Sukses

Apa Saja Penyebab Down Syndrome?

Anda mungkin memiliki kerabat atau pernah melihat penyandang Down syndrome atau sindrom Down. Apa saja penyebab Down syndrome? Berikut penjelasannya.

Apakah Anda mempunyai saudara, teman, atau tetangga yang anaknya menyandang Down syndrome (sindrom Down)? Atau mungkin Anda sendiri memiliki anak dengan kondisi ini.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa setidaknya ada satu anak dengan sindrom Down dari 1000 kelahiran di dunia. Di Indonesia, kasus Down syndrome cenderung meningkat.

Menurut hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2010, kasus sindrom Down pada anak 24 hingga 59 bulan adalah sebesar 0,12 persen, meningkat di tahun 2013 menjadi 0,13 persen, dan pada tahun 2018 menjadi 0,21 persen. 

1 dari 4 halaman

Apa Itu Down Syndrome?

Down syndrome atau sindrom Down merupakan suatu kelainan genetik yang dibawa sejak lahir. Kesalahan terletak pada proses pembelahan sel saat masa embrio. 

Pada bayi yang terlahir normal, biasanya terdapat dua salinan kromosom. Namun, bayi yang mengalami sindrom Down memiliki tiga salinan kromosom 21. Akibatnya, bayi memiliki 47 kromosom, di mana umumnya manusia memiliki 46 kromosom. 

Artikel Lainnya: Mengenal Down Syndrome Lebih Dekat

Kelainan ini pertama kali ditemukan oleh Dr. John Langdon Down pada tahun 1866. Anak dengan sindrom Down akan menunjukkan ciri seperti tinggi badan yang relatif pendek, kepala relatif lebih kecil, hidung yang datar menyerupai orang Mongoloid sehingga kerap dikenal dengan istilah mongolisme.

Anak dengan sindrom Down biasanya memiliki karakteristik yang membuatnya lebih berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan dibandingkan dengan mereka yang tidak menyandang sindrom Down.

Sejumlah penyakit erat kaitannya dengan anak-anak ini yaitu masalah jantung, infeksi mata, dan masalah pendengaran. Selain itu, anak dengan Down syndrome pun dapat mengalami berbagai gangguan perkembangan seperti gangguan komunikasi atau gangguan bicara. 

Artikel Lainnya: 6 Masalah Kesehatan yang Menimpa Anak Down Syndrome

2 dari 4 halaman

Faktor Penyebab Down Syndrome

Hingga saat ini, belum diketahui apa yang menjadi penyebab Down syndrome sesungguhnya. Akan tetapi, beberapa faktor risiko berikut turut meningkatkan kerentanan seseorang mengalami sindrom Down:

  1. Usia Ibu Saat Hamil

Usia ibu yang tua saat hamil merupakan salah satu faktor penyebab Down syndrome. Ibu yang hamil di usia di atas 35 tahun memiliki risiko melahirkan anak dengan Down syndrome. Hal ini diakibatkan oleh kualitas sel telur yang semakin rendah seiring dengan pertambahan usia ibu.

Selain itu, apabila tidak terlahir dengan Down syndrome, bayi pun berisiko mengalami kelainan genetik dan kecacatan lainnya saat lahir. 

  1. Pernah Memiliki Anak dengan Sindrom Down

Ibu yang sudah pernah memiliki anak dengan sindrom Down sebelumnya, kemungkinan untuk melahirkan anak dengan kondisi serupa akan meningkat menjadi 1 dari 100 kelahiran.

Artikel Lainnya: Nutrisi Terbaik untuk Anak Down Syndrome

  1. Riwayat Keluarga dengan Sindrom Down 

Penyebab Down syndrome lainnya adalah riwayat genetik. Salah satu tipe kelainan genetik pada sindrom Down adalah tipe translokasi kromosom.

Pada tipe ini, jumlah kromosom tetap 46 kromosom, tetapi ada bagian dari satu kromosom yang terpisah dan menempel pada kromosom lain sehingga karakteristik yang muncul adalah seperti karakteristik pada Down syndrome.

Tipe translokasi ini dapat diturunkan secara genetik. Karena itu, jika salah satu anggota keluarga atau ayah maupun ibu merupakan penyandang sindrom Down, maka risiko anak mengalami sindrom yang sama pun akan meningkat.

3 dari 4 halaman

Adakah Upaya Pencegahan yang Bisa Dilakukan?

Sejauh ini, tidak ada cara khusus untuk mencegah Down syndrome. Meski demikian, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengetahui risiko terjadinya sindrom ini. 

Salah satunya adalah melakukan pemeriksaan kromosom melalui amniosentesis bagi para ibu hamil. Khususnya bagi mereka yang pernah memiliki anak penyandang sindrom Down atau ibu hamil usia di atas 40 tahun. 

Selain itu, ibu hamil yang memiliki risiko melahirkan bayi dengan kelainan genetik harus dipantau secara rutin dan melahirkan di fasilitas kesehatan sekunder atau tersier. Hal ini bertujuan agar saat bayi lahir, segera dapat dilakukan berbagai tindakan pemeriksaan awal untuk mendeteksi adanya kelainan genetik.

Down syndrome adalah salah satu kelainan genetik yang sering dijumpai dan sampai saat ini penyebabnya belum diketahui pasti. 

Meski tidak ada cara mencegah Down syndrome yang khusus, dengan pemantauan rutin selama hamil, dukungan penuh terhadap orang tua saat bayi lahir hingga dewasa, anak penyandang sindrom Down pun dapat tumbuh dan berdaya di lingkungannya. 

[WA/ RS]

0 Komentar

Belum ada komentar