Sukses

Garam Campur Pasta Gigi untuk Pemutih Gigi, Manjurkah?

Sebagian orang percaya bahwa garam dan pasta gigi manjur sebagai pemutih gigi. Ini faktanya.

Klikdokter.com, Jakarta Salah satu bahan yang dianggap efektif sebagai pemutih gigi adalah campuran garam dan pasta gigi. Beberapa orang menyarankan untuk mengaplikasikannya sebelum tidur atau sehabis makan. Namun, benarkah cara ini ampuh?  

Gigi yang putih dan bersinar tentu menjadi dambaan setiap orang. Apalagi iklan-iklan di media selalu menggambarkan gigi putih sebagai sesuatu yang lebih estetik dan indah dipandang. Selain itu, penampilan selebritas dengan gigi yang baik dan berwarna cerah juga makin meningkatkan keinginan orang untuk memiliki gigi putih cemerlang.

Namun, jangan tertipu. Warna kulit juga ikut menentukan persepsi dari tampilan seberapa putih gigi seseorang. Makin gelap kulit seseorang, maka gigi akan cenderung terlihat lebih putih.

Penyebab gigi kuning dan kusam

Stain (pewarnaan gigi) terbagi atas dua jenis. Pertama, stain intrisik (pewarnaan yang mengenai bagian dalam gigi) yang bisa terjadi karena gigi sudah mati, konsumsi antibiotik pada periode gigi campur, atau riwayat penggunaan obat-obatan tertentu.

Kedua adalah stain ekstrinsik (noda pada bagian luar gigi, yang melekat pada bagian enamel). Noda ekstrinsiklah yang bisa menjadi salah satu penyebab warna gigi tidak cerah dan kusam. Pemicunya antara lain kebiasaan merokok, minum kopi, teh, dan red wine.

Bila Anda memang ingin menggunakan produk pemutih gigi, ketahuilah bahwa arti 'whitening' pada kemasan produk perawatan gigi sebenarnya adalah usaha untuk mengembalikan warna gigi alami, bukan mengubah warna gigi. Sedangkan 'bleaching' merupakan perawatan yang bisa mengubah warna gigi (menjadi lebih putih).

Kebaikan garam untuk gigi dan mulut

Untuk jangka pendek, larutan garam bisa dipakai sebagai disinfektan alami. Walaupun tidak kuat, tetapi dapat membantu penyembuhan seperti pasca operasi mulut dan infeksi gusi ringan.

Selain itu, garam membantu meningkatkan keseimbangan pH sehingga bakteri akan sulit bertahan di lingkungan alkalin ini.

Keburukan garam untuk gigi dan mulut

Garam bersifat abrasif sehingga mampu menghilangkan stain dari gigi. Namun, efek jangka panjangnya bisa sangat merugikan karena bahan ini memiliki kemampuan untuk mengikis, menghancurkan keseluruhan email, serta memicu berbagai komplikasi (seperti gigi sensitif, bahkan kehilangan warna alami gigi sehingga menjadi lebih kekuningan).

Garam sebagai kandungan pada perawatan gigi dan mulut sebenarnya adalah bahan yang baik, bahkan sangat tepat untuk mengendalkan iritasi dan infeksi ringan pada gusi di mulut. Efek alaminya sebagai disinfektan ringan juga terbukti memberikan dampak yang baik untuk penyembuhan pasca operasi.

Hanya saja, garam sebaiknya tidak diaplikasikan pada gigi setiap hari, apalagi dengan tujuan memutihkan gigi.  Perlu diingat juga bahwa pemakaian campuran garam dan pasta gigi sama halnya seperti dengan sengaja mengikis lapisan gigi secara perlahan. Akibatnya, gigi dapat mengalami masalah, misalnya abrasi.

Untuk mengembalikan warna gigi ke warna aslinya, masih ada beberapa cara yang lebih aman. Misalnya dengan menyikat gigi secara teratur, membatasi konsumsi makanan yang bisa menyebabkan noda pada gigi, membersihkan karang gigi, serta tentunya menghindari kebiasaan merokok.

Jika Anda memang ingin benar-benar memutihkan gigi dengan bleaching, sebaiknya Anda berkonsultasi kepada dokter gigi. Memang ada bahan-bahan pemutih gigi yang beredar di pasaran, yang bisa dilakukan tanpa pengawasan dokter. Namun, tetap lebih baik untuk mencari informasinya secara lengkap terlebih dulu, baik itu mengenai bahan-bahan yang digunakan maupun efek sampingnya.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar