Sukses

Bolehkah Pijat Setelah Operasi Caesar?

Pijat bermanfaat bagi ibu usai melahirkan. Namun, seberapa amankah pijat ini dilakukan, khususnya setelah operasi caesar?

Klikdokter.com, Jakarta Sepanjang kehamilan, tubuh seorang wanita mengalami begitu banyak perubahan. Setelah melahirkan pun, baik secara spontan atau melalui operasi caesar, tubuh ibu harus kembali menyesuaikan dengan kondisi baru seperti perubahan ukuran rahim, keluarnya darah dan cairan dari vagina, serta proses menyusui yang kadang tidak mudah. Belum lagi rasa lelah yang ibu rasakan selepas persalinan. Hal-hal tersebut tidak jarang memicu gangguan emosi serta stres psikologis pada ibu. Salah satu cara untuk membantu para ibu melalui berbagai proses tersebut adalah dengan melakukan pijat setelah melahirkan.

Sejak lama, pijat diyakini dapat mempercepat proses pemulihan ibu setelah melahirkan, mengurangi stres, dan meringankan nyeri. Asosiasi Kehamilan Amerika Serikat (APA) juga menyatakan hal serupa. Pijat ini umumnya dilakukan hampir setiap hari selama masa nifas, yaitu 40 hari setelah persalinan. Itulah sebabnya pijat setelah persalinan sering juga disebut pijat masa nifas.

Berbagai manfaat pijat masa nifas antara lain:

· Relaksasi otot

Saat melahirkan, otot-otot di tubuh ibu mengalami kontraksi hebat, terutama bagian perut, punggung, dan paha. Bagi ibu yang menjalani operasi caesar, otot punggung juga sering kali terasa nyeri dan kaku. Pijat yang dilakukan di bagian-bagian tersebut dapat mengurangi ketegangan otot sehingga ibu merasa lebih relaks.

· Mengurangi nyeri

Rasa nyeri usai persalinan adalah hal yang wajar, baik ibu yang melahirkan secara spontan atau operasi sesar. Pijat masa nifas dapat mengurangi rasa nyeri dengan membantu melancarkan aliran darah dan mengurangi ketegangan otot. Pijat menjadi cara yang cukup efektif untuk mengatasi nyeri otot tanpa harus mengonsumsi obat-obatan.

· Regulasi hormon

Saat hamil, kadar hormon estrogen dan progesteron sangat tinggi dalam tubuh. Namun, jumlahnya akan turun drastis setelah persalinan. Hal ini sering dikaitkan dengan timbulnya stres, bahkan depresi pada ibu baru. Pijat dapat membantu mengatur keseimbangan hormon dan menstimulasi pengeluaran hormon lain, yaitu prolaktin dan oksitosin. Kedua hormon tersebut, khususnya hormon oksitosin, sering disebut “hormon cinta” karena dapat membuat rasa nyaman dan senang pada diri ibu. Selain itu, prolaktin dan oksitosin juga berperan penting dalam produksi ASI. Tak hanya sampai di situ, pemijatan yang tepat juga dapat mengurangi hormon koritisol atau hormon stres.

· Meningkatkan kekebalan tubuh

Pijat dapat melancarkan aliran darah dan sistem limfatik yang berfungsi untuk mengeluarkan racun dari tubuh. Hasilnya, daya tahan tubuh ibu akan lebih baik dan proses pemulihan usai persalinan pun lebih cepat.

· Mengurangi stres

Sebagian besar ibu baru dapat mengalami post partum blues, yaitu rasa sedih dan murung setelah persalinan. Dalam tingkat yang lebih parah, kondisi ini dapat berujung menjadi post partum depression atau depresi pasca persalinan. Pijat masa nifas dapat membantu ibu lepas dari rasa stres dan menjadi lebih nyaman dengan dirinya.

Ibu yang melahirkan dengan operasi caesar harus ekstra hati-hati

Usai menjalani operasi sesar, rasa sakit yang ditimbulkan memang tak terhindarkan karena operasi tersebut termasuk operasi besar. Berikan waktu bagi tubuh untuk pulih kembali sebelum Anda melakukan pijat masa nifas. Meski tubuh rasanya ingin sekali dipijat, Anda harus menunggu hingga luka operasi mengering, yaitu sekitar dua minggu.

Saat melakukan pijat masa nifas, mintalah terapis atau ahli pijat untuk menghindari bagian perut, terutama area sekitar luka operasi caesar. Lakukan pijat cukup di bagian kaki, tangan, dan punggung saja. Sekitar 5-6 enam minggu pasca persalinan, umumnya bagian dalam luka sudah mulai mengalami penyembuhan sehingga di waktu ini Anda dapat mulai melakukan pijatan ringan dan lembut di area perut.

Pijat setelah operasi caesar boleh saja dilakukan dengan catatan harus menunggu luka mengering dan dilakukan dengan aman dan lembut. Jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter kebidanan Anda bila merasa ragu dengan kondisi luka operasi, sekaligus untuk memastikan waktu yang tepat untuk melakukan pijat.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar