Sukses

Segudang Dampak Negatif Menonton Video Porno pada Anak

Menonton video porno dapat mendatangkan sejumlah dampak negatif pada anak. Ini bahaya pornografi bagi anak-anak.

Berita tentang seorang anak yang menonton video porno di sebelah orang tuanya membuat geger masyarakat Indonesia. Pasalnya, video tak senonoh tersebut sangat tidak sesuai dengan usia anak, namun orang tuanya seakan tidak peduli. Padahal bahaya pornografi tidak hanya menyerang orang dewasa saja, melainkan juga anak-anak.

Terkait kondisi tersebut, Anda perlu tahu bahwa konten berbau porno, baik dalam bentuk foto, film, maupun animasi, dapat mendatangkan sederet dampak buruk bagi perkembangan otak anak. Beberapa bahaya pornografi yang dimaksud, antara lain.

  1. Kerusakan Struktur Otak

Penelitian yang dipublikasikan di JAMA Psychiatry menunjukkan bahwa anak yang sering menonton video porno akan mengalami perubahan struktur dan fungsi otak. Anak yang demikian akan mengalami penyusutan ukuran striatum kanan dan kiri, serta koneksi di korteks prefrontal.

  • Penyusutan Striatum

Striatum adalah bagian otak yang berkaitan dengan fungsi dan daya ingat. Karena itu, bila ukuran bagian otak ini mengalami penyusutan, seorang anak akan memiliki daya ingat yang terganggu, kesulitan berkonsentrasi, dan menangkap pelajaran.

  • Korteks Prefrontal

Ini adalah suatu bagian otak yang mengatur fungsi kognitif dan emosional manusia. Jika terjadi penurunan koneksi di area tersebut, kemampuan dasar otak untuk menerima dan mengelola pikiran menjadi tidak seimbang dengan fungsi emosional yang dimiliki.

Artikel Lainnya: 4 Dampak Psikis yang Dialami Korban Pelecehan Seksual

  1. Kurang Sensitif Terhadap Rangsangan Seksual

Tak berhenti di situ, anak yang terlalu sering menonton video porno juga akan mengalami peningkatan hormon dopamin di dalam tubuhnya. Hal ini dapat menyebabkan penurunan sensitivitas otak anak terhadap rangsangan seksual ketika ia dewasa.

Pada akhirnya, ketika menikah nanti, individu tersebut membutuhkan  pengalaman seksual yang lebih ekstrem untuk bisa benar-benar terangsang. Bahkan, bukan tak mungkin individu tersebut juga akan menjadi pelaku kekerasan seksual di masa mendatang.

  1. Sulit untuk Berpikir Jernih

Kesulitan untuk berpikir jernih adalah dampak pornografi pada anak yang tak bisa diremehkan. Hal ini karena kecanduan pornografi memaksa diri untuk bertindak tanpa adanya keterlibatan dari hati nurani.

Para ahli berpendapat, segala konten berbau pornografi sama dengan zat berbahaya yang langsung masuk ke otak, tanpa melalui sederet proses di dalam tubuh. Ini karena mata yang melihat konten porno akan langsung merefleksikan gambaran tersebut ke otak, sehingga efek sampingnya akan terjadi saat itu juga.

  1. Pendidikan Terganggu

Dampak pornografi pada anak yang nyata adalah anak tampak malas belajar, sulit berkonsentrasi, dan sulit lepas gadget. Akibatnya prestasi anak di sekolah pun cenderung menurun.

Artikel Lainnya: Kiat agar Anak Tak Terpapar Konten Bernuansa Seks

  1. Meningkatkan Risiko Terjadinya Seks Usia Dini

Semakin dini anak Anda sering melihat video berbau pornografi, maka semakin dini pula mereka akan melakukan seks yang berisiko di bawah umur. 

Berdasarkan beberapa studi tentang pengaruh konten seksual pada usia remaja menunjukkan bahwa semakin sering mereka terpapar konten berbau seksual baik di film maupun media, mereka cenderung melakukan hubungan seks dini.

Hubungan seks dini biasanya dilakukan karena rasa penasaran. Akibatnya banyak anak-anak remaja terjerumus dalam seks bebas, penggunaan narkoba dan alkohol, hingga tertular penyakit menular seksual.

  1. Meningkatkan Sikap Agresif Hingga Kekerasan Seksual

Dampak pornografi pada anak berikutnya adalah munculnya sikap agresif terutama pada lawan jenis. Bentuk sikap agresif maupun kekerasan seksual terhadap lawan jenis banyak ditemukan pada video-video pornografi.

  1. Berakhir ke Kecanduan

Bahaya pornografi yang lainnya adalah kecanduan. Awalnya mungkin hanya sebatas rasa keingintahuan, lalu berkembang menjadi suatu kesenangan atau hiburan, hingga akhirnya menjadi sebuah keharusan.

DSM-IV (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders) sudah memasukkan penggunaan konten pornografi secara impulsif dalam kategori gangguan hiperseksual.

Artikel Lainnya: Usia Berapa Anak Boleh Menggunakan Gawai?

  1. Memicu Depresi dan Kecemasan

Video pornografi sering kali menampilkan hal-hal yang tidak realistis. Namun, jika terlalu sering ditonton, dapat menghambat kemampuan untuk membangun dan mempertahankan suatu hubungan yang sehat kelak.

Selain itu, jika satu hari tidak menonton atau mengakses video porno dapat menimbulkan kecemasan berlebihan. Apabila kelak anak mendapatkan pasangan dan tidak sesuai dengan gambaran, maka bisa membuatnya merasa tertekan, stres, bahkan mengalami depresi.

1 dari 2 halaman

Apa yang Harus Dilakukan?

Konten berbau porno bukanlah tontonan yang layak untuk mereka yang masih anak-anak. Oleh karena itu, agar anak tidak terkena bahaya pornografi yang bersembunyi di balik setiap kontennya, Anda sebagai orang tua dituntut untuk lebih peka dalam mengawasi setiap gerak-gerik mereka.

Batasi segala sesuatu yang memudahkan akses anak ke konten berbau pornografi. Dalam hal ini, beberapa tindakan yang bisa Anda lakukan adalah:

  • Letakkan komputer atau gawai di ruangan yang mudah diawasi.
  • Batasi akses Internet ke situs porno dan situs-situs terlarang lainnya.
  • Batasi waktu anak bermain gawai.
  • Ajak anak bermain di luar rumah, tanpa internet maupun gawai.

Selain pengawasan dan pendampingan, orang tua juga perlu melakukan pendekatan agama pada anak. Hal ini bertujuan agar anak memiliki benteng yang kokoh terhadap godaan pornografi dan hal-hal negatif lainnya.

Pastikan pula Anda selalu menjadi contoh yang baik untuk anak, dengan melakukan hal-hal positif setiap hari. Jangan biarkan video porno atau konten berbau pornografi lainnya merusak masa depan anak

[FY/ RS]

1 Komentar