Sukses

Cara Mudah Menstimulasi Indra Penciuman si Kecil

Indra penciuman memegang peranan penting dalam tumbuh kembang si Kecil. Bagaimana cara menstimulasinya?

Klikdokter.com, Jakarta Sejak di dalam kandungan, sebenarnya indra penciuman telah berkembang. Cairan ketuban yang berada di lingkungan sekitar janin akan dihirup dan ditelan. Reseptor untuk mendeteksi bau terbentuk sejak usia kehamilan sepuluh minggu. Aroma dan rasa cairan ketuban tersebut juga akan mengalami sedikit variasi, tergantung dengan apa yang ibu makan.

Saat lahir, bayi telah dapat mengenali aroma ASI yang serupa dengan air ketuban di dalam rahim. Ini akan sangat membantunya dalam proses menyusu. Bagian dari otak yang bertugas mengenali aroma, juga mengatur tentang memori. Karena itulah, saat mencium suatu aroma tertentu, orang dapat mengasosiasikannya dengan ingatan tertentu pula.

Seiring dengan pertumbuhannya, si Kecil makin dapat mengenali lebih banyak orang di sekitarnya melalui aroma yang berbeda. Saat mulai dikenalkan dengan makanan padat, indra penciumannya pun berperan dalam menentukan makanan yang ingin dicobanya. Tanda-tanda, seperti tertawa, menggerak-gerakkan tangan dan kaki, atau mengoceh, merupakan petunjuk bahwa si Kecil menikmati aroma suatu makanan.

Karena penciuman sangat berkaitan dengan rasa maupun ingatan, maka stimulasi untuk indra ini sangatlah penting. Apa yang diterimanya melalui reseptor penciuman akan berpengaruh terhadap keinginannya untuk mencoba suatu makanan tertentu.

Selain itu, aroma tertentu juga mempunyai efek pada kondisi emosi si Kecil. Aroma yang telah dikenalnya dengan baik, misalnya selimut kesukaannya, dapat membantu bayi merasa tenang dan mudah beristirahat. Ini akan bermanfaat untuk mengatasi kondisi-kondisi yang membuatnya stres, seperti imunisasi.

Menstimulasi Indra Penciuman

Bagaimanakah cara menstimulasi penciuman si Kecil? Ada beberapa cara yang dapat dilakukan. Pertama, mulailah sejak bayi berada di dalam kandungan. Ibu yang sedang mengandung sudah dapat memperkenalkan berbagai jenis aroma dan rasa kepada janin. Caranya adalah dengan mengonsumsi banyak variasi makanan.

Apabila ibu tidak memiliki alergi terhadap suatu makanan tertentu, maka ini aman dilakukan. Tentunya, selama makanan yang dikonsumsi ibu bersih dan bergizi. Variasi yang luas dari makanan yang dikonsumsi ibu akan mengubah rasa dan aroma air ketuban yang dihirup dan ditelan oleh bayi. Sehingga, saat lahir si Kecil lebih mudah menerima dan mengenali lebih banyak aroma.

Kedua, lanjutkan kebiasaan tersebut saat ibu menyusui. Makanan yang dikonsumsi oleh ibu akan memberi sedikit variasi pada rasa ASI. Penelitian menunjukkan bahwa bayi dari ibu yang mengonsumsi berbagai jenis makanan saat menyusui, nantinya akan lebih mau menerima variasi rasa yang luas saat diperkenalkan dengan makanan. Ini merupakan salah satu cara untuk melatih toleransinya terhadap berbagai rasa baru.

Ketiga, tentunya dengan membiasakan si Kecil belajar mengenai aroma yang ada di sekitarnya. Sejak kecil, ibu dapat melatihnya berkenalan dengan aroma berbagai benda. Dimulai dari aroma sabun, sampo, selimut, atau benda-benda lain yang dekat dengannya. Selanjutnya, seiring dengan pertumbuhan si Kecil, ibu dapat membawanya ke taman untuk mengenali berbagai aroma dari bunga-bunga yang berbeda.

Penciuman merupakan salah satu indra yang berkembang di awal kehidupan, bahkan sejak di dalam kandungan. Pengaruhnya pada kehidupan sangatlah besar, karena indra ini berkaitan erat dengan pengecapan dan ingatan. Ibu dapat menstimulasi indra penciuman si Kecil dengan memperkenalkan berbagai aroma dan makanan sejak masa kehamilan, serta melanjutkan proses ini setelah ia lahir dan bertumbuh.

[RS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar