Sukses

Kenali Gejala Akibat Infeksi Bakteri Listeria Monocytogenes

Gejala infeksi bakteri listeria monocytogenes kerap ringan, namun dapat berakibat serius.

Klikdokter.com, Jakarta Kabar tewasnya empat warga Australia setelah mengonsumsi buah jenis rockmelon cukup menimbulkan kepanikan sebagian warga Indonesia. Pasalnya, beberapa jenis rockmelon yang dijual di Indonesia ada yang diimpor dari Negeri Kanguru tersebut. Hasil investigasi menemukan bahwa buah rockmelon Australia itu terkontaminasi oleh bakteri listeria monocytogenes, penyebab listeriosis.

Listeriosis merupakan penyakit infeksi serius akibat konsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri listeria monocytogenes. Setiap tahunnya, kurang lebih 1.600 orang di dunia mengalami listeriosis dan sekitar 260 di antaranya meninggal.

Infeksi bakteri listeria bisa terjadi pada siapa saja. Wanita hamil dan individu dengan kekebalan tubuh rendah merupakan golongan orang yang paling berisiko.

Mereka yang tergolong sebagai individu dengan kekebalan tubuh rendah, misalnya:

  • Orang tua usia 65 tahun ke atas
  • Individu dengan AIDS
  • Individu dengan diabetes atau penyakit ginjal
  • Mereka yang dalam kemoterapi atau mengonsumsi obat-obatan penekan sistem kekebalan tubuh

Waspadai gejalanya

Respons kekebalan tubuh menentukan berat-ringannya gejala listeriosis. Secara umum, seseorang yang mengalami kondisi tersebut mengeluhkan demam dan diare. Namun, gejala baru terlihat saat seseorang mengalami infeksi yang lebih berat, yakni saat bakteri telah menyebar lebih jauh dari usus.

Pada wanita hamil, penyakit ini bersifat ringan. Biasanya hanya berupa demam dan gejala mirip flu, seperti rasa lemah, cepat lelah, dan nyeri otot. Meski begitu, infeksi bakteri listeria pada wanita hamil dapat menyebar ke janin melalui plasenta dan menimbulkan komplikasi serius berupa keguguran, lahir mati, dan kelahiran prematur.

Pada bayi baru lahir, gejalanya kerap samar dan mirip penyakit pada umumnya. Bayi kerap tak mau menyusu, rewel atau gelisah, demam, dan muntah-muntah. Walau demikian, infeksi listeria pada bayi baru lahir perlu diwaspadai, sebab dapat mengancam nyawa.

Sementara itu, pada individu lain yang tidak hamil, selain demam dan nyeri otot, gejala yang muncul juga bisa berupa sakit kepala, kaku leher, kesadaran yang menurun, gangguan keseimbangan, dan kejang.

Rata-rata, gejala mulai dirasakan di hari yang sama hingga beberapa hari setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri listeria. Namun, bisa juga baru dirasakan satu minggu hingga empat minggu setelahnya. Sebagian bahkan baru mengalami gejala dua bulan setelah terpapar bakteri tersebut.

1 dari 2 halaman

Cegah sekarang juga

Sebagai pencegahan umum terhadap infeksi bakteri listeria, berikut tindakan yang perlu Anda lakukan:

  • Selalu jaga kebersihan tangan sebelum dan setelah menyiapkan makanan. Jaga pula kebersihan alat makan dan memasak dengan sesekali mencucinya dengan air panas.
  • Cuci sayur mentah hingga bersih, bila perlu disikat.
  • Masak makanan, terutama daging-dagingan dan telur, hingga matang.

Bagi Anda yang berisiko tinggi terinfeksi listeria, waspadai makanan-makanan yang berasal dari keju dan daging-dagingan. Pastikan keju yang dikonsumsi berasal dari susu terpasteurisasi atau UHT. Saat menyimpan daging, jaga agar cairan dari kemasan daging tidak menyentuh makanan lain. Pastikan pula Anda memasaknya hingga benar-benar matang.

Segera kunjungi dokter

Sebagian besar infeksi bakteri listeria tergolong ringan, sehingga kerap disepelekan. Padahal, infeksi ini dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam nyawa, seperti infeksi aliran darah (sepsis), dan infeksi selaput otak (meningitis).

Oleh sebab itu, jika curiga telah mengonsumsi makanan yang mengandung bakteri listeria, perhatikan apakah Anda mengalami gejala-gejala yang sudah disebutkan. Bila ya, segera kunjungi dokter untuk mendapatkan pengobatan yang sesuai.

Sedangkan, bila Anda mengalami demam tinggi, sakit kepala berat, kaku leher, kesadaran menurun atau menjadi sensitif terhadap cahaya, segera cari pertolongan darurat. Ini merupakan gejala meningitis bakterial, salah satu komplikasi serius dari listeriosis. Kasus seperti ini perlu ditangani sesegera mungkin untuk mencegah kematian.

Meski listeriosis tampak menakutkan, penyakit ini sesungguhnya sangat bisa disembuhkan dengan pemberian antibioik yang sesuai. Komplikasi yang serius juga bisa dicegah, jika infeksi bakteri listeria diketahui dan ditangani sedini mungkin.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar