Sukses

Awas, Depresi Bisa Picu Badan Lemas!

Depresi dapat berdampak pada berbagai aspek kesehatan. Badan lemas adalah salah satunya.

Klikdokter.com, Jakarta Hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari kerap membuat seseorang berada pada kondisi depresi. Selain kehilangan minat melakukan aktivitas dan rutinitas, seseorang yang berada pada kondisi tersebut juga dapat mengalami badan lemas.

Faktanya, depresi merupakan suatu kondisi kesehatan jiwa yang memengaruhi suasana hati. Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai macam keluhan, mulai dari perasaan sedih yang datang terus-menerus, hingga kehilangan minat untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Tak hanya itu, depresi juga diketahui dapat menyebabkan keluhan-keluhan lain, berupa:

  • Perasaan hampa dan tidak dihargai oleh orang-orang sekitar.
  • Penurunan nafsu makan.
  • Kesulitan tidur.
  • Sulit berkonsentrasi dan menyerap pelajaran atau informasi.

Meski depresi tergolong sebagai suatu gangguan kesehatan mental, kondisi ini ternyata juga dapat memengaruhi berbagai aspek kesehatan fisik dan kualitas hidup.

Sebagai contoh, beberapa gejala yang juga dapat dirasakan oleh orang yang mengalami depresi adalah nyeri kepala, nyeri perut, kram, disfungsi ereksi, dan penurunan daya tahan tubuh.

Depresi dan badan lemas

Seperti telah disinggung sebelumnya, depresi dapat mencetuskan terjadinya badan lemas. Ini karena segudang gejala yang berhubungan dengan depresi seperti gangguan tidur, penurunan nafsu makan dan lainnya membuat metabolisme tubuh tidak bekerja dengan maksimal. Akibatnya, beberapa organ tubuh akan kekurangan pasokan nutrisi dan energi, sehingga badan lemas tak bisa dihindari lagi.

Tak sekadar itu, penurunan suasana hati atau mood pada seseorang yang depresi juga dapat menyebabkan tubuh menjadi mudah lelah. Keadaan ini membuat seseorang tidak memiliki motivasi untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Bahkan, berjalan ke depan rumah untuk mengambil surat dari kotak pos dapat terasa seperti lari maraton baginya.

Beda badan lemas akibat depresi dan faktor lain

Badan lemas memang tak melulu disebabkan oleh depresi. Keadaan itu juga dapat terjadi akibat kelehanan kronis dengan latar belakang kondisi medis tertentu.

Sebagai contoh, seseorang yang depresi kerap merasa sangat lelah dan tidak tertarik untuk melakukan aktivitas apa pun, terlepas dari hal yang perlu dilakukan dan upaya yang dibutuhkan. Sebaliknya, individu yang mengalami kelelahan kronis umumnya tetap memiliki keinginan untuk melakukan berbagai aktivitas, tetapi sangat merasa lelah untuk menjalaninya.

Untuk membedakan kedua kondisi tersebut, sangat penting bagi penderita untuk berkonsultasi pada dokter secara langsung. Hal ini bertujuan agar dokter dapat mengetahui kondisi pasien secara pasti melalui wawancara medis yang mendetail dan pemeriksaan fisis yang mendalam.

Mengatasi badan lemas akibat depresi

Cara terbaik untuk mencegah dan mengatasi badan lemas atau keluhan depresi lainnya adalah dengan memotivasi diri. Buat diri Anda tidak terbebani oleh kondisi apa pun yang terjadi. Pastikan pula kualitas dan durasi tidur, termasuk kebutuhan gizi, terpenuhi setiap hari.

Namun, jika merasa sulit melakukan hal tersebut, Anda dapat berkonsultasi secara langsung dengan dokter spesialis kesehatan jiwa. Dokter biasanya akan memberikan terapi berupa konseling atau pemberian obat-obatan antidepresi yang sesuai dengan kondisi Anda.

Jangan tinggal diam bila saat ini Anda sedang berada pada kondisi depresi. Segera cari jalan keluar terbaik, agar Anda tidak mengalami badan lemas atau segudang keluhan lain yang mengganggu aktivitas dan membuat kualitas hidup menurun.

[NB/ RVS]

3 Komentar