Sukses

Meniup Balon dengan Mulut, Berbahaya atau Tidak?

Ternyata, meniup balon dengan mulut bisa mengganggu kesehatan, lho. Kok bisa?

Klikdokter.com, Jakarta Hampir semua anak menyukai balon karena warna-warnanya menarik dan dapat terbang ke sana ke mari. Jika Anda punya anak usia balita, kemungkinan besar Anda pernah meniup balon dengan mulut demi permainan balon sang anak. Atau bisa jadi, anak lebih senang meniup balonnya sendiri. Tahukah Anda bahwa meniup balon dengan mulut dapat mengganggu kesehatan?

Faktanya, beberapa negara di Eropa melarang anak-anak untuk meniup balon, serta menganjurkan orang dewasa untuk mengembangkan balon dengan menggunakan pompa. Lalu, bagaimana dengan kondisi di sini?

Mari ketahui bersama apa bahaya meniup balon dengan mulut, baik untuk anak maupun Anda sebagai orang dewasa. Berikut ini adalah bahayanya pada anak:

1. Meningkatkan risiko tersedak

Journal of the American Association (JAMA) menyebutkan bahwa terdapat banyak kasus anak tersedak akibat serpihan balon. Bahkan, peristiwa tersedak akibat balon ini jumlahnya lebih banyak daripada kejadian anak tersedak karena makanan. Jika seorang anak tersedak serpihan balon, penanganan untuk mengeluarkannya akan lebih sulit.

2. Bisa menyebabkan cedera pada mata

Anak-anak yang meniup balon sendiri tanpa sadar sering meremas balon tersebut atau meniup balon agar mencapai ukuran maksimalnya. Hal ini bisa menyebabkan balon meletus. Bila balon meletus di dekat mata, cedera pada mata sangat mungkin terjadi.

3. Tertular infeksi

Meski Anda membeli balon baru dalam kemasan, ada kemungkinan bahwa balon tersebut sudah pernah ditiup orang lain. Jika ini terjadi, maka akan dengan mudah terjadi penularan kuman melalui kontak air liur saat meniup balon. Penyakit yang bisa ditularkan melalui air liur antara lain adalah herpes simpleks, selesma, dan penyakit infeksi lainnya.

Karena bahaya-bahaya tersebut, anak-anak, terutama yang berusia 8 tahun ke bawah, disarankan untuk tidak meniup balon dengan mulutnya. Tak hanya bagi anak, meniup balon dengan mulut juga tak dianjurkan bagi orang dewasa.

Berikut ini beberapa alasan mengapa Anda, sebaiknya tidak meniup balon secara langsung:

1. Bisa menimbulkan sakit kepala

Saat meniup balon, Anda akan menarik napas dalam dan mengembuskannya kuat-kuat. Aktivitas ini akan terus berulang hingga balon mengembang sesuai ukuran yang Anda inginkan. Ternyata, aktivitas tersebut dapat mengganggu keseimbangan oksigen dan karbon dioksida di dalam tubuh. Ketidakseimbangan ini akan menyebabkan keluhan sakit kepala. Biasanya, sakit kepala dirasakan berdenyut dan pada satu sisi.

2. Meningkatkan risiko pecah pembuluh darah mata dan glaukoma

Bagi Anda yang memiliki kelainan mata berupa gangguan pembuluh darah atau glaukoma, Anda disarankan untuk tidak meniup balon dengan mulut. Meniupnya dengan mulut menyebabkan tekanan intraokuler (tekanan di dalam mata) meningkat. Jika sudah ada gangguan mata sebelumnya, meniup balon dapat menimbulkan perdarahan mendadak di retina mata.

3. Bedak terhirup ke paru

Balon biasanya diberikan bubuk sejenis bedak untuk mencegah bagian dalam balon menempel satu sama lain. Jika Anda meniup balon dengan mulut dan menghirup napas melalui mulut juga, bedak yang menempel pada balon bisa terhirup dan masuk ke dalam paru. Belum diketahui efek jangka panjang dari menghirup bubuk tersebut, tapi secara jangka pendek bisa menyebabkan batuk dan sesak napas.

4. Reaksi alergi

Sebagian besar balon terbuat dari bahan lateks, dan perlu Anda ketahui bahwa bahan ini sering menyebabkan alergi. Bila Anda memiliki alergi terhadap lateks, meniup balon dengan mulut bisa menimbulkan gejala gatal, batuk, sesak napas, atau bengkak pada bibir.

5. Sakit pada pipi

Saat meniup balon, Anda akan mengisi mulut dengan udara sebanyak-banyaknya. Ini menyebabkan otot pipi Anda meregang maksimal, sehingga dapat menyebabkan pipi terasa sakit. Meski demikian, rasa sakit pada pipi ini biasanya tidak akan berlangsung lama.

Setelah membaca apa saja bahaya meniup balon dengan mulut – baik pada anak maupun orang dewasa – langkah paling bijak adalah berhenti melakukannya. Jika memang anak ingin bermain balon atau harus membuat balon untuk keperluan acara tertentu, misalnya ulang tahun anak, sebaiknya gunakan pompa untuk menggelembungkan balon. Cara ini bisa Anda tempuh untuk menghindari risiko gangguan kesehatan yang telah dipaparkan sebelumnya.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar