Sukses

Pentingnya Mengenal dan Mencegah Resistensi Antibiotik

Penggunaan antibiotik yang sembarangan dapat mengakibatkan resistensi antibiotik. Kondisi ini berbahaya sehingga perlu dilakukan pencegahan.

Antibiotik adalah obat yang diciptakan untuk mengobati penyakit akibat infeksi bakteri. Sejak awal penemuannya oleh Sir Alexander Fleming, antibiotik telah menyelamatkan banyak nyawa. Terobosan besar dalam dunia kesehatan ini membuka jalan terhadap temuan antibiotik lainnya.

Antibiotik terus dikembangkan menjadi berbagai jenis dan semakin spesifik terhadap beragam golongan bakteri. Sayangnya, dalam perkembangannya tersebut timbul masalah baru yang cukup serius, yaitu resistensi antibiotik.

Apa Itu Resistensi Antibiotik?

Resistensi antibiotik adalah kemampuan bakteri untuk bertahan dari efek antibiotik. Bakteri yang seharusnya mati, justru bertambah banyak. Sebenarnya hal ini tidak terlalu mengejutkan karena penemu antibiotik pun dari awal sudah memprediksinya.

Meskipun tidak mengejutkan, kondisi ini tentunya perlu mendapatkan penanganan yang serius. Jika dibiarkan, banyak penyakit yang tidak sembuh dengan pengobatan antibiotik. 

Resistensi antibiotik patut dicurigai ketika terdapat pasien yang mendapatkan antibiotik sesuai dengan jenis infeksinya, tidak menunjukkan perbaikan. Kondisi ini dapat diperiksa dengan pemeriksaan kultur.

Artikel Lainnya: Ini Alasan Mengapa Anda Tidak Boleh Berbagi Antibiotik

1 dari 3 halaman

Apa Penyebab Resistensi Antibiotik?

Pandangan masyarakat bahwa antibiotik adalah obat yang superior membuat pembelian dan konsumsi antibiotik semakin tidak terkendali.

Banyak oknum tidak bertanggung jawab menjual antibiotik secara bebas. Oleh karena itu, akses dapat dengan mudah didapat masyarakat terhadap obat yang seharusnya hanya diperoleh dengan resep ini.

Lalu, bagaimana resistensi antibiotik dapat terjadi? Berikut beberapa penyebabnya:

  • Penggunaan Antibiotik secara Berlebihan (Overuse) Maupun Penggunaan yang Tidak Tepat (Misuse)

Salah satu penyebab resistensi antibiotik adalah konsumsi antibiotik sembarangan dengan dosis yang tidak sesuai. Saat Anda konsumsi antibiotik tanpa resep, bakteri yang sensitif, serta flora normal (bakteri yang memang secara normal ada dalam tubuh) akan terbunuh.

Sementara, bakteri yang resisten akan terus bertambah banyak jumlahnya. Bakteri yang kebal ini juga akan mengalami perubahan struktur genetik untuk menghadapi antibiotik berikutnya. Akibatnya, bakteri tersebut akan semakin kuat dan kebal.

Artikel Lainnya: Ancaman di Balik Resistensi Antibiotik

  • Penggunaan Antibiotik dengan Durasi yang Tidak Tepat

Selain penggunaan yang asal-asalan, konsumsi antibiotik dengan durasi yang tidak tepat pun akan menjadi penyebab resistensi antibiotik.

Agar bakteri dalam tubuh hilang dari dalam tubuh, antibiotik memerlukan waktu hingga beberapa saat untuk bekerja. Namun, tidak jarang pasien menghentikan konsumsi antibiotik sebelum habis.

Alasannya, beberapa dari mereka telah merasa baikan dalam waktu singkat. Padahal, tindakan ini dapat menyebabkan bangkitnya bakteri yang kebal dengan antibiotik.

  • Penggunaan Antibiotik pada Hewan-Hewan Ternak

Dalam sektor peternakan dan produksi makanan, antibiotik telah dipakai secara luas terhadap hewan ternak. Awalnya hal tersebut bertujuan untuk mencegah terjadinya infeksi dan penyebaran infeksi pada hewan ternak.

Namun, rupanya hal ini justru memberikan efek bumerang. Penggunaan antibiotik pada hewan ternak dapat menjadi salah satu penyebab Anda resisten antibiotik. Mengapa bisa?

Artikel Lainnya: Perlukah Menghabiskan Antibiotik dari Resep Dokter?

Ternyata kuman yang kebal terhadap antibiotik pada akhirnya tetap bertahan dalam daging hewan tersebut, yang kemudian diteruskan ke tubuh manusia saat mengonsumsinya.

Tak hanya dagingnya saja, feses hewan ternak tersebut pun menyimpan bakteri kebal antibiotik. Saat feses digunakan sebagai pupuk penyubur tanah, secara tidak langsung itu akan memengaruhi tanaman yang tumbuh di atasnya.

  • Penularan Melalui Manusia

Selain beberapa penyebab resistensi antibiotik di atas, salah satu penyebab lain adalah penularan lewat manusia. Hal ini dapat terjadi apabila terdapat kuman yang kebal terhadap antibiotik di dalam tubuh seseorang.

Apabila orang tersebut tengah berbicara, bersalaman, bersin, ataupun batuk, maka kuman yang kebal terhadap antibiotik pun berpotensi ikut berpindah.

2 dari 3 halaman

Cara Mencegah Resistensi Antibiotik

Resistensi antibiotik tentunya merupakan ancaman terhadap dunia kesehatan. Banyak orang yang menganggap sepele perihal bakteri yang kebal terhadap antibiotik. Padahal, ini adalah masalah besar di Indonesia, bahkan dunia.

Artikel Lainnya: Tak Semua Penyakit Perlu Antibiotik, Ini Aturannya

Bakteri penyakit semakin kebal dan kuat sehingga perlu obat jenis lain dengan dosis yang lebih tinggi untuk menangani sebuah penyakit.

Oleh karena itu, sebelum kondisi ini menimpa Anda, segera lakukan pencegahan yang tepat. Untuk mencegah resistensi antibiotik, Anda dapat melakukan beberapa hal berikut ini:

  • Tidak membeli ataupun mengonsumsi antibiotik tanpa anjuran dokter.
  • Jangan sembarangan membeli ulang antibiotik yang pernah dikonsumsi hanya karena gejala yang dirasakan serupa, tanpa resep dokter.
  • Konsumsilah antibiotik sesuai dengan dosis yang dianjurkan sampai habis.
  • Gunakan antibiotik sesuai anjuran dokter. Tanyakan dengan jelas pada dokter Anda terkait lama penggunaan antibiotik.
  • Jika ada keluhan ketika mengonsumsi antibiotik, segera tanyakan ke dokter Anda untuk saran lanjutan.
  • Mencegah penularan infeksi dengan pola hidup bersih. Sering kali diabaikan, mencuci tangan dengan sabun telah terbukti mampu mencegah penyebaran infeksi dan menurunkan angka kejadian berbagai penyakit.

Dampak dari resistensi antibiotik memang cukup mengkhawatirkan. Oleh karena itu, setelah mengetahui penyebab dan cara mencegah resistensi antibiotik, segeralah lakukan beberapa upaya pencegahan.

Anda harus bijak dalam menggunakan antibiotik, dan yang tak kalah penting, jangan lupa untuk menerapkan kebiasaan cuci tangan dengan sabun mulai sekarang, ya!

[WA]

0 Komentar

Belum ada komentar