Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Ingin Menjaga kebersihan Dapur? Singkirkan Barang-barang Ini!

Ingin Menjaga kebersihan Dapur? Singkirkan Barang-barang Ini!

Sadarkah Anda bahwa kesehatan keluarga juga berawal dari dapur? Karena itu, jaga kebersihan dapur dengan singkirkan barang-barang ini!

Sama seperti bagian rumah lainnya, seperti kamar tidur dan toilet, kebersihan dapur juga harus diperhatikan. Bagaimana tidak? Di sinilah, peralatan memasak dan bahan makanan sebelum diolah disimpan.

Saat dapur tidak dijaga kebersihannya, kesehatan keluarga bisa ikut terpengaruh. Ujung-ujungnya, masalah kesehatan, seperti sakit perut, muntah, dan diare, bisa menghampiri.

Namun rupanya, tak cukup hanya menjaga kebersihan dapur. Terdapat juga deretan barang di dapur yang berpotensi jadi sumber masalah kesehatan. Apa saja sih?

1 dari 6 halaman

1. Spons

Anda pasti sering menggunakan spons untuk mencuci piring. Namun, karena memiliki pori-pori yang banyak, spons berisiko jadi tempat bertumbuhnya bakteri.

Terlebih lagi, Anda sering meninggalkan spons dalam keadaan lembap sehingga jamur berpotensi besar tumbuh di dalamnya.

Itu sebabnya, setiap jangka waktu tertentu, gantilah spons cuci piring agar tidak jadi sarang bakteri dan jamur.

2. Lap Kain

Setelah mencuci piring, Anda sering menggunakan lap kain untuk mengeringkan piring dan peralatan dapur.

Lap kain juga sering digunakan untuk membersihkan daerah sekitar kompor atau bagian dapur lain yang sering kotor usai memasak.

Agar kebersihan peralatan dapur tetap terjaga, sebaiknya pisahkan kain yang digunakan untuk mengeringkan peralatan dapur dan untuk membersihkan meja dapur.

Artikel lainnya: Kiat Bersihkan Kulkas Jelang Mudik Lebaran

2 dari 6 halaman

3. Peralatan Dapur Usang

Saat memiliki peralatan dapur yang nyaman, Anda bisa jadi enggan untuk menggantinya untuk waktu yang lama. Namun, sangat penting untuk memperhatikan kebersihannya.

Seperti wajan atau panci yang sering digunakan, perhatikan apakah ada warna kehitaman di dasarnya. Sebaiknya bagian ini dibersihkan dengan baik agar tidak masuk dalam makanan yang dikonsumsi.

4. Peralatan Dapur Berkarat

Coba perhatikan barang di dapur Anda. Apakah ada yang sudah berkarat? Kalau ada, jangan digunakan lagi saat mengolah makanan karena dapat sangat berbahaya bagi kesehatan.

Untuk menghindari barang-barang dapur berkarat, lebih baik pilih yang berbahan stainless.

3 dari 6 halaman

5. Peralatan Dapur yang Memicu Genangan Air

Anda sering menggunakan wadah tertentu untuk meletakkan spons atau peralatan lainnya di dekat tempat mencuci piring. Tanpa disadari, Anda membiarkan wadah tersebut terus basah.

Kondisi ini dapat memicu jentik nyamuk maupun pertumbuhan mikroba lain. Itu sebabnya, perhatikan apakah ada wadah di dapur yang menampung air. Jika ada, segera bersihkan.

Artikel lainnya: Waspadai Kualitas Makanan di Kulkas Usai Listrik Mati Seharian

6. Rak Pengering Piring yang Lembap

Terkadang, Anda memilih perlengkapan dapur yang memiliki model unik sehingga terlihat cantik di dapur.

Rak pengering piring adalah salah satunya. Tak salah memilih rak piring unik, tapi pastikan bahan tersebut tidak membuat lembap.

Misalnya, rak piring berbahan kayu. Lebih disarankan, Anda memilih rak berbahan stainless agar mudah kering.

4 dari 6 halaman

7. Bahan Makanan Sisa

Ketika memasak untuk anggota keluarga, sering kali terdapat sisa bahan makanan yang dapat digunakan untuk memasak keesokan harinya.

Tidak ada salahnya untuk menyimpan bahan makanan tersebut di kulkas untuk dipanaskan keesokan harinya.

Hanya saja, kesegaran bahan makanan tetap harus diperhatikan. Meskipun masih terlihat segar, sebaiknya segera gunakan bahan tersebut dalam 3-4 hari sehingga kualitasnya tetap terjaga.

8. Bahan Makanan Beku dalam Kulkas

Kulkas biasanya memiliki freezer untuk menyimpan makanan beku. Makanan yang telah dibekukan biasanya memiliki daya tahan yang lebih lama karena risiko pertumbuhan bakteri akan lebih rendah pada suhu tersebut.

Namun, perlu diperhatikan jika sudah terbentuk kristal di dalamnya, pastikan kembali apakah bahan makanan tersebut masih dapat digunakan.

Sering kali terbentuknya kristal menjadi penanda bahwa di dalamnya telah mengandung bakteri yang tentunya tidak baik untuk kesehatan.

Terlebih ketika bahan makanan sudah pernah berada di luar kulkas, sempat mencair karena suhu ruangan. Hal ini menimbulkan risiko pertumbuhan bakteri.

Sangat penting juga untuk menjaga suhu freezer sehingga kualitas bahan makanan dapat tetap terjaga.

Artikel lainnya: Berapa Lama Sebaiknya Menyimpan Makanan dalam Kulkas?

5 dari 6 halaman

9. Bahan Kedaluwarsa

Bahan makanan yang dijual di pasaran, terlebih produk olahan, biasanya punya tanggal kedaluwarsa.

Perhatikan tanggal tersebut. Jika sudah lewat, tidak disarankan untuk dikonsumsi lagi karena kualitas produk tak terjamin.

Nah, saat menyimpan bahan makanan di kulkas, jarang sekali Anda memperhatikan tanggal kedaluwarsanya. Untuk menghindarinya, Anda bisa menerapkan metode first in - first out.

Metode apakah ini? Yaitu, produk yang dibeli lebih awal, akan dikonsumsi lebih dahulu untuk mencegah melewati tanggal kedaluwarsa.

Produk yang kedaluwarsa biasanya mengalami perubahan warna sehingga dapat menimbulkan bau tak sedap.

Bila bumbu-bumbu makanan, seperti kecap, saus dan sejenisnya telah berubah warna, ketahuilah bahwa bahan tersebut telah kedaluwarsa dan tak layak pakai.

Begitu pula dengan daging yang telah mengeluarkan bau busuk. Sayur-sayuran tidak boleh lebih dari seminggu tersimpan.

Hal ini juga menjadi salah satu penanda terdapat pertumbuhan bakteri karena adanya reaksi pembusukan. Jika bahan makanan tersebut tetap digunakan, dapat menyebabkan sakit pada anggota keluarga.

Artikel lainnya: Cara Praktis Membersihkan Rumah untuk Cegah Alergi

10. Pernak-Pernik Bekas

Anda mungkin kerap membeli pernak-pernik untuk mempercantik dapur. Namun, jangan lupa untuk memperhatikan kebersihannya.

Pada kasus pernak-pernik berbahan dasar kayu, misalnya, dapat menempel debu jika jarang dibersihkan.

Debu-debu ini tentu berisiko mengontaminasi bahan makanan atau minuman yang sedang diolah di dapur.

Selain itu, serbuk kayu juga tidak baik untuk pernapasan, terlebih bila termakan. Hal ini juga berlaku buat pernak-pernik berbahan lainnya.

Selain dibersihkan secara berkala, Anda bisa menyingkirkan pernak-pernik yang sudah usang ini.

Sangat penting untuk menjaga kebersihan dapur setiap saat. Dengan dapur yang bersih, sesi memasak pun akan lebih menyenangkan dan sehat. Anda masih punya pertanyaan seputar topik ini? Tanyakan saja pada dokter via LiveChat di aplikasi KlikDokter.

(HNS/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar