Sukses

Mengapa Badan Lemas setelah Berhenti Merokok?

Mau tahu penyebab badan lemas setelah berhenti merokok? Ini penjelasannya.

Klikdokter.com, Jakarta Putus nikotin terkadang sama beratnya dari putus cinta, bahkan lebih. Saat berhenti dari kebiasaan merokok, ada beberapa gejala yang dapat menyerang Anda. Salah satunya adalah badan lemas.

Nikotin merupakan zat kimia di dalam rokok yang membuat orang kecanduan. Di dalam otak, nikotin akan meningkatkan pelepasan dopamin, yang bertanggung jawab untuk rasa nyaman dan senang. Tak heran jika bagi seorang perokok, aktivitas ngebul ini dianggap dapat menaikkan konsentrasi, bahkan membuat efek terjaga. Nah, bila ini dilakukan berkali-kali kemudian diberhentikan, Anda pun dapat mengalami gejala putus nikotin.

Gejala putus nikotin

Dilansir Heatlhline, gejala putus nikotin, atau dikenal dengan nicotine withdrawal, dapat terjadi setelah berhenti merokok 30 menit. Gejala tersebut bergantung pada kadar kecanduan Anda. Faktor-faktor seperti berapa lama Anda merokok dan berapa banyak rokok yang Anda isap per hari akan memengaruhi keparahan.

Artinya, makin lama Anda merokok, dan makin banyak rokok yang Anda isap per hari, makin hebat adiksi nikotin yang akan dialami. Keinginan untuk mendapatkan nikotin pun makin meningkat. Mengabaikan hasrat tersebut dapat menimbulkan gejala putus nikotin yang tidak menyenangkan. Dan apa yang bisa meringankan hal tersebut? Nikotin. 

Gejala putus nikotin bermacam-macam, meliputi sakit kepala, mual, lemas, insomnia, kecemasan, dan nafsu makan bertambah. Biasanya gejala ini akan mereda setelah 3–4 minggu kemudian.

Karena itu, jika Anda merasakan badan lemas setelah berhenti merokok, Anda tidak sendirian. Hal ini memang sering dialami mantan merokok. Mekanismenya, saat Anda merokok, nikotin bertindak sebagai stimulan. Begitu stimulan ini dihilangkan, tubuh Anda akan bereaksi dengan “membangunkan” perasaan lelah.

Selain itu, perasaan lelah tersebut bisa juga dipicu oleh kecemasan. Bila Anda mengalami kecemasan setelah berhenti merokok, efeknya pada tubuh adalah merasa mudah lemas. 

Menangani gejala putus nikotin

Gejala putus nikotin memang tidak menyenangkan. Anda dapat mengalami sakit kepala, badan lemas, hingga sulit berkonsentrasi. Namun, jangan khawatir. Dikutip dari WebMD, gejala putus nikotin dapat ditangani dengan berbagai cara, seperti:

• Sibukkan mulut Anda dengan mengunyah permen karet, atau minumlah air putih.

• Gunakan terapi pengganti nikotin, seperti permen karet, lozenge, atau patch.

• Pergi berjalan kaki atau lakukan latihan ringan jika mulai ngidam rokok.

• Meditasi selama beberapa menit, atau bisa juga dengan menarik napas dalam-dalam.

• Jauhi sejumlah pemicu yang dapat membuat Anda ingin merokok, seperti alkohol, kopi, atau orang-orang yang masih merokok.

• Ingat lagi alasan mengapa Anda ingin berhenti.

Untuk benar-benar menghilangkan nikotin dari dalam tubuh, ada beberapa cara yang Anda terapkan, antara lain minum cukup air, berolahraga, dan mengonsumsi makanan sehat.

“Setiap orang harus minum setidaknya 1,8–2,0 liter air per hari. Namun, nikotin dapat dibersihkan dari tubuh lebih cepat jika Anda minum setidaknya 2,3 liter air selama beberapa hari,” kata dr. Resthie Rachmanta, M.Epid dari Klikdokter. Akan tetapi, berhati-hatilah untuk tidak mengonsumsi air secara berlebihan karena dapat menimbulkan gangguan keseimbangan mineral dalam tubuh.

Jalan, joging, atau olahraga lain (seperti tenis) juga baik untuk membersihkan nikotin dari tubuh. Menurut dr. Resthie, berolahragalah sekurang-kurangnya 30 menit setiap sesi dengan frekuensi hingga 5 kali per minggu.

Ia juga menjelaskan bahwa konsumsi makanan sehat tak kalah penting, terutama buah-buahan segar. “Tingkat keasaman dan vitamin dalam buah-buahan, seperti jeruk dan apel, dapat bekerja untuk membersihkan tubuh dari nikotin,” ungkapnya.

Semoga gejala putus nikotin—termasuk di dalamnya badan lemas—yang Anda alami dapat segera teratasi. Bila Anda masih merasa kesulitan untuk berhenti merokok, jangan ragu untuk melakukan konseling bersamaan dengan terapi lainnya.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar