Sukses

Tato pada Payudara, Amankah untuk Kesehatan?

Bagi sebagian orang, tato merupakan bentuk ekspresi diri yang dapat dilakukan di area tubuh manapun, termasuk kulit payudara. Namun, bagaimana efeknya bagi kesehatan?

Kini, tato banyak digunakan sebagai aksesoris atau bentuk ekspresi diri sehingga dapat dibuat di bagian kulit mana pun. Bahkan pada area payudara!

Tato pada payudara bisa merupakan bentuk ekspresi dari femininitas, menutupi bekas luka, atau membuat simbol bagi para penyintas kanker payudara. Namun, amankah tato di area payudara?

 

1 dari 3 halaman

Sekilas Tentang Tato

Tato adalah salah satu bentuk seni pada tubuh yang dibuat dengan tinta yang dimasukkan menggunakan jarum ke dalam lapisan kulit. Tato dapat mengubah pigmen kulit dan bisa digunakan untuk membuat gambar apa pun, termasuk make up permanen.

Make up permanen adalah make up yang digambar menggunakan tinta permanen. Penggambaran menggunakan tinta tersebut membentuk seperti garis mata, garis bibir, alis, dan yang lainnya.

Tato sebenarnya sudah ada sejak masa lampau. Saat ini, selain sebagai salah satu bentuk seni, tato juga digunakan untuk banyak hal, seperti menunjukkan perubahan dalam status kehidupan, perjalanan menuju kedewasaan, atau induksi ke dalam kelompok atau masyarakat, seperti geng atau militer.

Artikel Lainnya: Efek Tato Terasa Gatal, Kenapa, Ya?

2 dari 3 halaman

Amankah Mentato pada Payudara?

Menurut The American Academy of Dermatology, tinta tato dapat mengandung aluminium, tembaga, besi, sulfur, barium, nickel, cobalt, chromium dan benda metal lainnya.

Bahkan, hasil penelitian yang terdapat di The American Environmental Safety Institute menemukan bahwa jumlah tinta tato yang dibutuhkan untuk membuat gambar tato berukuran sedang mengandung setidaknya 1-23 mcg timbal, melebihi angka 0.5 mcg yang merupakan batas toleransi harian timbal pada tubuh.

Karena membuat tato dilakukan dengan memasukkan tinta -- yang merupakan benda asing bagi tubuh -- ke dalam kulit, terdapat beberapa risiko kesehatan yang dapat terjadi. Beberapa bahaya tato pada payudara, di antaranya:

1. Menimbulkan Infeksi

Apabila alat-alat yang digunakan tidak steril serta mengandung darah yang terinfeksi sebelumnya, bakteri atau virus dapat masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan infeksi. Kondisi ini menjadikan tato pada payudara berbahaya.

Infeksi yang dapat terjadi beragam, mulai dari infeksi kulit atau selulitis, tetanus, hepatitis B, hepatitis C hingga infeksi HIV.

Artikel Lainnya: Bahaya Infeksi Kulit Akibat Tato

2. Memicu Alergi

Selain infeksi, tato di payudara juga dapat memicu alergi terhadap tinta tato yang digunakan.

Alergi bisa memunculkan gejala berupa gatal-gatal, kemerahan, bengkak, nyeri, bahkan dapat menunjukkan gejala alergi hebat seperti sesak napas, kebingungan, hingga hilang kesadaran.

Gejala alergi yang hebat atau dikenal dengan nama syok anafilaksis dapat sangat berbahaya, bahkan bisa berujung pada kematian.

3. Menyebabkan Granuloma atau Keloid

Tato pada payudara dapat menyebabkan luka dan terbentuknya granuloma atau keloid pada kulit.

Granuloma adalah semacam benjolan yang terbentuk karena adanya peradangan. Sedangkan keloid adalah bekas luka yang timbul lebih tinggi pada kulit setelah kulit sembuh dari luka dan dapat lebih besar dari luka itu sendiri.

Artikel Lainnya: Cara Menghilangkan Tato dengan Laser dan Efek Sampingnya

4. Memengaruhi Hasil Pemeriksaan Kesehatan

Khusus untuk kesehatan payudara, sering kali muncul pernyataan apakah tato pada payudara dapat memengaruhi hasil pemeriksaan kesehatan seperti mammography, ultrasonography (USG), serta magnetic resonance imaging (MRI).

Karena tato dapat menyebabkan granuloma atau keloid seperti yang sudah dijelaskan di atas, kalsifikasi mungkin terjadi pada kulit.

Kalsifikasi ini mungkin dapat memengaruhi hasil pemeriksaan kesehatan, sehingga dapat dilakukan pemeriksaan tambahan untuk mengonfirmasi kelainan yang timbul akibat adanya kalsifikasi pada payudara.

5. Penumpukan Tinta pada Kelenjar Getah Bening

Bahaya tato di payudara lainnya terletak pada tinta tato yang dapat diserap oleh sistem getah bening dan bisa menumpuk pada kelenjar getah bening di daerah ketiak. Penumpukan ini dapat membuat penampakan kelenjar yang tidak normal, sehingga bisa berujung ke biopsi yang tidak diperlukan.

6. Pembengkakan

Bahaya tato di payudara juga dapat menyebabkan pembengkakan atau rasa terbakar pada daerah bertato selama prosedur pemeriksaan MRI.

Menghias tubuh dengan tato, termasuk pada payudara sekalipun adalah hak setiap orang. Selain sebagai salah satu bentuk seni, tato juga mempunyai tujuan yang lain, seperti menutup luka pada pasien setelah operasi.

Akan tetapi, sebelum membuat tato, pertimbangkan kembali mengenai beragam risiko kesehatan yang mungkin terjadi. Selain itu, Anda dapat berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter mengenai efek tato pada kulit payudara untuk kesehatan. 

[WA]

0 Komentar

Belum ada komentar