau infeksi di dalam mata.

Jadi, infeksi HIV dapat menyebabkan gangguan pada berbagai sistem organ. Penderita yang mengalami gejala HIV akan merasakan gangguan kesehatan, mulai dari area kelamin, pencernaan, hingga mata. Penanganan yang tepat merupakan kunci utama untuk mengatasi berbagai infeksi pada penderita HIV.

[RS/ RVS]

1 Komentar