Sukses

Kiat Melatih Anak Menjadi Konsumen Cerdas

Perilaku konsumen cerdas dapat diajarkan pada anak sedini mungkin. Ini kiat yang bisa dilakukan.

Klikdokter.com, Jakarta Banyaknya produk impor yang seliweran di pasar Indonesia menuntut masyarakat untuk menjadi konsumen cerdas. Hal ini berlaku untuk semua golongan usia, mulai dari anak hingga mereka yang sudah lanjut usia.

Menjadi konsumen cerdas berarti memiliki kemampuan untuk sepenuhnya paham mengenai produk atau layanan yang hendak dibeli. Selain menghindari dampak buruk yang mungkin bersembunyi, perilaku ini juga bermanfaat agar seseorang tidak bertindak terlalu konsumtif.

Pada tahun 2013, Deputi Informasi dan Pemasyarakatan Standardisasi Badan Standardisasi Nasional (BSN), Dewi Odjar, mengatakan bahwa masyarakat Indonesia harus menjadi konsumen cerdas dalam memilih barang maupun jasa supaya tidak merugikan diri sendiri dan orang lain.

“Jadilah konsumen cerdas yang mampu memilah produk sesuai kebutuhan namun aman bagi kesehatan. Pilih produk yang sudah terstandardisasi baik nasional ataupun internasional," ungkapnya, seperti dilansir laman liputan6.com.

Kiat Menjadi Konsumen Cerdas

Perilaku konsumen cerdas dapat dibentuk sedini mungkin. Ini artinya, setiap orangtua wajib mengajarkan anaknya bagaimana harus menyikapi setiap barang atau jasa yang dijajakan di pasar.

Berikut beberapa kiat yang bisa Anda terapkan untuk membentuk pribadi konsumen cerdas pada anak:

1. Perhatikan kualitas barang

Ajarkan anak untuk memerhatikan kualitas barang yang hendak ia beli. Ajarkan pula bagaimana ciri-ciri barang yang baik, aman bagi kesehatan dan keselamatan.

“Jangan asal beli, lihat apakah sudah ada tanda SNI atau belum. Belilah produk yang sudah ada terstandar dan teruji,” kata Dewi.

Sebagai tambahan, Anda dapat memberikan contoh pada anak mengenai mana barang yang berkualitas baik dan mana yang tidak. Dengan begini, anak akan memiliki sedikit-banyak pengetahuan mengenai ciri-ciri produk yang sebaiknya ia hindari.

2. Harga bukan segalanya

Harga murah kerap diidentikkan dengan kualitas produk yang kurang baik. Padahal, harga mahal pun tak menjamin bahwa kualitas produk tersebut benar-benar baik.

Atas dasar itu, Anda sebaiknya mengajarkan kepada si Kecil bahwa harga bukanlah segalanya. Dengan kata lain, jangan menjadikan harga sebagai patokan jika hendak mencari suatu produk atau layanan yang berkualitas.

3. Hemat

Ajarkan si Kecil untuk selalu menghitung uang yang ia miliki sebelum akhirnya membeli suatu produk atau menggunakan suatu layanan. Ajarkan pula untuk selalu mencari barang dengan harga terendah, namun kualitasnya tidak kalah dengan barang yang harganya mahal.

Perilaku tersebut pada akhirnya akan mampu membuat anak untuk berpikir ulang sebelum benar-benar membeli suatu produk yang dijajakan.

4. Baca fakta nutrisi

Jika anak gemar mengonsumsi makanan atau minuman kemasan, ajarkan dirinya untuk membaca label fakta nutrisi. Hal ini bertujuan agar anak memiliki kemampuan untuk menghidari segala produk makanan atau minuman yang sebenarnya sangat tidak baik atau tidak mendatangkan manfaat untuk dirinya.

5. Pilih penjual yang terpercaya

Sebagai orang tua yang ingin membentuk pribadi anak menjadi konsumen cerdas, Anda harus membekali diri dengan pengetahuan mengenai beragam penjual maupun toko yang memberikan barang atau jasa dengan kualitas yang baik. Dalam hal ini, Anda dapat mencari informasinya di Internet, kerabat, atau orang-orang yang paham tentang pasar Indonesia.

Bila Anda sudah memiliki pengetahuan tentang hal tersebut, beritahukan kepada anak secara rinci dengan bahasa yang mudah dimengerti. Dengan demikian, anak akan sepenuhnya paham dan terhindar dari penjual yang curang.

6. Ajarkan tentang hak konsumen

Sebagai konsumen yang hendak membeli suatu barang atau jasa, beritahukan kepada si Kecil bahwa dirinya memiliki hak-hak yang wajib dipenuhi oleh penjual. Menurut Menteri Perdagangan RI periode 2011-2014, Gita Wirjawan, berikut hak-hak yang dimaksud:

· Hak barang yang dibeli harus aman dan nyaman.

· Hak informasi mengenai produk yang dibeli itu benar, jujur dan tidak diskriminatif atau tidak pilih-pilih.

· Hak untuk memilih.

· Hak untuk mengeluh.

· Hak untuk mendapatkan advokasi.

· Hak untuk mendapatkan pembinaan.

· Hak untuk mendapatkan informasi sepenuhnya.

· Hak untuk minta kompensasi dan ganti rugi.

Menjadi konsumen cerdas merupakan salah satu langkah untuk menjadi pribadi yang baik di masa depan. Pastikan anak Anda mendapatkan pengetahuan tentang hal ini, agar dirinya tidak menjadi sasaran empuk para penjual yang berbuat curang.

(RH)

0 Komentar

Belum ada komentar