Sukses

Efektifkah Suntik Vitamin C Atasi Badan Lemas?

Suntik vitamin C dianggap ampuh untuk mengatasi badan lemas. Ini penjelasannya.

Klikdokter.com, Jakarta Selain bisa didapat dari buah dan sayuran, vitamin C dapat diperoleh dari suplemen oral (yang diminum) dan dalam bentuk injeksi (suntik). Dengan alasan kepraktisan, banyak orang memilih untuk mendapatkan manfaat dari vitamin C melalui metode suntik. Meski masih banyak pro dan kontra, suntik vitamin C dianggap ampuh untuk mengatasi badan lemas.

Cara kerja vitamin C

Vitamin C, disebut juga L-ascorbic acid atau ascorbate, merupakan vitamin yang hanya bisa didapat melalui makanan atau dalam bentuk suplemen karena tubuh manusia tidak dapat membuat vitamin C sendiri.

Vitamin C yang diperoleh dari buah, sayuran ataupun dalam bentuk suplemen melewati proses pencernaan tubuh yang panjang sebelum akhirnya diserap masuk ke peredaran darah. Setelah dicerna, tubuh hanya akan menyerap sebagian kecil dari dosis vitamin C yang masuk ke tubuh.

Lain halnya dengan vitamin C yang disuntik, seluruh obat akan langsung masuk dan terserap melalui peredaran darah. Tubuh akan langsung menampung seluruh dosis vitamin C yang disuntikkan.

Melalui metode suntik, pasien dapat memperoleh dosis yang lebih besar pada waktu yang sama. Kebanyakan suplemen vitamin C yang tersedia mengandung konsentrasi 500 mg, sementara vitamin C yang disuntik tersedia dalam konsentrasi 500 mg hingga 1 gr, bahkan 25 g (jika dibutuhkan).

Jadi, jika seseorang mengalami defisiensi atau kekurangan vitamin C yang serius, akan lebih sulit untuk memenuhi kebutuhan vitamin C dosis tinggi dalam bentuk pil (karena harus dikonsumsi dalam jumlah lebih banyak).

Keutamaan vitamin C

Vitamin C merupakan suatu bentuk antioksidan dan dapat membantu mencegah stres oksidatif yang disebabkan oleh penumpukkan radikal bebas. Vitamin C juga berperan dalam pembentukan kolagen yang dibutuhkan oleh kulit, tulang dan jaringan tubuh.

Kekurangan vitamin C yang parah (defisiensi) dapat menyebabkan kondisi scurvy dan menimbulkan gejala kelemahan yang ekstrem, letargi (kurang berenergi), mudah memar dan berdarah. Pada pasien scurvy, tekstur kolagen juga akan menjadi lebih tipis. 

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan di Nutrition Journal, disebutkan bahwa suntik vitamin C dapat secara signifikan mengurangi kelelahan pada responden penelitian. Pada penelitian yang dilakukan terhadap 141 orang yang sehat, dengan rentang usia 20–49 tahun ini, para periset mengukur skor fatigue (skor kelelahan). Hasilnya setelah disuntikan vitamin C, skor kelelahan responden membaik dalam 2 jam hingga 1 hari setelah dilakukan penyuntikan. 

Studi lain yang dilakukan di Korea dan dipublikasikan di Journal of Korean Medical Science juga mendukung hal yang sama. Pada studi tersebut, pasien kanker stadium akhir diberi suntikan vitamin C (10 gr sebanyak 2 kali per minggu). Hasilnya, pasien kanker yang merasakan badannya mudah lelah dan lemas cenderung mengalami perbaikan setelah disuntik vitamin C.

Meski dari banyak penelitian suntik vitamin C dianggap ampuh untuk mengatasi badan lemas, prosedur ini tidak boleh dilakukan sembarangan. Apalagi jika Anda memiliki riwayat penyakit ginjal, karena gagal ginjal dilaporkan dapat terjadi setelah suntik vitamin C secara rutin. Di samping itu, jika Anda memiliki tendensi untuk mengalami batu ginjal, sebaiknya hindari suntik vitamin C dosis tinggi.

Pasien dengan riwayat defisiensi G6PD juga tidak dianjurkan menerima terapi suntik vitamin C. Jadi, pastikan suntik vitamin C yang Anda lakukan memang sesuai indikasi medis dan sesuai anjuran dari dokter. Dengan demikian, Anda dapat merasakan manfaatnya dengan lebih optimal, termasuk untuk menangani kondisi badan lemas.

[RS/RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar