Sukses

Mengungkap Bahaya di Balik Terapi Ear Candle

Terapi ear candle sering dijadikan alternatif utama untuk membersihkan kotoran telinga. Tahukah Anda bahwa tindakan ini ternyata berbahaya?

Klikdokter.com, Jakarta Terapi ear candle merupakan alternatif yang sering dipilih untuk membantu mengangkat kotoran dari telinga. Tak sekadar itu, terapi ini juga dipercaya mampu mengatasi berbagai keluhan yang terjadi di telinga.

Secara sederhana, terapi ear candle dapat diartikan sebagai tindakan non-medis menggunakan lilin berbentuk tabung yang biasanya sudah direndam di dalam paraffin, beeswax atau campuran keduanya.

Saat melakukan terapi ear candle, Anda akan diminta untuk berbaring miring, untuk kemudian lilin tersebut diletakkan di liang telinga. Lalu, lilin tersebut disulut api dan dibiarkan terbakar hingga beberapa menit. Setelah selesai, Anda akan diperlihatkan hasil dari pembakaran berupa warna kehitaman layaknya kotoran telinga yang tertarik keluar.

Terlihat sangat efektif dan praktis, namun nyatanya tidaklah demikian. Mengutip mayoclinic, terapi ear candle tidak efektif menghilangkan kotoran telinga dan tidak memberikan manfaat kesehatan telinga lainnya. Tindakan ini justru mendorong kotoran semakin masuk ke dalam, dan mengundang segudang bahaya kesehatan.

Senada dengan itu, American Academy of Audiology juga menyatakan bahwa manfaat terapi ear candle belum terbukti secara ilmiah. Ini karena hasil pengukuran yang dilakukan pada saluran telinga sebelum dan sesudah melakukan terapi ear candle tidak mengalami pengurangan yang berarti. Para ahli justru menemukan adanya serpihan abu yang mengendap di liang telinga akibat proses pembakaran lilin.

Selain yang sudah disebutkan, terapi ear candle juga terbukti dapat mendatangkan sederet bahaya berikut ini:

  • Infeksi atau iritasi di bagian luar maupun dalam telinga.
  • Hilangnya pendengaran meski hanya bersifat sementara.
  • Kerusakan pada gendang telinga akibat sumbatan lelehan lilin atau abu proses pembakaran.
  • Luka bakar serius dan iritasi di bagian wajah, gendang telinga, atau di telinga bagian dalam.
  • Perdarahan telinga.

Cara Membersihkan Telinga yang Tepat

Menurut dr. Dina Kusumawardhani, beberapa cara tepat dan aman untuk membersihkan telinga adalah sebagai berikut:

  1. Gunakan kain dan tisu

Bersihkan bagian luar telinga dengan kain atau tisu bersih berbahan halus. Hindari penggunaan cotton bud atau pinset telinga. Ini karena benda tersebut malah akan membuat kotoran telinga terdorong ke dalam, juga menyebabkan terjadinya cedera pada gendang telinga Anda.

  1. Cairan pelunak

Kotoran telinga yang keras dan padat dapat dikeluarkan dengan memasukkan sedikit cairan olitik ke dalam liang telinga. Sebagai alternatif, Anda juga dapat menggunakan baby oil, mineral oil, glycerin, tetes telinga berbahan peroksida, dan larutan garam.

Agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, jangan ragu untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter umum atau dokter spesialis THT sebelum melakukan tindakan ini.

  1. Irigasi telinga

Irigasi telinga dapat dilakukan dengan menggunakan bantuan suntikan (spuit) yang telah diisi air hangat atau larutan garam (salin). Irigasi telinga dapat dilakukan setelah kotoran telinga dilarutkan menggunakan cairan serumen olitik.

Jangan lakukan tindakan ini jika Anda memiliki lubang (perforasi) di gendang telinga.

  1. Menggunakan alat khusus

Sendok serumen, forsep dan alat pengisap merupakan alat-alat khusus yang dapat digunakan untuk membantu mengeluarkan kotoran telinga. Alat-alat tersebut biasanya tersedia di dokter spesialis THT.

Mengetahui fakta bahwa manfaat terapi ear candle belum terbukti secara medis, Anda sebaiknya tidak coba-coba melakoni tindakan ini dengan alasan apa pun. Dan yang juga penting untuk diingat adalah, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika Anda memiliki masalah seputar telinga atau pendengaran.

(RH)

0 Komentar

Belum ada komentar