Sukses

Ini Tanda-tanda Penis Patah

Anda pasti sering mendengar kondisi tulang patah. Namun, bagaimana dengan penis patah? Faktanya, penis yang tak bertulang juga bisa patah.

Klikdokter.com, Jakarta Patah merupakan keadaan yang tidak berkesinambungan, dan dalam dunia medis istilah ini  sering kali digunakan pada tulang. Meski demikian, patah juga dapat terjadi pada bagian tubuh yang tidak bertulang, yaitu penis. Bagaimana mungkin penis bisa patah?

Penis terdiri dari jaringan erektil: dua buah korpus kavernosum (batang penis) pada sebelah kiri dan kanan, serta sebuah korpus spongiosum (satu rongga yang berada di bawah korpus kavernosa yang mengelilingi uretra). Kedua korpus kavernosum diselimuti tunika albuginea, yang merupakan kapsula padat, terdiri dari jaringan ikat padat tidak teratur, dan berperan pada terjadinya ereksi. Saat terjadi ereksi, penis akan memanjang dan mengeras. Hal ini disebabkan pengisian korpus kavernosum dengan darah.

Saat penis dalam keadaan lemas, cedera jarang terjadi karena dalam kondisi ini penis memiliki mobilitas dan fleksibilitas yang baik. Sebaliknya, saat mengalami ereksi penis menjadi tegang dan mobilitasnya pun kurang baik. Pada keadaan ini tunika albuginea akan menipis, menjadi kaku, dan kehilangan elastisitas.

Kenali tanda dan gejalanya

Jika pada keadaan ereksi terjadi trauma mendadak pada penis atau bengkok abnormal pada penis, maka ada kemungkinan terjadinya robekan pada tunika albuginea. Hal ini juga bisa menimbulkan cedera pada korpus kavernosum di bawahnya. Akibatnya, bisa timbul laserasi (sobekan) penis dan cedera uretra. Kondisi inilah—yang sebenarnya tidak ada kaitannya dengan tulang patah—yang dinamakan penis patah.

Sering kali cedera ini timbul saat melakukan aktivitas seksual, saat penis yang tegang keluar dari vagina dan menabrak perineum atau tulang pubis. Hal ini pun didukung data karena diperkirakan 95 persen kejadian penis patah muncul saat sedang melakukan hubungan intim. Penis patah juga bisa disebabkan oleh masturbasi, manipulasi penis yang sedang ereksi agar lemas, dan trauma mekanik, yaitu trauma yang mengacu pada luka tubuh atau kejutan yang dihasilkan oleh cedera fisik tiba-tiba, pada penis yang sedang ereksi. Walaupun jarang, penis patah mungkin juga timbul akibat berbalik posisi di ranjang saat tidur, berpakaian terburu-buru saat sedang ereksi, dan sebagainya.

Saat kejadian, sering kali terdengar suara seperti meletus, menjentik, atau retakan. Munculnya suara didengar pada kebanyakan kasus. Sebanyak 80 persen penderita penis patah mengaku mendengar suara. Hal ini segera diikuti perubahan penis dari tegang menjadi lemas. Dapat muncul nyeri, dari ringan hingga berat, tergantung dari tingkat keparahan cedera.

Saat pemeriksaan, dapat muncul kelainan serupa terong, yaitu penis yang mengalami deformitas, pembengkakan, dan berwarna kebiruan. Sering kali penis melengkung membentuk huruf “s”. Bisa juga terdapat darah pada lubang penis, terutama apabila penis mengalami kerusakan pada uretra. Memar juga dapat muncul yang bentuknya seperti kupu-kupu, dan ditemukan pada perineum (daerah antara lubang dubur dan bagian alat kelamin sebelah luar), skrotum (kantong buah zakar), dan perut bagian bawah.

Perlu penanganan segera

Jika Anda atau pasangan mengalami curiga mengalami penis patah, maka perlu segera memeriksakan diri ke dokter. Penis patah merupakan emergensi dalam bidang urologi karena berpotensi memberikan efek buruk pada kemampuan seksual dan berkemih pria secara permanen.

Selama perjalanan atau menunggu pertolongan datang, Anda dapat melakukan pertolongan pertama sendiri. Hal pertama yang dapat dilakukan adalah memberikan kompres dingin (bisa dengan membungkus es dengan kain) pada penis. Hal ini bertujuan untuk mengurangi pembengkakan. Selain itu, Anda juga dapat mengonsumsi obat antiradang untuk mengurangi nyeri dan pembengkakan.

Perlu diingat, hal yang disebutkan di atas hanya merupakan langkah-langkah pertolongan pertama. Mencari pertolongan medis tetap menjadi prioritas untuk dilakukan karena penis patah memerlukan perhatian medis segera. Semakin cepat mendapat pertolongan, maka kemungkinan kesembuhan total akan lebih besar.

[RN/ RVS]

1 Komentar