Sukses

Menilik Bahaya Kolesterol Tinggi pada Otak

Kolesterol tinggi yang tidak segera diobati dapat mendatangkan sederet dampak buruk pada otak Anda.

Klikdokter.com, Jakarta Kolesterol tinggi masih menjadi masalah sejuta umat di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Menurut data dari Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2013, lebih dari 70% masyarakat Indonesia menyimpan kadar kolesterol tinggi di dalam tubuhnya.

Tidak dimungkiri, kolesterol memang sangat sulit untuk dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Ini karena senyawa tersebut dapat dengan mudah ditemukan pada makanan yang dikonsumsi.

Mengenal kolesterol

Kolesterol terbagi menjadi dua jenis, yaitu kolesterol baik (High Density Lipoprotein) dan kolesterol jahat (Low Density Lipoprotein). Dalam batas yang normal, keduanya memiliki peranan yang penting dalam menunjang fungsi tubuh. Menurut dr. Karunia Ramadhan, dalam batas normal, kolesterol dibutuhkan tubuh untuk:

· Membentuk hormon

Sebagian kolesterol yang masuk ke dalam tubuh digunakan untuk membantu proses pembentukan hormon. Kelenjar adrenal menggunakan senyawa ini untuk membentuk hormon adrenokortikal.

Sedangkan oleh ovarium wanita, kolesterol digunakan untuk membentuk hormon progesteron dan estrogen. Sementara oleh testis pria, senyawa ini digunakan untuk membentuk hormon testosteron.

· Membentuk sel-sel di dalam tubuh

Kolesterol digunakan oleh tubuh sebagai bahan dasar pembentuk struktur dinding (membran) setiap sel. Senyawa ini juga merupakan komponen utama pada sel saraf dan sel otak. Tak hanya itu, dalam kadar normal, kolesterol juga bermanfaat untuk membantu memperbaiki setiap kerusakan yang terjadi pada sel di dalam tubuh.

· Pelindung tubuh

Sebagian kolesterol diendapkan oleh tubuh dalam lapisan kulit (korneum). Oleh karena itu, senyawa ini dapat membantu mencegah penguapan cairan tubuh secara berlebih melalui kulit. Namun, jika lemak di bagian kulit (korneum) hilang sama sekali, seseorang dapat mengalami dehidrasi berat hingga akhirnya meninggal dunia.

· Membentuk asam empedu

Tahukah Anda bahwa kolesterol merupakan bahan dasar pembentuk asam empedu? Fungsi utama asam empedu adalah untuk mencerna lemak yang melewati saluran pencernaan.

Bila kadarnya berlebihan, manfaat-manfaat di atas menjadi hilang sama sekali. Dengan kata lain, kadar kolesterol tinggi di dalam tubuh justru mendatangkan sederet dampak buruk.

Waspada bahaya kolesterol tinggi

Menurut dr. Resthie Rachmanta Putri, seseorang dikategorikan memiliki kolesterol tinggi bila kadar kolesterol baik (HDL) kurang dari 60 mg/dL, dan kadar kolesterol jahat (LDL) lebih dari 100 mg/dL.

Pada kondisi tersebut, seseorang memiliki risiko yang tinggi untuk mengalami penyumbatan di pembuluh darah. Keadaan ini lama-kelamaan dapat menyebabkan penyakit jantung dan serangan jantung, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kematian mendadak.

Selain dua kondisi itu, penelitian menyebutkan bahwa kadar kolesterol tinggi juga dapat menyebabkan segudang gangguan di otak. Alhasil, seseorang yang memiliki kadar kolesterol tinggi di dalam tubuhnya berisiko tinggi untuk mengalami:

1. Alzheimer

Dalam sebuah penelitian, direktur Universitas California, Charles DeCarli, MD., mengamati tingkat amiloid di otak dari 74 orang dewasa. Peneliti menemukan, responden yang memiliki kolesterol jahat (LDL) yang lebih tinggi memiliki lebih banyak kadar amiloid di otaknya.

Amiloid merupakan senyawa yang ditemukan di otak penderita Alzheimer, yang diduga memegang peranan penting pada terjadinya kondisi tersebut.

2. Penurunan fungsi kognitif

Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Roelof Smit dari Leiden University Medical Center, Belanda, mendapatkan hasil bahwa responden dengan kadar kolesterol jahat (LDL) yang tinggi cenderung memiliki nilai tes kognitif yang lebih rendah.

“Temuan ini menambah bukti bahwa faktor pembuluh darah memiliki kaitan yang erat dengan fungsi neuro-kognitif. Penelitian lanjutan sangat dibutuhkan untuk menguraikan mekanisme tersebut,” ungkapnya.

3. Stroke

Kadar kolesterol tinggi di dalam tubuh dapat menyebabkan terbentuknya plak aterosklerosis. Plak ini dapat menghambat aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk ke otak.

Sewaktu-waktu, plak tersebut dapat pecah dan menyebabkan bekuan darah berkumpul; menyumbat aliran ke sel otak. Keadaan ini terjadi secara mendadak dan melumpuhkan sistem saraf pusat. Pada akhirnya, strok (stroke) tak bisa lagi dihindari.

Itulah sederet bahaya akibat kolesterol tinggi yang tidak diobati. Mengetahui hal ini, Anda sebaiknya segera bertindak dengan mengubah pola hidup menjadi lebih sehat. Caranya: konsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang, berolahraga secara rutin dan teratur, menghindari makanan cepat saji; minuman beralkohol; dan rokok, serta istirahat cukup. Jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan secara berkala, agar dampak buruk kolesterol tinggi pada otak dan bagian tubuh lainnya bisa dicegah.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar