Sukses

Alasan Kenapa Anda Harus Berhenti Konsumsi Makanan Kemasan

Percayalah, makanan kemasan hanya akan mendatangkan petaka bagi kesehatan Anda.

Klikdokter.com, Jakarta Ketika Anda sibuk, terkadang beranjak dari tempat duduk untuk makan siang di luar atau mencari makanan yang sehat, akan susah untuk dilakukan. Untuk masak pun rasanya tak sempat lagi. Akhirnya, pilihan makan jatuh pada makanan kemasan dengan kalori tinggi, tetapi tanpa gizi.

Tidak dapat dimungkiri bahwa makanan kemasan mudah dibawa ke mana-mana dan sangat gampang didapatkan. Namun, sebaiknya Anda berhenti mengonsumsi makanan kemasan jika memang ingin selalu sehat.   

Dalam makanan kemasan, perlu diketahui bahwa zat gizinya terkadang minim, hanya ada kalori dan garam yang tinggi yang dapat menimbulkan berbagai macam penyakit. Mulai dari obesitas, diabetes, strok, hipertensi, dan penyakit berbahaya lainnya.

Walau tampaknya menguntungkan karena kepraktisannya, makanan kemasan ini ternyata memiliki efek samping bagi tubuh. Berikut ini alasan lainnya mengapa Anda harus menghentikan konsumsi makanan kemasan:

  1. Kalori tinggi tanpa nutrisi

Biasanya makanan kemasan hanya memiliki kalori tinggi tanpa nutrisi. Terkadang mereka juga minim vitamin dan mineral yang sangat dibutuhkan tubuh. Padahal, vitamin dan mineral tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh. Jadi, vitamin dan mineral hanya bisa didapatkan dari makanan yang Anda konsumsi.

Jika makanan yang Anda konsumsi tidak mengandung nutrisi, organ dalam tubuh pun tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik sehingga akan mudah terkena berbagai macam penyakit. Kalori tinggi akan meningkatkan risiko obesitas yang merupakan sumber dari penyakit metabolik, seperti diabetes, hipertensi dan penyakit berbahaya lainnya.

  1. Nutrisi hilang saat pengolahan

Bahan makanan mentah yang tadinya sehat, jika sudah diproses menjadi makanan kemasan, nutrisinya pun akan menghilang bersamaan dengan pengolahan tersebut. Memang tak semua makanan olahan tidak sehat, tetapi beberapa sebaiknya dihindari karena mengandung kadar garam, gula, dan lemak yang tinggi.

  1. Adanya bahan kimia

Saat diproses menjadi makanan kemasan, bahan makanan yang tadinya bernutrisi malah menjadi minim gizi. Begitu juga rasanya, saat diolah maka memiliki rasa yang berbeda dari aslinya. Untuk menggantikan nutrisi dan membuat rasa makanan kemasan tersebut lebih enak, kebanyakan produsen akan menambahkan bahan kimia dan perasa tambahan.

  1. Kemasan yang tidak aman

Ketika membeli makanan kemasan, seberapa sering Anda memperhatikan bahan dari kemasannya? Beberapa makanan kemasan dapat memiliki wadah yang tidak aman, salah satunya bisphenol A (BPA). Penelitian menunjukkan bahwa BPA dapat larut dalam makanan atau minuman. Jika masuk ke dalam tubuh dalam dosis yang besar, BPA dapat meningkatkan risiko kanker payudara, kanker prostat, penyakit jantung.

  1. Kandungan MSG, kalium benzoat, dan kalsium benzoat

Kandungan dalam makanan kemasan ini bisa meningkatkan risiko berbagai penyakit. Sebut saja Parkinson, Alzheimer, dan kerusakan tiroid jika dikonsumsi setiap hari.

Walaupun rasanya enak, kemasannya praktis, dan mudah dibawa ke mana-mana, jangan mudah tergiur untuk mengonsumsi makanan kemasan terlalu sering karena kesehatan Anda menjadi taruhannya.

Usahakan untuk mengonsumsi makanan segar atau membawa makanan dari rumah agar nutrisi Anda benar-benar terpenuhi. Perhatikan juga bahwa pola makan yang sehat adalah makanan yang mengandung semua unsur gizi seimbang sesuai kebutuhan tubuh, baik protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral dan air. Tentu saja, makanan kemasan yang tinggi kalori dan minim gizi tidak dapat memenuhi ini semua.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar