Sukses

Pertolongan Pertama Saat Anak Digigit Anjing Peliharaan

Jangan langsung panik saat anak digigit anjing peliharaan. Lakukan ini sebagai tindakan pertolongan pertama.

Klikdokter.com, Jakarta Anjing merupakan hewan yang sering dijadikan sebagai peliharaan. Selain karena lucu, hewan ini juga terkenal akan kepintarannya. Namun di balik itu, anjing peliharaan bisa saja mengigit jika dirinya merasa terancam, bahkan oleh tingkah laku anak Anda. Kondisi semacam ini bisa mengakibatkan anak digigit anjing.

Faktanya, data menyebutkan bahwa sebanyak 80% korban gigitan anjing adalah anak-anak. Keadaan ini membuat orangtua harus lebih waspada akan tingkah laku anjing, sekalipun mereka adalah hewan peliharaan yang terlihat jinak.

Kiat pertolongan pertama

Jika anak Anda menjadi korban gigitan anjing, jangan langsung panik. Lakukan hal-hal berikut sebagai tindakan pertolongan pertama:

• Jika ada perdarahan yang aktif mengalir, segera ambil handuk bersih dan letakkan di area luka dengan sedikit penekanan. Tindakan ini bertujuan untuk menghentikan perdarahan yang terjadi.

• Jika luka akibat gigitan anjing tidak menyebabkan darah mengalir keluar, beranikan diri Anda untuk menekan luka tersebut hingga darah benar-benar keluar. Hal ini bertujuan untuk mencegah bakteri masuk lebih dalam.

• Letakkan bagian yang terluka dengan posisi lebih tinggi.

• Cuci daerah luka dengan sabun dan air bersih yang mengalir.

• Balut luka dengan kasa steril.

• Jika ada rasa nyeri, Anda dapat memberikan obat antinyeri seperti parasetamol atau ibuprofen pada anak.

Setelah melakukan sederet tindakan di atas, pastikan Anda segera membawa anak korban gigitan anjing ke fasilitas kesehatan terdekat. Di fasilitas kesehatan, dokter akan kembali membersihkan luka gigitan. Jika ditemukan ada jaringan mati di sekitar area luka, dokter akan menyingkirkan jaringan tersebut agar nantinya mudah digantikan oleh pertumbuhan kulit yang baru.

Apabila masih terdapat perdarahan yang mengalir dari luka dan tidak berkurang dengan penekanan di area tersebut, tindakan penjahitan di sekitar area gigitan akan dilakukan oleh dokter.

Setelah tindakan di atas selesai di lakukan, pastikan Anda memberitahukan ciri-ciri dan informasi mengenai anjing yang mengigit. Hal ini bertujuan untuk mencari tahu apakah anjing tersebut terjangkit virus rabies.

Jika kebetulan demikian, dokter akan memberikan vaksin rabies untuk anak Anda. Selain itu, anak juga akan diberikan vaksin tetanus. Selanjutnya, anak akan diberikan terapi antibiotik selama 14 hari untuk mencegah infeksi berkelanjutan.

Gigitan anjing bisa akibatkan komplikasi

Luka akibat gigitan anjing yang tidak segera diatasi dapat menyebabkan berbagai komplikasi, misalnya penyakit rabies, sepsis (keracunan darah), endocarditis (infeksi lapisan dalam jantung), meningitis (infeksi lapisan luar otak). Namun, sebelum sampai ke tahap komplikasi, korban gigitan anjing biasanya akan mengalami berbagai gejala seperti:

• Kemerahan dan pembengkakan di sekitar area gigitan

• Keluar cairan bewarna putih atau nanah dari luka gigitan

• Luka terasa semakin sakit

• Adanya demam dengan suhu di atas 38⁰ C

• Adanya pembengkakan kelenjar getah bening di sekitar luka gigitan

Jadi, jika Anda memelihara anjing di rumah, berhati-hatilah akan segala kemungkinan yang dapat terjadi. Meski hewan tersebut terkenal jinak dan sangat bersahabat, bukan tidak mungkin insting berburu mereka akan kembali aktif, dan menyerang anak yang sedang bermain di sekitarnya. Jika anjing peliharaan menjadi agresif, anak Anda bisa digigit anjing. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan Anda dan keluarga!

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar