Sukses

Kombinasi Vitamin Neurotropik Kurangi Gejala Neuropati

Anda sering merasa nyeri, baal, kesemutan, atau kram? Bisa jadi itu neuropati. Kurangi gejalanya dengan vitamin neurotropik.

Klikdokter.com, Jakarta Neuropati merupakan gejala dari kerusakan saraf yang disebabkan beberapa hal, seperti cedera pada saraf, kekurangan vitamin tertentu, gangguan pada sistem saraf pusat (otak), dan masih banyak lagi. Kondisi ini dapat mengenai saraf sensorik, motorik, otonom, atau campuran di antaranya. Neuropati dapat terjadi pada saraf tepi (neuropati perifer), yang jika gejalanya muncul dapat mengganggu. Kabar baiknya, konsumsi kombinasi vitamin neurotropik terbukti dapat mengurangi gejala kerusakan saraf tepi.

Studi mengenai kesehatan saraf tepi pertama di Indonesia

Baru-baru ini, Studi Klinis Nonintervensi NENOIN 2018, yaitu studi nonintervensi dengan vitamin neurotropik, yaitu vitamin untuk kesehatan saraf yang terdiri dari B1, B6, dan B12, membuktikan bahwa kombinasi vitamin neurotropik secara rutin dan berkala dapat mengurangi gejala neuropati seperti kebas, kesemutan, rasa terbakar, dan rasa sakit secara signifikan. Hasil studi ini juga dipublikasikan di Asian Journal of Medical Sciences 2018, yang merupakan studi pertama di Indonesia mengenai kesehatan saraf tepi. Studi yang merupakan kerja sama antara Persatuan Dokter Spesial Saraf Indonesia (PERDOSSI) dan PT Merck Tbk. ini juga menemukan bahwa kombinasi vitamin neurotropik memiliki profil toleransi yang baik, sehingga aman untuk dikonsumsi jangka panjang.

Studi ini melibatkan 411 responden penderita neuropati usia 18-65 tahun, dengan etiologi (yaitu penyebab atau asal penyakit dan faktor-faktor yang menghasilkan atau memengaruhi gangguan atau suatu penyakit tertentu) berbeda. Para responden juga diketahui mengalami gejala neuropati ringan sampai sedang.

Etiologi responden antara lain: diabetes (104 orang), carpal tunnel syndrome (44 orang), idiopatik atau gangguan yang tidak diketahui penyebabnya (112 orang), penyebab lain (25 orang), dan kombinasi (126 orang). Selama studi berlangsung, responden mengonsumsi satu tablet vitamin neurotropik sekali sehari setelah makan. Kombinasi vitamin neurotropik yang digunakan adalah vitamin B (100 mg), B6 (100 mg), dan B12 (5000µg).

Berdasarkan data yang diperoleh setelah 12 minggu, studi yang dilakukan di 9 kota besar di Indonesia ini memperoleh hasil bahwa keseluruhan gejala neuropati berkurang sebanyak 62,9 persen. Pengurangan gejala neuropati yang terlihat antara lain:

- Rasa sakit berkurang 64,7 persen

- Rasa terbakar berkurang 80,6 persen

- Rasa kesemutan berkurang 61,3 persen

- Rasa baal atau kebas berkurang 55,9 persen

Selain hasil di atas, studi ini juga melaporkan bahwa efektivitas konsumsi vitamin neurotropik terlihat dalam 2 minggu, dan perbaikan terus meningkat selama masa pemakaian.

1 dari 2 halaman

Pentingnya mencegah neuropati

Menurut survei Neuropathy Check Points Neurobion pada tahun 2015 silam, yang dilakukan kepada 16.800 pasien di 11 kota di Indonesia, 43 persen dari jumlah tersebut berisiko terkena neuropati. Kawasan Jabodetabek memiliki angka risiko tertinggi, yaitu 47 persen, dibandingkan dengan kota-kota lainnya yang berkisar 40-42 persen.

Survei tersebut juga menunjukkan risiko neuropati meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Usia di atas 50 tahun memiliki risiko tertinggi, yaitu 32 persen, usia 20-29 tahun sebesar 14 persen, usia 30 tahun sebesar 25 persen, dan usia 40-49 tahun sebanyak 29 persen.

Prevalensi adanya kerusakan saraf tepi yang cenderung tinggi pada masyarakat perkotaan juga disebabkan faktor gaya hidup seperti aktivitas mengetik (dengan laptop, gawai, tablet, dll.), mengendarai motor dan mobil, duduk dalam waktu lama, dan berbagai aktivitas dengan gerakan berulang lainnya.

Pencegahan neuropati bisa dilakukan dengan berbagai cara. Mulai dari menjalani gaya hidup sehat, memastikan asupan gizi seimbang, mengonsumsi vitamin neurotropik sejak dini secara teratur, serta mengendalikan faktor risiko sebelum kerusakan saraf terjadi.

Vitamin neurotropik yang mengandung vitamin B1, B6, dan B12 dapat membantu menjaga dan menormalkan fungsi saraf dengan memperbaiki gangguan metabolisme sel saraf, serta memberikan asupan yang dibutuhkan supaya saraf bisa bekerja dengan baik. Selain itu, vitamin-vitamin tersebut juga dapat bermanfaat dalam metabolisme energi sel, sehingga bisa mengatasi kelelahan dan membantu dalam masa penyembuhan penyakit.

Langkah-langkah pencegahan ini bisa sangat bermanfaat, khususnya pada kondisi-kondisi yang berisiko lebih tinggi mengalami gangguan saraf seperti:

- Diabetes

- Lansia

- Penyalahgunaan alkohol

- Defisiensi vitamin B

- Kondisi lainnya seperti: penderita gangguan ginjal atau pasien gagal ginjal yang sedang cuci darah, penderita penyakit gastrointestinal, malnutrisi, terpapar racun dan bahan kimia seperti arsen, mengonsumsi obat-obatan yang mempengaruhi metabolisme atau penyerapan nutrisi, cedera atau trauma fisik, serta penyebab genetik.

Neuropati sering disepelekan dan dianggap sebagai kondisi umum. Padahal, bila dibiarkan dapat terjadi kerusakan pada saraf lebih berat, sehingga mengganggu pergerakan dan mobilitas Anda. Rasa nyeri yang dirasakan pun bisa menimbulkan ketidaknyamanan baik fisik maupun psikis.

Nah, jika Anda sering merasakan gejala di atas seperti kesemutan, rasa baal, atau rasa seperti terbakar, segera periksakan diri ke dokter untuk diketahui penyebab dan penanganannya secara tepat. Bisa jadi Anda mengalami gejala neuropati. Lakukan pencegahan dengan menerapkan gaya hidup sehat, makan makanan dengan gizi seimbang, serta konsumsi vitamin neurotropik.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar