Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Kombinasi Suplemen Protein dan Nge-gym Bikin Tubuh Kencang?

Kombinasi Suplemen Protein dan Nge-gym Bikin Tubuh Kencang?

Mengombinasikan konsumsi suplemen protein dan olahraga di gym bisa membuat otot lebih kencang? Efektifkah?

Klikdokter.com, Jakarta Demi mewujudkan tubuh ideal setiap orang menempuh berbagai cara. Salah satu cara yang ditempuh selain berolahraga rutin, adalah dengan mengonsumsi berbagai makanan dan minuman tinggi protein, seperti suplemen protein yang dipercaya dapat mempercepat pertumbuhan otot, dan membuat tubuh lebih kencang.

Suplemen protein merupakan salah satu tambahan produk diet yang berasal dari ekstrak protein. Awalnya, konsumsi suplemen protein dilakukan oleh atlet profesional—khususnya yang membutuhkan massa otot besar seperti bodybuilding—di bawah pengawasan dokter atau ahli kesehatan olahraga dan nutrisi. Namun, sekitar dua dekade belakangan, dan seiring bergesernya paradigma bentuk tubuh ideal pria, konsumsi suplemen protein kian meluas.

Beberapa pilihan suplemen protein

Ada beberapa jenis dan kategori suplemen protein, mulai dari jenis molekul protein, sifat protein, dan kandungan campuran protein yang digunakan. Suplemen protein ini terdapat dalam beberapa bentuk: kapsul, susu, serta dalam bentuk pengganti makanan meal replacement product (MRP) seperti bar protein dan minuman berenergi.

Asupan protein yang cukup sangat penting untuk membangun otot. Karena itu, jika seseorang sedang menjalani program pembentukan otot, dianjurkan untuk mengonsumsi protein lebih banyak dari biasanya. Asupan protein ini memang bisa didapatkan dari berbagai sumber makanan, tapi banyak yang kesulitan memenuhi kebutuhan protein ini hanya dari makanan. Di sinilah suplemen protein dapat digunakan.

Ada beberapa jenis suplemen protein yang tersedia di pasaran, tapi yang paling populer adalah whey protein, protein kasein, dan protein kedelai. Menurut dr. Theresia Rina Yunita, whey protein adalah jenis protein yang paling banyak dijual di pasaran dan populer di kalangan para atlet. Bahkan, hasil penelitian dari University of Medical Branch, Amerika Serikat, menunjukkan bahwa konsumsi whey protein setelah latihan beban dapat meningkatkan pertumbuhan otot dengan cara merangsang pembentukan protein otot.

Protein kedelai bukanlah pilihan yang tepat karena merupakan rekayasa genetik dan rantai asam aminonya paling rendah dalam membangun otot. Selain itu, protein kedelai juga diyakini dapat meningkatkan kadar estrogen yang sangat dihindari oleh para atlet.

1 dari 3 halaman

Kenali cara suplemen protein bekerja

Sudah menjadi rahasia umum bahwa atlet profesional dan binaragawan mengandalkan protein sebagai suplemen makan dalam rutininas latihan mereka. Suplemen protein dirancang untuk meningkatkan massa otot bila dikombinasikan dengan olahraga teratur. Biasanya, suplemen yang dikonsumsi adalah berupa pil atau formula bubuk yang dapat dicampur dengan susu, air, atau jus buah.

Sederhananya, suplemen protein bekerja untuk menyediakan fondasi yang diperlukan bagi tubuh untuk menciptakan asam amino yang diperlukan untuk membangun jaringan otot secara lebih cepat dan lebih efisien. Alasan mengapa konsumsi suplemen sangat bermanfaat bagi para atlet adalah latihan fisik yang intens membutuhkan asupan protein lebih banyak dari biasanya. Dengan meningkatkan konsumsi protein, Anda juga dapat memberi otot lebih banyak waktu untuk pulih, sekaligus tumbuh dan terbentuk lebih cepat.

Sepanjang proses pencernaan, protein dipecah oleh enzim protease. Semakin cepat protein dipecah, maka akan semakin cepat terbentuk asam amino yang dapat membantu memperbaiki jaringan otot lebih cepat dan meningkatkan pertumbuhan otot secara lebih cepat, tapi tetap alami. Hal ini juga diketahui dapat meningkatkan daya tahan tubuh, membantu Anda tetap sehat, bugar, dan lebih kuat dalam melakukan latihan yang intens.

Sebuah penelitian juga menunjukkan bahwa mengonsumsi protein sebelum mulai latihan adalah cara yang efektif untuk mengoptimalkan perkembangan otot. Protein ini cepat dicerna menjadi asam amino sebagai persiapan untuk digunakan otot yang memerlukan perbaikan setelah latihan kekuatan.

Perlu diketahui bahwa konsumsi protein untuk pembentukan otot bukanlah pengganti suplemen pembakar lemak. Suplemen pembakar lemak ini bekerja dengan cara berbeda karena dirancang untuk meningkatkan tingkat metabolisme atau meminimalkan hasrat untuk makan. Suplemen protein dapat membantu Anda merasa lebih kenyang lebih lama dan meningkatkan kemampuan otot dalam memperbaiki dan menciptakan serat baru secara lebih cepat untuk meningkatkan massa tubuh.

2 dari 3 halaman

Cermat memilih suplemen protein

Para ahli mengindikasikan bahwa whey protein dapat memberikan hasil yang lebih baik dalam pertumbuhan otot. Namun, Anda yang punya intoleransi laktosa sebaiknya menghindarinya karena dapat menyebabkan perut kembung.

Suplemen protein sebaiknya tidak dikonsumsi untuk mengganti asupan protein secara alami yang didapat dari sumber makanan. Penting untuk diingat, bahwa suplemen protein tidak mengandung vitamin dan mineral alami, yang hanya bisa Anda dapatkan dari makanan.

Sebetulnya masih ada kekhawatiran mengenai dampai buruk suplemen protein bagi tubuh. Memang benar bahwa jika suplemen protein dikonsumsi secara tak terkontrol, maka akan berpotensi memberikan beban lebih pada hati dan ginjal dan dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang. Oleh karena itu, konsumsilah  secara bertanggung jawab dengan mengikuti instruksi produsen suplemen yang Anda pilih. Selain itu, konsultasikan berapa jumlah asupan yang diperlukan dengan dokter atau ahli gizi Anda.

Anjuran jumlah asupan suplemen protein

Berdasarkan anjuran dari American College of Sports Medicine dan Academy of Nutrition and Dietetics, konsumsi protein yang dianjurkan berbeda–beda pada setiap kondisi:

- Orang dewasa umumnya membutuhkan 0,8 gr protein/kgBB/hari

- Remaja umumnya membutuhkan 0,4-0,5 gr protein/kgBB/hari

- Atlet rekreasional membutuhkan 1,1-1,4 gr/kgBB

- Atlet kompetitif (yang biasa bertanding) membutuhkan 1,2-1,4 gr/kgBB/hari, bahkan untuk atlet yang berolahraga dengan intensitas sangat tinggi membutuhkan protein hingga 2 gr/kgBB/hari

- Atlet yang fokus membentuk massa otot membutuhkan 1,5-2 gr/kgBB/hari

Dikatakan lagi oleh dr. Theresia, konsumsi protein sebanyak 20-30 gram per jam atau per masa latihan adalah dosis maksimal yang dapat dicerna oleh tubuh. Sebagai informasi, dosis protein yang dibutuhkan oleh tubuh adalah 0,8-1,4 gram/kgBB. Terlalu banyak protein dapat menyebabkan tubuh menjadi lebih asam, sehingga akan memicu banyak masalah. Jika dikonsumsi secara tepat, protein akan memberikan energi untuk memperbaiki jaringan otot dan mengurangi nyeri otot.

Mengonsumsi suplemen protein memang akan sangat membantu Anda yang ingin membangun dan membentuk otot. Namun, jika Anda sudah mendapatkan asupan protein yang cukup lewat makanan yang dikonsumsi sehari-hari, suplemen protein sebetulnya tidak terlalu diperlukan. Sebelum memutuskan untuk menyisipkan suplemen protein ke dalam rencana diet Anda, lebih baik mengonsultasikannya ke dokter atau ahli gizi yang terpercaya.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar