Sukses

Kenali Cairan Terbaik untuk Atasi Sariawan

Salah satu cara untuk mengatasi sariawan, adalah dengan menggunakan cairan tertentu. Jenis obat sariawan cair seperti apa yang tepat?

Klikdokter.com, Jakarta Sariawan atau yang disebut juga stomatitis aphtosa terjadi di daerah mukosa mulut. Radang ini bentuknya seperti luka terkelupas, terkadang hanya terdapat satu, tapi bisa juga ditemukan luka yang berkelompok. Ukurannya tidak terlalu besar, sekitar 10 mm. Untuk mengatasinya, Anda perlu menggunakan cairan yang tepat.

Walaupun bentuk luka tidak terlalu besar, beberapa penderita sariawan akan merasakan sakit dan nyeri bila luka tersentuh atau tergesek dengan bagian yang berdekatan. Sariawan juga bisa berulang, bahkan untuk beberapa orang penyakit sariawan bisa rutin hadir setiap bulannya.

Meski sariawan tergolong penyakit yang tidak begitu berat, namun tetap saja keberadaan penyakit sariawan dapat mengganggu apabila penderita merasakan nyeri ketika sedang makan atau melakukan aktivitas lain.

Perlu diketahui bahwa sariawan bisa mengindikasikan adanya penyakit yang lebih berat. Oleh sebab itu jangan pernah meremehkan penyakit ini.

Yuk, kenali pencetus sariawan

Apabila sariawan terjadi bukan karena trauma mekanis, seperti luka yang disebabkan oleh gesekan sikat gigi, tergigit, dan sebagainya, berarti sariawan terjadi karena adanya faktor pencetus berikut ini:

  • Kebersihan mulut

Kebersihan pada gigi dan mulut yang buruk dapat menyebabkan sariawan. Terlebih lagi jika terjadi infeksi jamur di dalam mulut, maka sistem pertahanan tubuh Anda akan menurun. Meski demkian, berhati-hatilah dalam menggunakan obat kumur. Karena penggunaan obat kumur yang tidak tepat justru dapat menimbulkan iritasi.

  • Suhu pada mulut

Nyatanya, suhu mulut yang terlalu dingin atau panas juga bisa menjadi penyebab Anda terkena sariawan. Untuk mengatasinya, hindari mengonsumsi makanan yang terlalu dingin atau panas dan perbanyak minum air mineral agar terhindar dari panas dalam.

  • Adanya alergi

Saat penyakit alergi Anda kambuh, akan timbul sariawan yang merupakan bentuk respons tubuh dari reaksi alergi.

  • Penyakit keturunan

Apabila orangtua Anda sering mengalami sariawan, maka kemungkinan Anda dan anak Anda kelak akan mengalami masalah yang sama.

  • Gangguan kesehatan lainnya

Gangguan kesehatan seperti chorn disease (radang usus), kolitis ulserativ (radang usus besar dan rectum), dan celiac disease (autoimun) sering disertai timbulnya sariawan. Selain itu, penderita kanker darah atau anemia juga bisa menderita sariawan karena sistem pertahanan tubuh yang menurun.

  • Hormonal

Stres yang memicu produksi hormon kortison pada tubuh juga dapat menyebabkan sariawan. Selain itu, perubahan hormon di masa kehamilan dan menstruasi juga dapat memicu Anda terkena sariawan.

  • Efek pengobatan atau rokok

Mulut kering (xerostomia) yang terjadi karena sedikitnya produksi kelenjar ludah ini menjadi salah satu penyebab sariawan muncul di mulut. Berkurangnya produksi kelenjar ludah ini juga dapat terjadi karena efek dari pengobatan atau kebiasaan merokok.

  • Kekurangan vitamin dan mineral

Kurangnya konsumsi vitamin dan mineral seperti vitamin C , vitamin B dan zat besi membuat Anda tidak mendapatkan unsur pembangun tubuh dalam kadar yang ideal. Sehingga, tubuh Anda menjadi rentan terserang penyakit, termasuk sariawan.

1 dari 2 halaman

Penyembuhan sariawan dengan cairan

Apabila penyakit sariawan ini tidak disertai gangguan kesehatan lainnya, maka penyembuhan sariawan akan terjadi dengan sendirinya. Masa penyembuhan sariawan terjadi mulai 4 hingga 35 hari.

Bagi sebagian orang sariawan akan sembuh dalam 10-14 hari. Di masa ini tubuh akan meregenerasi luka sariawan hingga sembuh total. Pada masa penyembuhan biasanya seseorang masih merasakan tidak nyaman pada bagian yang terkena sariawan. Anda dapat menggunakan cairan penyembuh sariawan berikut ini untuk mengatasinya.

  1. Kortikosteroid

Cairan yang bisa digunakan untuk membantu penyembuhan dan meredakan rasa sakit yang ditimbulkan oleh sariawan adalah obat sariawan yang mengandung kortikosteroid. Zat ini akan meredakan radang yang terjadi, sehingga proses regenerasi dapat berjalan lebih cepat.

  1. Chlorhexidine glukonat

Sebagai pilihan, Anda juga dapat menggunakan cairan yang mengandung Chlorhexidine gluconate. Zat ini biasanya ditemukan dalam bentuk obat kumur. Chlorhexidine gluconate mampu mengeliminasi bakteri, jamur dan virus, sehingga proses regenerasi dan penyembuhan sariawan tidak terganggu.

  1. Borax glycerin

Penggunaan cairan antiseptik atau disinfektan juga baik digunakan pada proses penyembuhan sariawan. Borax glycerin memiliki fungsi mengeliminasi bakteri. Pada saat diberikan pada bagian yang terluka, cairan ini akan membantu proses penyembuhan sariawan.

  1. Crystal violet

Ada juga cairan berwarna biru keunguan (violet). Cairan yang mengandung kristal violet ini tidak boleh ditelan dan efektif melawan jamur serta bakteri. Crystal violet ini biasanya digunakan ketika indikasi sariawan terjadi karena faktor jamur pada mulut.

Kini Anda telah mengetahui cairan obat sariawan seperti apa yang sebaiknya digunakan untuk mengatasi sariawan yang tengah Anda derita. Ketika luka pada mulut tidak kunjung sembuh dalam waktu lebih dari 1 bulan, berkonsultasilah dengan dokter gigi untuk memastikan kondisi kesehatan gigi dan mulut Anda.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar