Sukses

Cara Tangani Sariawan dengan Tepat

Salah satu cara mengatasi sariawan adalah dengan berkumur menggunakan antiseptik povidone-iodine 1%.

Klikdokter.com, Jakarta Data menunjukkan bahwa hampir 25% penduduk dunia pernah mengalami sariawan satu kali seumur hidupnya. Artinya, sariawan bukanlah penyakit yang tak biasa bagi sebagian besar orang. Bahkan, beberapa orang bisa mengalami sariawan ini berulang-ulang dalam setahun.

Tak sedikit orang yang memercayakan penanganan sariawan dengan albothyl. Sayangnya, pada beberapa waktu lalu, Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM) melarang penggunaan obat dengan kandungan policresulen tersebut.

Imbauan ini berawal ketika dalam dua tahun terakhir, BPOM menerima 38 laporan dari profesional kesehatan yang menerima pasien dengan keluhan efek samping albothyl untuk pengobatan sariawan. Pasien-pasien tersebut mengalami sariawan yang makin membesar dan berlubang hingga menyebabkan infeksi.

Sebagai gantinya, BPOM telah memberikan anjuran penggunaan beberapa jenis larutan untuk menangani sariawan dan menjaga kebersihan mulut. Beberapa larutan yang direkomendasikan oleh BPOM adalah povidone iodine 1%, benzydamine HCl, atau kombinasi dequalinium chloride dan vitamin C yang dapat diklasifikasikan sebagai antiseptik.

Tentang Povidone-Iodine

Povidone-iodine 1% merupakan zat anti mikroba yang memiliki manfaat untuk menjaga kebersihan daerah mulut dan tidak menimbulkan resistansi. Berdasarkan hasil penelitian, cairan kumur antiseptik mengandung povidone-iodine terbukti dapat mengurangi jumlah bakteri dan virus pada rongga mulut sebanyak 99,4% dengan efektivitas tinggi dan waktu singkat.

Selain itu, povidone-iodine 1% telah teruji efektif dan aman digunakan pada rongga mulut dan tenggorokan karena memiliki spektrum yang luas, dapat mempercepat penyembuhan luka infeksi di rongga mulut, dan membantu menghentikan pendarahan.

Povidone-iodine juga merupakan salah satu rekomendasi utama dari World Health Organization (WHO) dalam pemakaian antiseptik di rongga mulut. Dinyatakan bahwa dengan membiasakan melakukan kumur selama 30 detik menggunakan povidone-Iodine, dapat membantu mengurangi risiko dan mencegah infeksi di rongga mulut menjadi makin parah.

Dalam penggunaan antiseptik seperti povidone-iodine, Ketua Ikatan Spesialis Penyakit Mulut Indonesia Drg. Rahmi Amtha, PhD mengatakan bahwa larutan ini harus dipakai sesuai indikasi. “Kalau memang tidak ada suatu kelainan infeksi atau kebersihan oralnya masih terjaga, maka tidak perlu antiseptik. Beda halnya jika kebersihan oralnya kurang bagus atau ada infeksi rongga mulut lainnya, mungkin perlu dipertimbangan penggunaan antiseptik. Selama orangnya masih bisa menjaga kebersihan mulut secara mekanik dengan baik, maka tidak terlalu disarankan.”

Cara lain atasi sariawan

Kondisi sariawan sering terjadi berulang, tetapi Anda dapat menurunkan frekuensinya dengan beberapa kiat berikut:

  • Perhatikan asupan makanan. Hindari makanan-makanan yang dapat mengiritasi mulut, seperti kacang-kacangan, makanan pedas, makanan tajam dan keras (keripik kentang, roti kering, dsb), buah-buahan asam (nanas, anggur, jeruk), dan sebagainya.
  • Jaga kebersihan mulut. Gosok gigi dua kali sehari, bersihkan sisa makanan dan plak dengan flossing, dan berkumur dengan cairan antiseptik sesuai indikasi.
  • Kunyah makanan secara perlahan. Jangan pula berbicara dan mengunyah makanan pada saat bersamaan.
  • Minum air putih. Aktivitas ini dapat membantu menjaga kelembapan mulut.
  • Hindari merokok. Merokok dapat melipatgandakan risiko terhadap penyakit gigi dan mulut.
  • Kelola stres. Jika sariawan yang dialami terjadi karena stres, cobalah untuk mengendalikan stres dengan teknik relaksasi, seperti meditasi.

Periksakan ke dokter spesialis penyakit mulut bila sariawan tidak sembuh lebih dari dua minggu. Nantinya dokter akan memeriksa apakah kondisi sariawan Anda berhubungan dengan penyakit lainnya atau tidak.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar