Sukses

Waspada, Tren Makanan Diskon Picu Obesitas!

Tahukah Anda bahwa hobi mengonsumsi makanan diskon bisa picu terjadinya obesitas?

Klikdokter.com, Jakarta Makanan diskon sudah tentu menjadi sesuatu yang sangat menarik perhatian. Selain karena murah, makanan dengan potongan harga tinggi tersebut juga kerap tersedia dalam berbagai varian rasa serta bentuk yang unik. Ini tentu membuat Anda tertarik untuk membelinya, bukan?

Sah-sah saja bila Anda ingin membeli makanan diskon. Namun Anda sebaiknya lebih waspada dan berhati-hati. Ini karena makanan diskon kerap terbalut dengan rasa manis dan gurih atau bahkan lemak tak kasat mata, yang bila dikonsumsi dalam jumlah banyak dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, salah satunya obesitas.

Mengenal kondisi obesitas

Obesitas atau kegemukan merupakan suatu kondisi yang terjadi akibat penumpukan lemak di dalam tubuh. Penyebab utama dari kondisi tersebut adalah asupan dan pengeluaran energi yang tidak seimbang.

Jadi, bila Anda mengonsumsi banyak makanan yang tinggi akan energi (kalori) namun tidak menggunakan energi (kalori) tersebut dengan maksimal, maka energi (kalori) yang masih tersisa akan ditimbun di dalam tubuh sebagai lemak.

Beberapa jenis makanan diskon yang tergolong tinggi akan kandungan energi (kalori), di antaranya:

  • Makanan cepat saji
  • Makanan dan minuman yang mengandung gula
  • Kentang goreng
  • Pasta
  • Keju
  • Kacang-kacangan

Yuk, hitung indeks massa tubuh!

Salah satu cara untuk mengetahui obesitas atau tidaknya diri Anda adalah dengan menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT) menggunakan rumus: Berat badan (kg) dibagi tinggi badan dikali tinggi badan (m2).

Contoh, jika Anda memiliki berat badan 45 kg dan tinggi badan 165 cm, maka:  (45) / [(1.65) x (1.65)] = 16,5.

Angka tersebut kemudian diklasifikasikan berdasarkan patokan yang diberikan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk masyarakat Asia-Pasifik berikut ini:

  • IMT < 18.5 kg/m2 = kekurangan berat badan
  • IMT 18.5 – 22.9 kg/m2 = berat badan normal
  • IMT 23.0 – 24.9 kg/m2 = kelebihan berat badan
  • IMT 25.0 – 29.9 kg/m2 = obesitas derajat I
  • IMT ³ 30.0 kg/m2 = obesitas derajat II

Selain cara di atas, Anda juga wajib mengukur persentase kadar lemak di dalam tubuh. Dengan demikian, obesitas atau tidaknya diri Anda bisa diketahui secara pasti.

Namun, meski terdapat fakta di atas, Anda sebenarnya tidak dilarang untuk membeli dan mengonsumsi makanan diskon. Hal terpenting adalah memperhatikan kandungan gizi dan jumlah porsi yang dikonsumsi. Anda tak ingin mengorbankan kesehatan – dan menjadi obesitas – hanya demi makanan yang mendapat potongan harga, bukan?

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar