Sukses

5 Ciri Orang Tua Permisif

Salah satu pola asuh yang banyak digunakan orang tua saat ini adalah permisif. Apa ciri-ciri orang tua permisif?

Klikdokter.com, Jakarta Di tahun 1960-an, beberapa peneliti—Diane Baumrind, Eleanor Maccoby, dan John Martin—mempelajari berbagai gaya pengasuhan orang tua. Mereka kemudian membaginya menjadi tiga tipe pengasuhan, yaitu otoriter, otoritatif, dan permisif. Setelah penelitian selama beberapa tahun, gaya pengasuhan keempat, uninvolved, pun ditambahkan. Lalu, apa ciri khas orang tua permisif?

Karakteristik utama dari gaya pengasuhan permisif adalah orang tua yang hangat dan mengayomi kepada anaknya, tetapi enggan memberi batasan terhadap si anak. Para orang tua permisif cenderung memanjakan anak dan jarang menuntut sesuatu dari anak. Apakah Anda termasuk orang tua yang permisif? Mari kenali beberapa tandanya.

1. Tidak memiliki aturan yang tegas

Orang tua permisif jarang menerapkan peraturan bagi anak. Akibatnya, anak cenderung semaunya dalam memilih apa yang dia inginkan. Misalnya, anak bebas makan apa pun yang dia mau (walaupun kurang bergizi, misalnya), anak tidak memiliki jam tidur yang tetap, anak bebas menonton TV atau bermain dengan gadget, dan sebagainya.

Jika terdapat peraturan, sering kali orang tua menerapkannya secara tidak konsisten. Selain itu, bila orang tua meminta anak melakukan sesuatu yang bertentangan dengan keinginannya, anak hanya mengabaikan. Intinya, anak menjadi penguasa dan “raja” dalam keluarga.

2. Jarang menghukum anak

Pada gaya pengasuhan permisif, orang tua jarang memberikan hukuman atau mendisiplinkan anak apabila melakukan sesuatu yang salah. Sebaliknya, orang tua hanya berusaha mengalihkan perilaku anak yang salah ke perilaku yang sesuai.

Apabila anak diberikan hukuman, mungkin tindakannya berupa hal yang sangat pasif ataupun ringan. Sehingga di mata orang luar tidak tampak sebagai tindakan mendisiplinkan anak.

3. Menggunakan suap

Lalu bagaimana jika anak melakukan tindakan yang kurang baik? Orang tua permisif jarang mengatakan “tidak” kepada anaknya. Mereka cenderung lebih memilih untuk menyuap anak untuk menghindari perilaku tidak baik tersebut, daripada memberikan hukuman.

Misalnya, menjanjikan untuk membeli mainan apabila anak berhenti menangis, memberikan jajanan (misalnya permen, es krim) jika anak mau membagi mainannya dengan teman, dan lain-lain.

4. Penuh kasih dan mengayomi

Orang tua permisif cenderung penuh cinta kasih terhadap anaknya. Tindakannya sering kali didasari cinta kepada anak, sehingga tidak tega melakukan sesuatu yang menyebabkan anak tidak senang (seperti menerapkan peraturan, menghukum apabila salah, dan sebagainya).

Karena itu, gaya pengasuhan permisif sering kali terkesan sangat santai, dan orang tua lebih sering berperan sebagai sosok teman ketimbang orang tua.

5. Tak mengacuhkan sifat kurang hormat

Pernahkah Anda membiarkan anak marah dan memukul Anda? Pernahkah Anda membebaskan anak menangis keras-keras di muka umum? Pernahkah Anda mengabaikan sikap anak yang berkata kasar kepada pengasuhnya?

Jika jawabannya ya, itu menandakan Anda orang tua yang permisif. Dengan gaya pengasuhan seperti, Anda cenderung tak mengacuhkan sifat kurang baik anak, walaupun tidak sopan. Anda cenderung menganggapnya sebagai perilaku kekanak-kanakan yang tidak perlu dikoreksi.

Demikian beberapa ciri orang tua yang permisif. Anak-anak yang dibesarkan dalam gaya pengasuhan ini cenderung menjadi seseorang yang kurang disiplin, memiliki kemampuan sosial yang buruk, mementingkan diri sendiri, dan sering insecure akibat kurangnya bimbingan selama bertumbuh.

Untuk mengubah situasi, agar tidak menjadi orang tua permisif, salah satu cara yang dapat Anda lakukan adalah dengan menetapkan batasan dalam keluarga. Hindarilah sikap terlalu permisif. Terlalu otoriter juga sesungguhnya tidak baik. Jadi, seimbangkanlah gaya pengasuhan Anda. Berlakukan aturan tegas, namun tetap penuh kasih. Disiplin, namun tetap memperhitungkan anak sebagai individu yang memiliki pendapat. Semoga bermanfaat!

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar