Sukses

Risiko Berat Badan Berlebih pada Ibu Hamil

Berat badan berlebih yang terjadi pada ibu hamil ternyata juga memiliki risiko yang tinggi. Ini penjelasannya.

Klikdokter.com, Jakarta Kehamilan adalah saat yang paling dinanti oleh pasangan yang telah menikah. Namun, tidak semua orang paham akan persiapan yang perlu dilakukan agar program kehamilan dapat berjalan dengan lancar. Salah satu hal yang perlu dipersiapkan adalah bagaimana agar ibu hamil terhindar dari berat badan berlebih.

Profesor Eduardo Villamor dari University of Michigan menjelaskan bahwa banyak kasus terjadi seputar ibu hamil yang terkena obesitas. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa setengah dari ibu hamil di Amerika Serikat memiliki berat badan berlebih di masa prenatal pertama (0-12 minggu).

Sebuah studi yang dipublikasikan oleh The Journal of The American Medical Association menyatakan bahwa ibu hamil yang terkena obesitas memiliki kemungkinan besar akan melahirkan anak dengan kelainan celebral palsy, yaitu gangguan otak yang bisa menyebabkan gerakan otot melemah.

Ketika sedang hamil, berat badan secara otomatis akan meningkat. Biasanya peningkatan berat badan ini normal terjadi 1-3 kg dalam trimester pertama dan 0.5 kg/minggu setelahnya.

Namun, jika berat badan meningkat secara berlebihan seperti 1,5 kg /minggu, artinya ibu hamil memiliki risiko yang dapat membahayakan keadaan ibu dan janin. Berikut beberapa contoh risiko yang dapat terjadi akibat berat badan berlebih ini:

- Obesitas dapat meningkatkan risiko kematian bayi atau keguguran sebanyak dua kali lipat dibandingkan kehamilan pada ibu dengan berat badan normal.

- Penyakit gula darah atau diabetes yang terjadi selama kehamilan dikenal dengan diabetes gestasional. Apabila kadar gula dalam darah ini tidak dapat dikendalikan, maka risiko kelahiran bayi dengan kadar gula darah rendah dapat meningkat.

Bayi rentan terkena penyakit kuning, masalah pernapasan atau berat badan bayi yang berlebih hingga mencapai 4000 gram yang kemudian dapat menyebabkan komplikasi persalinan.

- Kelebihan berat badan ternyata dapat membuat masa kehamilan lebih panjang dan melampaui perkiraan dari tanggal kelahiran.

- Adanya tanda-tanda preeklamsia yaitu tekanan darah tinggi selama kehamilan. Kondisi ini juga dapat memberikan tanda kerusakan ginjal atau sistem organ lainnya.

- Obesitas pada ibu dapat meningkatkan risiko penyakit kronis lainnya, seperti jantung, darah tinggi dan diabetes. Bahkan, tidak menutup kemungkinan untuk meningkatkan risiko diabetes pada bayi nantinya.

- Berisiko untuk melahirkan secara sesar karena timbunan lemak yang mempersulit proses kelahiran bayi dan mempersempit jalan lahir.

Risiko yang akan timbul saat ibu hamil memiliki berat badan berlebih memang cukup banyak dan mengkhawatirkan. Oleh sebab itu, usahakan agar berat badan calon ibu hamil digolongkan ke dalam batas normal berdasarkan indeks masa tubuh (IMT) yang ada, yaitu dengan cara menghitung berat badan (kg) dibagi dengan tinggi (m).

Namun, jika ibu hamil tengah mengalami berat badan berlebih atau obesitas selama kehamilan, ada baiknya lakukan diskusi dengan dokter kandungan agar kesehatan ibu dan janin selalu dalam keadaan sehat. Jadi, jangan lupa untuk selalu menjaga nutrisi yang masuk ke tubuh dengan asupan makanan sehat, ya!

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar